Menikmati Kelezatan Sajian Kepala Ikan Pindang Bertabur Rempah

Hidupgaya – Lampung Selatan tidak hanya terkenal dengan keindahan pantai, kemegahan Gunung Rajabasa, namun kulinernya juga menggugah selera. Salah satunya adalah sajian Pindang Kepala Simba “Bu Ida” yang laris diburu pengunjung.

Pindang Kepala Simba Bu Ida (dok. Asah Kebaikan)

Ikan pindang juga dikenal dengan ikan kuwe, disajikan  di atas piring dengan taburan aneka rempah rajangan berikut kuah bening gurih yang menggugah selera. Menurut Kusmayadi, pemilk warung yang berlokasi di  Jalan Trans Sumatera Lampung Selaran, di masa sebelum pandemi, sebanyak 50 kg kepala ikan habis dalam sehari. Di masa pandemi, permintaan masih tergolong tinggi. “Harus memesan dulu sehari sebelumnya, Jika mendadak takutnya sudah habis,” ujar Kusmayadi yang juga disapa Aa (panggilan untuk abang khas Sunda) saat ditemui Hidupgaya.co bersama Tim Asah Kebaikan di Lampung Selatan, baru-baru ini.

Tampilan kepala pindang ini menggoda. Kepala ikan dibelah dan ditaburi bumbu rajang di antaranya jahe, cabe rawit, daun bawang, lengkuas juga kunyit lengkap dengan daun kemangi. “Sengaja bumbunya diiris agar kuahnya tetap bening, tidak keruh,” beber Kusmayadi yang mengaku kerap mendapat kunjungan tamu pemda Lamsel dan pelancong lain  yang tahu mengenai menu pindang dari getok tular atau media sosial.

Layaknya menikmati sajian kepala ikan, cara paling pas adalah menggunakan tangan, ditemani sambal terasi dengan irisan jeruk limau dan lalapan. Semua bagian ikan bisa disantap, kecuali tentu saja kerangka kepala dan insang.  Satu porsi pindang ikan kepala simba ini hanya Rp35.000, sangat terjangkau karena bisa nambah nasi sepuasnya.

Kusmayadi mengatakan, makan kepala ikan di warungnya berasa menikmati makanan rumahan. Tampilan warung memang tak seperti halnya kedai lain. Lebih tepatnya rumah yang dialihfungsikan sebagai tempat makan. Tidak heran bagi pengunjung yang baru datang pertama kali, mereka akan celingukan mencari letak warung. Satu-satunya penanda hanya papan petunjuk warung yang berada di pinggir jalan. “Memang konsepnya seperti makan di rumah sendiri. Lesehan beramai-ramai dan santai,” ujarnya.

Jangan lupa nikmati juga jengkol goreng dengan daging yang empuk saat digigit, yang disantap bersama tahu tempe dan tentu saja di kepala ikan sebagai hidangan utama. Dijamin nambah! (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s