Miris, Perempuan Jadi Kelompok Rentan Terdampak Buruk di Masa Pandemi Covid-19

Hidupgaya – Survei internal Yayasan CARE Peduli (YCP) menunjukkan, kaum perempuan menjadi kelompok rentan yang paling mengalami dampak negatif pandemi Covid-19. Survei mengungkap, perempuan bernasib lebih buruk daripada laki-laki karena beban tanggung jawab yang meningkat dan berlipat ketika ada pembatasan mobilitas dan kebijakan tinggal di rumah diberlakukan.

Plelatihan menjahit untuk perempuan terdampak pandemi (dok. Yayasan Care Peduli)

CEO Yayasan CARE Peduli, Bonaria Siahaan, mengungkap hasil survei, beban sekolah dari rumah pada perempuan. Tidak mengherankan karena di Indonesia pengasuhan anak identik dengan perempuan dibanding laki-laki.

“Tanggung jawab tambahan dalam mengawasi studi anak-anak di rumah sangat berat bagi perempuan pedesaan atau daerah perkotaan yang miskin, dikarenakan tingkat pendidikan rendah. Kondisi ini pun menimbulkan berbagai masalah baru di dalam keluarga, termasuk tindak kekerasan pada perempuan,” beber Bonaria dalam temu media daring, Selasa (24/8).

Bonaria menambahkan, beban berlipat juga dialami perempuan hamil karena keterbatasan akses pada layanan kesehatan serta berkurangnya kapasitas rawat inap rumah sakit. “Secara mental dan emosional, perempuan hamil dari kelompok rentan dan marjinal sering kali dipenuhi kekhawatiran akan keselamatan janin dan dirinya,” tuturnya.

Di Indonesia, populasi perempuan mencakup 134,27 juta dari total penduduk 271 juta pada 2020. Mirisnya, pekerja perempuan berusia 15-49 tahun di sektor informal menjadi kelompok masyarakat yang paling terpukul di tengah pandemi. 

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam Global Humanitarian Overview 2021 mencatat pandemi Covid-19 memicu resesi global terburuk sejak 1930-an. Bank Dunia memperkirakan 60 juta orang jatuh dalam kemiskinan sejak pandemi. 

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), pandemi Covid-19 menyebabkan jumlah orang miskin pada Maret 2021 sebanyak 10,14 persen atau setara 27,54 juta orang. Jumlah orang miskin meningkat 1,12 juta orang jika dibandingkan Maret 2020 sebanyak 15,26 juta orang.

Dalam diskusi terbatas yang diselenggarakan Yayasan CARE Peduli, Direktur Nasional Gusdurian Network Indonesia (GNI), Alissa Wahid mengatakan, kesigapan, kecekatan, dan gotong royong memegang peran kunci dalam memperkuat efektivitas dukungan bagi masyarakat rentan di Indonesia. “Kelompok perempuan rentan di bawah garis kemiskinan patut diberikan perhatian dan bantuan nyata,” tuturnya.

Alissa mengapresiasi sifat welas asih masyarakat Indonesia bahkan dalam situasi sulit. “Ada pengalaman yang bikin hati saya meleleh. Saat membagikan bantuan kepada kelompok rentah, ada tukang becak yang tidak mau dibayar saat mengantarkan bantuan. Padahal dia jelas membutuhkan bantuan. Rupanya dia ingin membantu dengan apa yang dia bisa,” ujar putri sulung Gus Dur,

Di kesempatan yang sama, Asisten Deputi Kedaruratan dan Manajemen Pasca Bencana, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Nelwan Harahap, menambahkan bahwa  kunci utama penanganan bencana dan operasi tanggap darurat adalah kajian data yang lengkap dan akurat terkait kelompok rentan terdampak yakni perempuan, anak-anak, lansia dan penyandang disabilitas. 

Dalam upaya merespon pandemi Covid-19, kata Bonaria, YCP telah melakukan berbagai program dengan total penerima manfaat lebih dari 161 ribu orang pada periode Maret 2020 hingga pertengahan 2021. Dari total bantuan kemanusiaan tersebut, lebih dari 50% diberikan kepada kelompok rentan perempuan, yaitu 80.962 orang. 

“Kami memiliki jaringan kuat hingga di tingkat akar rumput dalam mengimplementasikan program-program kemanusiaan, terutama bagi kelompok perempuan rentan di seluruh wilayah Indonesia. Program yang kami jalankan mencakup program unggulan yang didukung oleh donatur individu maupun institusi,” bebernya.

Bentuk bantuan YCP selama pandemi yakni program WASH yang menyediakan materi komunikasi risiko, fasilitas cuci tangan, masker, sabun tangan dan pembersih. 

Sementara di Majene dan Mamuju pasca gempa Palu, YCP membangun kamar mandi khusus ramah perempuan, anak, dan penyandang disabilitas yang berlokasi dekat dari tempat penampungan korban gempa.

CEO Yayasan Care Peduli, Bonaria Siahaan

Selain itu juga program Menjamin Ketahanan Pangan yakni bantuan kepada kelompok rentan dalam bentuk voucher makanan, voucher tunai dan akses ke pertanian dan budidaya ikan air tawar. 

Di Sukabumi dan Purwakarta, YCP menyediakan modal, pelatihan dan uang tunai bagi pekerja garmen perempuan yang mengalami pemutusan hubungan kerja untuk membuat pola, memproduksi dan menjual masker ke Dinas Kesehatan Kabupaten setempat dan masyarakat.

Memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia pada 19 Agustus, YCP mengajak semua pihak untuk mengambil peran penting. “Selain melaksanakan protokol kesehatan ketat, masyarakat bisa melawan misinformasi dengan memberikan informasi yang benar dan edukasi kepada orang lain soal pandemi,” tandas Bonaria.. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s