Hidupgaya – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin darurat untuk penggunaan lima vaksin COVID-19 yang berbeda sebagai suntikan penguat (booster) yang akan memprioritaskan kelompok rentan.

Kepala BPOM Penny Lukito menyampaikan vaksin Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Zifivax akan didistribusikan sebagai suntikan vaksin ketiga di Indonesia. Dia menambahkan ada beberapa vaksin tambahan yang saat ini sedang dalam proses uji klinis untuk mendapatkan izin penggunaan darurat.

“Vaksin booster perlu diberikan untuk menjaga efikasi/khasiat vaksin terhadap infeksi COVID-19,” kata Lukito dalam konferensi pers, Senin (10/1/2022).

Ilustrasi vaksin Covid-19 (dok.istimewa)

Program booster yang dijalankan Kementerian Kesehatan akan dimulai 12 Desember dan diberikan kepada populasi berisiko tinggi berusia 18 tahun ke atas, yaitu orang tua dan kelompok individu dengan gangguan kekebalan. Pemerintah telah membagikan suntikan booster kepada tenaga medis sejak Juli tahun lalu.

Pemerintah juga memberikan vaksin booster gratis untuk lansia dan kelompok rentan lainnya.

Hingga Minggu, 9 Januari 2022, Indonesia telah mencatat lebih dari 4,2 juta kasus COVID-19 dan merenggut tak kurang dari 144.000 nyawa. Selama puncak lonjakan COVID pada Juli 2021, kasus infeksi mencapai 56.757 per hari – rumah sakit kebanjiran pasien yang sakit dan kehabisan tempat tidur dan kekurangan pasokan oksigen.

Sebanyak 116 juta orang di Indonesia telah menerima dua dosis vaksin lengkap dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar 208 juta orang guna mencapai kekebalan komunal. (BS)