Daewoong Kantungi Izin Penjualan Terapi Hormon Pertumbuhan di Indonesia

on

Hidupgaya – Daewoong Infion telah menerima izin untuk penjualan produk Somatropin (rekombinan hormon pertumbuhan manusia), merupakan terapi hormon pertumbuhan dengan sistem injeksi pena, di Indonesia, pada 20 April silam. Somatropin adalah kandungan obat yang diberikan kepada pasien yang mengidap defisiensi hormon pertumbuhan (GHD)  di mana pasien kekurangan atau tidak memiliki hormon pertumbuhan sama sekali.

Menurut CEO Suh Chang Woo, dalam uji klinis  Fase III yang dilakukan terhadap pasien di Korea, Somatropin telah terbukti mampu meningkatkan tingkat IGF-1 (Insulin-like Growth Factor) di dalam tubuh manusia yang berfungsi untuk mendorong pertumbuhan sel dan penurunan lemak.

Pengobatan hormon pertumbuhan yang sudah ada di pasaran biasanya tidak mudah dilakukan secara mandiri oleh pasien karena berbentuk vial dan sulit mengontrol jumlah dosis. Selain itu, produk dengan sistem injeksi pena yang sudah ada biasanya harus dibuang setelah satu kali digunakan dan dijual dengan harga yang cukup mahal.

“Somatropin dari Daewoong Infion dirancang dengan sistem injeksi pena yang sudah dipatenkan di Korea. Dengan sistem ini, kartrid cairan dimasukkan ke dalam jarum suntik berbentuk pena. Pasien dapat mengatur jumlah dosis secara mandiri dengan menekan tombol dosis dan memutar jarum suntik tersebut sesuai dengan indikator jumlah dosis yang diinginkan, sama seperti saat menyuntikkan insulin secara mandiri,” ujar Suh Chang Woo.

Jarum suntik berbentuk pena ini semi permanen dan pasien dapat mengganti kartridnya. Produk ini juga dilengkapi dengan tabel dosis sehingga pasien umum dapat menyesuaikan dosis sesuai dengan berat badan dan resep dokter.

Menurut lembaga penelitian Grand View Research, nilai pasar hormon pertumbuhan secara global diperkirakan mencapai US$4,6 miliar pada  2019, dengan Amerika Utara sebagai penyumbang pangsa pasar terbesar yaitu 35,9%. Namun, daya jual produk hormon pertumbuhan di berbagai negara berkembang dan masyarakat kelas menengah meningkat.

Menurut data penjualan tahun 2017 dari perusahaan riset global IMS Health, nilai pasar hormon pertumbuhan di Indonesia diperkirakan mencapai US$820.000 dan akan terus meningkat tumbuh ke depannya karena Indonesian memiliki jumlah populasi terbesar keempat sedunia diikuti dengan semakin meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah.

Saat ini, sebagian besar produk hormon pertumbuhan yang ada di Indonesia diimpor dari luar negeri seperti Amerika Serikat dan Denmark sehingga menimbulkan beban biaya pengobatan yang cukup tinggi bagi pasien. Meskipun diproduksi di Korea, PT. Daewoong Infion berencana meluncurkan Somatropin dengan harga terjangkau, lebih rendah dibandingkan dengan harga pasaran untuk meringankan beban biaya pengobatan pasien.

“Sebagian besar pengobatan hormon pertumbuhan yang ada di Indonesia menyebabkan beban biaya pengobatan bagi pasien. PT. Daewoong Infion berencana merilis Somatropin, produk dengan sistem injeksi pena, dengan harga yang wajar untuk meringankan biaya pengobatan pasien. Kami berharap Somatropin yang kami kembangkan dapat meningkatkan kenyamanan pasien dan memudahkan mereka mengontrol jumlah dosis melalui jarum suntik kartridnya. Kami berencana untuk meluncurkan produk ini dalam paruh kedua tahun ini,” beber Suh Chang Woo. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s