Riri Rengganis ‘Sulap’ Batik Besurek Tampil Memikat di Ajang ISEF 2021

on

Hidupgaya – Cuaca mendung, suasana kebingungan antara keheningan dan badai. Seperti apa yang manusia rasakan hari ini, tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari, menjadi filosofi Riri Rengganis dalam koleksi bertema Retreat, hasil kolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu di ajang Sustainable Muslim Fashion ISEF 2021 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC) baru-baru ini.

Di ajang Fashion Parade hari kedua, Riri menyajikan 8 tampilan busana mengusung tekstil tradisional Bengkulu, yang dikenal dengan nama  Batik Besurek.

Koleksi Retreat by Riri Rengganis x Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu (dok. ISEF 2021)

Tema Retreat sengaja diangkat desainer senior ini dalam upaya menemukan kehangatan dan kenyamanan di situasi tidak menentu seperti sekarang ini. “Inilah mengapa saya menyebut koleksi ini Retreat, empat seseorang pergi untuk menemukan kedamaian dan spiritualitas,” ujar Riri.

Didominasi oleh warna biru dan nada bersahaja yang mewakili suasana suram, dengan siluet longgar/santai, dan aksen bahan rajutan yang lembut untuk perasaan hangat disajikan Riri untuk koleksi ini. 

“Saya menggunakan kombinasi rajut abu-abu berkabut, denim biru dan mempromosikan tekstil tradisional dari Bengkulu, tak lain Batik Besurek, yaitu batik dengan ciri khas ornamen dekoratif yang berasal dari tipografi Arab,” tuturnya.

Batik Besurek awalnya ditemukan setelah masuknya agama Islam ke daerah Bengkulu (pantai selatan Sumatera) beberapa ratus tahun yang lalu. Besurek berasal dari dialek Bengkulu ‘be’ berarti ‘menjadi’ dan ‘surek’ berarti “menulis” sehingga “besurek” dapat diartikan sebagai “menulis surat”. 

Riri menyampaikan, ada salah satu kepercayaan bahwa pada masa kolonial, penduduk setempat saling mengirim pesan rahasia melalui batik kepada pejuang lain melawan penjajah. Cerita lain menyebutkan bahwa itu dipakai untuk banyak upacara adat karena diisi dengan doa-doa suci.

Namun saat ini, Batik Besurek diproduksi secara komersial dengan motif dekoratif yang hanya “mirip” dengan huruf Arab, sehingga tidak memiliki arti lagi dan diizinkan untuk digunakan untuk mode, dapat dipotong dan ditempatkan dengan cara apa pun.

“Mempromosikan Batik Besurek penting karena merupakan bagian dari sejarah kita, meskipun tidak sepopuler batik lain dari Jawa. Dan dari segi desain, sangat relevan dengan industri pakaian sederhana yang berkembang di Indonesia dan berpotensi memainkan peran penting bagi keberlanjutan ekonomi skala kecil Bengkulu,” papar Riri.

Koleksi Retreat by Riri Rengganis x Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu (dok. ISEF 2021)

Untuk koleksi Retreat, Riri menggunakan Batik Besurek, batik tulis dan batik cap tangan berbahan 100% katun dan sutra, hasil kerja sama dengan perajin Galeri Oase, Galeri Swarnabumei dan Atiq, dipadukan dengan tekstil polos berbahan katun 100% (tenun dan rajutan).

Dengan siluet ;onggar dan berlapis dan didominasi warna biru serta netral (putih, pasir dan abu-abu) menjadikan tampilan koleksi ini terasa istimewa. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s