Studi Klaim Strain Virus Brazil Jauh Lebih Menular dan Pintar Hindari Kekebalan

Hidupgaya – Varian virus corona yang pertama kali terdeteksi di Brazil tampaknya jauh lebih mudah ditularkan daripada versi virus lainnya, demikian kesimpulan sebuah studi baru.

Studi yang pertama kali diterbitkan di Science juga mengungkap varian yang disebut P.1 mungkin dapat menghindari kekebalan yang didapat orang setelah sebelumnya terinfeksi virus corona.

Brazil telah berjuang mati-matian dengan pandemi COVID, melaporkan 14,5 juta kasus yang dikonfirmasi (terbanyak ketiga di dunia) dan hampir 399.000 kematian terkait COVID (terbanyak kedua di dunia). Manaus, ibu kota Amazonas, sangat terpukul akibat wabah.

Science Daily mencatat bahwa sekitar 75% orang di Manaus terinfeksi oleh gelombang COVID pertama pada pertengahan 2020. Beberapa ahli berspekulasi bahwa kota itu mungkin telah mencapai kekebalan kawanan. Tetapi gelombang infeksi kedua menghantam Manaus pada akhir 2020, dimana P.1 menjadi strain dominan.

“Model epidemiologi kami menunjukkan bahwa P.1 cenderung lebih mudah ditularkan daripada jenis virus corona sebelumnya dan cenderung dapat menghindari kekebalan yang diperoleh dari infeksi dengan jenis lain,” kata penulis studi, Samir Bhatt, seorang peneliti di Departemen Kesehatan Masyarakat di Universitas Kopenhagen.

Para peneliti menemukan P.1 memperoleh 17 mutasi, termasuk tiga mutasi pada protein lonjakan. Strain P.1 1,7 dan 2,4 kali lebih mudah ditularkan daripada jenis virus corona lain dan dapat menghindari 10% hingga 46% kekebalan yang diperoleh orang karena terinfeksi jenis lain.

Para peneliti juga menentukan orang-orang di Manaus 1,2 hingga 1,9 kali lebih mungkin meninggal akibat infeksi P.1 dibandingkan infeksi dengan jenis lain. Tetapi penelitian tersebut mencatat bahwa epidemi baru-baru ini di Manaus telah membebani sistem perawatan kesehatan kota yang menyebabkan akses yang tidak memadai ke perawatan medis. “Oleh karena itu, kami tidak dapat menentukan apakah perkiraan peningkatan risiko kematian relatif disebabkan oleh infeksi P.1, tekanan pada sistem perawatan kesehatan Manaus, atau keduanya,” kata peneliti.

Varian P.1 telah menyebar ke seluruh dunia sejak ditemukan di Brazil. Di Amerika Serikat, 497 kasus telah dilaporkan di 31 negara bagian, menurut data CDC. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s