Strategi Mencukupi Asupan Serat pada Anak: Terapkan Jam Makan Serat 10-2-8

on

Hidupgaya – Serat merupakan salah satu nutrisi yang kerap diabaikan . Padahal komponen ini merupakan salah satu jenis zat gizi yang penting untuk dikonsumsi orang dari segala lapisan usia, termasuk anak-anak. Serat memegang peran penting dalam kesehatan saluran cerna agar bisa bekerja dengan optimal.

Hal ini sepatutnya menjadi perhatian mengingat 70% komponen sistem daya tahan tubuh terdapat pada pencernaan dan merupakan faktor penting untuk mendukung tumbuh kembang dan kesehatan holistik anak. Karenanya, konsumsi makanan berserat pada anak-anak masih harus terus didorong karena masih belum mencukupi atau memenuhi standar rekomendasi harian.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyebut, sebanyak 95,5%penduduk Indonesia berusia di atas 5 tahun masih kurang konsumsi serat. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa 9 dari 10 anak kekurangan asupan serat, dimana rata-rata anak Indonesia usia 1-3 tahun hanya memenuhi seperempat atau rata-rata 4,7 gram per hari dari total kebutuhan hariannya. Dengan kata lain, jumlah ini masih jauh di bawah angka kecukupan gizi (AKG) yang direkomendasikan, yaitu 19 gram serat per hari.

Dokter spesialis anak konsultan dan ahli gastrohepatologi, Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) menekankan orang tua perlu lebih memperhatikan asupan serat pada anak-anak. Alasannya, asupan serat yang tercukupi dapat membantu optimalisasi kesehatan saluran cerna yang krusial bagi tumbuh kembang dan kesehatannya. “Pencernaan yang sehat akan membuat nutrisi makanan terserap dengan baik, yang juga akan berdampak pada sistem daya tahan tubuh anak menjadi lebih baik, dapat memberikan perkembangan yang optimal ke otak, bahkan dapat dapat mempengaruhi emosi anak,” ujarnya di acara webinar yang dihelat Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui Bebeclub meluncurkan kampanye Jam Makan Serat, Kamis (3/6).

Selain itu, Ariani menambahkan, pola makan dengan serat yang cukup juga mencegah anak mengalami sembelit (konstipasi) dan dapat meningkatkan sistem daya tahan tubuh, yang pada ujungnya dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti obesitas di kemudian hari.

Di kesempatan yang sama,ahli nutrisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc. setuju dan mendorong para orang tua agar memiliki pengetahuan yang cukup serta kejelian dalam memilih dan memberikan makanan yang

berserat tinggi kepada anak. “Cara mudah untuk memastikan anak mendapat cukup serat adalah dengan memperkenalkan anak dengan berbagai jenis serat, hingga membiasakan konsumsi makanan berserat. Beberapa pilihan jenis makanan berserat antara lain buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, hingga makanan yang diperkaya serat,” ujarnya.

Contoh makanan yang diperkaya serat antara lain roti gandum dan oats, barli dan gandum hitam. Sumber serat yang lain adalah buah-buahan seperti pir, melon dan jeruk; sayuran seperti brokoli, wortel, dan jagung manis; kacang polong, buncis dan pulses; kacang dan biji-bijian; serta kentang dengan kulitnya.

Prof Tati menandaskan, anak perlu konsumsi serat dalam jumlah cukup sesuai AKG yang telah ditentukan berdasarkan kelompok umur. Untuk anak usia 1-3 tahun, dibutuhkan setidaknya 19 gram serat setiap hari. “Dalam bentuk makanan, 19 gram serat ini setara dengan hampir 2 kilogram wortel rebus atau 1,2 kilogram pepaya,” ujarnya. 

Jumlah itu umumnya cukup sulit dipenuhi melalui makanan yang mereka konsumsi sehari-hari dalam sekali makan. Oleh karenanya, dalam merencanakan pola makan serat sesuai kebutuhan anak, selain harus bisa menentukan jenis dan jumlah (porsi) asupan serat, orang tua sebaiknya juga dapat mengatur jadwal makan serat untuk membiasakan anak menyantap makanan yang kaya serat beberapa kali dalam sehari.

Cara menyiasatinya: Atur jadwal makan serat anak, bukan hanya di makanan utama, namun juga bisa dengan strategi tambahan seperti memberikan makanan berserat 3 kali sehari sebagai selingan (snack) makan atau saat jam makan camilan/snacking. “Upaya ini diharapkan dapat membantu para Ibu untuk memastikan asupan serat harian anak tercukupi,” tandas Prof. Tati.

Kampanye Jam Makan Serat 10 – 2 –  8

Guna membangun kebiasaan makan serat pada anak, Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia melalui Bebeclub meluncurkan kampanye “Jam Makan Serat”. Dikatakan Brand Manager Danone Specialized Nutrition Indonesia, Shiera Syabila Maulidya, rangkaian kampanye ini diharapkan dapat memudahkan para orang tua dalam memastikan asupan serat harian anak tercukupi dengan makanan dan minuman tinggi serat yang dapat memenuhi 50% kebutuhan serat harian anak jika dikonsumsi 3 kali sehari.

Sebagai ragkaian kampanye Jam Makan Serat, Danone juga merilis “Tantangan 21 Hari Makan Serat” serta Modul Edukasi 21 Hari Makan Serat. “Melalui gerakan ini, kami mengajak anak untuk mengonsumsi makanan tinggi serat beberapa kali di antara waktu makan, yaitu jam 10 pagi, 2 siang dan 8 malam, sehingga diharapkan dapat membentuk kebiasaan makan serat pada saat makan utama maupun saat snacking untuk dukung kesehatan pencernaan sanak,” ujar Shiera.

Shiera berharap para orang tua terlibat aktif dalam gerakan “Tantangan 21 Hari Makan Serat” untuk mendorong konsumsi serat anak dalam 21 hari dan seterusnya menjadi kebiasaan sehat. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s