Hidupgaya.co – Dentsu Indonesia menyampaikan komitmen untuk meningkatkan skala baru menanggapi pertumbuhan eksponensial ekonomi digital di Indonesia yang semakin cepat menyusul pandemi COVID-19, serta mendukung fokus pemerintah pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif untuk memerangi krisis iklim.

CEO Dentsu Indonesia dan Singapura, Prakash Kamdar, mengatakan Dentsu Indonesia memiliki pondasi dan kesadaran digital yang kuat dan hal ini akan terus diperkuat sehingga dapat meningkatkan dan membantu Indonesia mencapai ketinggian baru. “Dentsu akan terus meningkatkan kapabilitas creative, media, dan customer experience management (CXM) serta meluncurkan solusi inovatif baik untuk incumbent maupun start-up, dengan semangat gotong royong,” ujarnya dalam temu media di Jakarta, Senin (17/1/2022).

Jajaran manajemen Dentsu Indonesia (dok. istimewa)

Kamdar menambahkan, sebagai salah satu jaringan agensi terintegrasi terbesar di Indonesia, Dentsu Indonesia merasakan tanggung jawab yang mendalam untuk memainkan perannya dalam mencapai tujuan bangsa terutama ekonomi digital dan Environment, Sustainability, and Governance (ESG) dengan cara menjadi ‘A Force for Growth and Good’.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lufti pernah menyampaikan bahwa ekonomi digital Indonesia diprediksi akan tumbuh hingga delapan kali lipat pada 2030, dari Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun. Selain itu, PDB Indonesia juga diproyeksi akan mencapai lebih dari 55% dari total PDB negara-negara ASEAN pada 2030. Hal ini semakin memperkuat fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan tercepat dan pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, menurut Bank Dunia.

Kamdar menyampaikan bahwa Dentsu Indonesia melihat lima tren utama yang menunjukan kenaikan pada 2022, yakni:

1. Dunia semakin banyak data, didorong oleh algoritma, dan lebih terhubung untuk mendorong pengalaman konsumen yang lebih dipersonalisasi dan menarik, namun tetap diimbangi dengan kebutuhan privasi data pribadi.

2. Perubahan gaya hidup terkait pandemi terus berlanjut, terutama eCommerce, Live Commerce, Gaming, dan eHealth

3. Metaverse berakselerasi dan Web 3.0 kemungkinan akan mengikuti, ini berupa taruhan besar Big Tech pada Metaverse.

4. Profit in Purpose – perusahaan tidak akan merasakan keuntungan jika ia mendorong pertumbuhan dan konsumsi yang sembrono dengan mengorbankan manusia dan planet Bumi.

5. Permintaan yang meningkat untuk pengalaman fisik akan ‘meledak’ sebagai imbas orang-orang yang sebagian besar ‘terkurung’ di rumah selama tahun 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19, dan oleh karena itu bangkit kembali secara besar-besaran di sektor perjalanan dan perhotelan.

Wisnu Satya Putra, CEO, Creative Dentsu Indonesia, menambahkan, pihaknya akan terus mencari cara untuk berinovasi, dan memastikan kemampuan kreatif dan pengalaman future-proofed terhadap tren yang akan datang. Hal itu diwujudkan salah satunya dengan merilis marketplace Metaverse milik Dentsu Indonesia, yakni ‘Bitaverse’, sebuah Mixed Reality Marketplace pertama di Indonesia. Pada marketplace ini sebuah merek dapat memiliki, membangun, dan menjual barang dagangan virtual bersama dengan produk nyata.

Sedangkan CEO CXM Dentsu Indonesia, Arshad Rahman, menyoroti konsumen digital saat ini semakin tidak toleran dalam hal menerima pesan dan konten yang tidak relevan,. “Mereka berharap brand bisa lebih personal. Dengan peluncuran layanan-layanan CXM yang berkolaborasi dengan unit media dan unit kreatif, kami telah hadir untuk memberdayakan klien kami dalam memberikan pengalaman yang dipersonalisasi dalam skala besar, melalui inisiatif transformasi data dan digital,” terangnya.

Perlu diketahui, lini layanan Media Dentsu menempati posisi pertama Media Agency dalam peringkat kualitatif RECMA dan ranking #1 di COMvergence New Business League pada 2020 dan 2021, serta berencana untuk memperkuat dan meningkatkan skala lebih jauh dengan konsisten memperluas solusi media ‘full-funnel’ yang terintegrasi untuk menanggapi perilaku konsumen terbaru – termasuk yang terkait dengan eCommerce dan gaming.

Layanan media Dentsu didukung oleh kecerdasan data yang tajam, memanfaatkan sistem dan tools yang  disindikasikan. (HG)