Hidupgaya – Sebagai ibu dari dua anak balita, selebritas Chelsea Olivia mengakui menjadi orang tua adalah proses belajar. Memiliki dua anak balita, Nastusha Olivia Alinskie dan Dante Olivier Alinskie, membutuhkan cara berbeda dalam pengasuhan dan perawatan. 

Urusan popok, Chelsea mengakui sangat pemilih. Ruam popok menjadi hal yang amat dihindarinya mengingat kejadian itu membuat anaknya rewel. Sebelum memilih produk Chelsea mengaku kerap melakukan riset secara daring agar menemukan yang aman dan cocok. Bila perlu, dia berkonsultasi ke dokter.

Masalah yang kerap ditemukan pada kulit bayi adalah ruam popok yang berhubungan dengan iritasi eksternal seperti kotoran, bahan popok, urin, mikroorganisme, dan gesekan popok yang berulang. 

Angka kejadian ruam popok di Indonesia mencapai 7-35% yang menimpa anak-anak di bawah usia tiga tahun. Kondisi ini biasanya mulai terjadi pada usia beberapa minggu hingga 18 bulan, namun kebanyakan terjadi pada bayi usia 6-9 bulan. Gangguan kulit ini biasanya menyerang bagian tubuh bayi yang tertutup popok, terutama di area selangkangan. 

Chelsea Olivia di acara peluncuran Makuku Air Diapers (dok. istimewa)

Menurut dokter spesialis anak, dr. S. T. Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A, masalah kulit bayi berbeda dengan orang dewasa. “Pada bayi lapisan kulit  jauh lebih tipis dan jaringan ikat longgar. Ini menyebabkan kulit lebih sensitif dan gampang terinfeksi,” ujar Andreas

Istri Glenn Alinskie ini mengaku disiplin mengganti popok anak 2 hingga 3 jam sekali. “Agar bokong anak tidak mudah lembap karena dalam kondisi lembap, akan lebih mudah muncul ruam,” ujar Chelsea dalam temu media yang digelar Makuku Air Diapers di Jakarta, Kamis (9/12).

Agar kulit bayi tidak ruam, khususnya di area bokong dan selangkangan, Andreas menyarankan area itu dijaga kelembabannya. “Oleskan pelembab misalnya jenis baby cream. Bila bayi memakai popok, maka pilihlah popok yang tepat misalnya yang memiliki teknologi tertentu agar tidak memicu ruam,” ujarnya.

Andreas mengatakan, pemilihan ukuran popok sebaiknya disesuaikan dengan berat badan anak, bukannya usia. “Anak di usia tertentu bisa memiliki berat badan yang tidak sama.  Jadi memilih ukuran popok sesuai usia sebenarnya tidak tepat,” ulasnya.

Dokter spesialis anak ini menambahkan, popok yang baik selain memiki daya serap tinggi, juga harus ergonomis, artinya memudahkan anak bergerak bebas. “Popok yang baik misalnya ketika anak bergerak popoknya ergonomis tidak turun atau menggantung,” jelasnya.

Namun Andreas mengingatkan, meski popok memiliki daya tampung besar, sebaiknya jangan tunggu sampai penuh. “Jangan sampai tunggu popok penuh dengan urin. Bayi rata-rata buang air kecil enam kali. Jadi sebaiknya 3-4 jam sekali ganti popok,” saran dia.

Didaulat sebagai Brand Ambassador Makuku Air Diapers, Chelsea mendukung Makuku yang mengutamakan kebahagiaan dan kesehatan anak. 

Makuku Air Diapers Berdaya Serap Tinggi Anti-gumpal

Menjawab permasalahan yang ada di masyarakat terkait kebutuhan popok berdaya serap tinggi dan ergonomis, Makuku merili Makuku Air Diapers yang dilengkapi beragam keunggulan.

CEO Makuku Indonesia, Jason Lee, mengatakan Makuku peduli dengan kesehatan bayi dan anak. “Kami memahami kekhawatiran banyak orang tua di luar sana terkait masalah kulit pada bayi terutama ruam popok. Untuk menjawab keresahan tersebut, Makuku meluncurkan Makuku Air Diapers dengan struktur dan formula baru,” ujarnya.

Jason menambahkan, Makuku Air Diapers memiliki beragam keunggulan, di antaranya teknologi anti-gumpal, tipis namun daya tampung maksimal (hingga 600 m). “Berbeda dengan popok lainnya, Makuku Air Diapers diformulasikan dengan struktur baru yang anti-gumpal, lebih stabil, berdaya serap lebih cepat, dan daya serap lebih merata,” ujarnya. 

“Strukturnya yang stabil membuat Makuku Air Diapers tidak mudah menggumpal dan membuat bayi tidak merasa berat saat bergerak sehingga  bayi dapat tidur dengan nyenyak dan beraktivitas dengan nyaman,” urai Jason. 

Di kesempatan sama, Product Manager Makuku Indonesia, Novita Utomo menyampaikan Makuku Air Diapers dikembangkan melalui penelitian intensif untuk mencegah terjadinya osmosis balik, yaitu suatu keadaan di mana air yang telah diserap naik kembali ke permukaan. 

“Penyerapan yang merata membuat cairan yang masuk ke dalam popok cepat terserap, sehingga dapat melindungi pantat bayi dengan lebih baik. Makuku Air Diapers juga mengutamakan kenyamanan, menggunakan inti 100% Super Absorbent Polymers (SAP) yang sangat tipis dengan ketebalan hanya 1,6 mm,” beber Novita.

Selain nyaman, popok ini juga di desain sedemikian rupa sehingga dapat meminimalisir terjadinya ruam popok. Desain permukaannya yang 3D dapat mengurangi kontak dengan kulit sehingga mengurangi terjadinya ruam popok. Struktur 3D ini dapat meningkatkan sirkulasi udara sampai 60% sehingga popok tidak mudah lembab, karena sebagian besar ruam disebabkan oleh pantat bayi yang tidak cukup kering.

“Inti SAP pada Makuku Air Diapers memiliki daya serap yang cepat  dan dapat menjaga permukaan popok tetap kering, memberikan perlindungan penuh pada pantat bayi dari berkembangnya bakteri, serta mengurangi kemungkinan bayi mengalami ruam popok,” pungkas Novita. (HG)