Menikmati Sajian Kuliner Khas Jambi Sarat Filosofi

Hidupgaya – Kuliner Nusantara memiliki kekuatan untuk menyentuh dan merangkul keberagaman, tanpa membeda-bedakan. Tak dimungkiri, kuliner memang menyimpan rangkaian sejarah tentang manusia, tempat, dan cerita kerja keras menghasilkannya. Hal tersebut juga tercermin dalam pembuatan gulai terjun, makanan khas Jambi yang terbuat dari daging sapi atau kerbau.

Kerbau memang biasa dipotong masyarakat di pedesaan Jambi yang mengadakan pesta, salah satunya untuk membuat gulai terjun, yang diolah dengan bumbu-bumbu rempah seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar, kunyit, lengkuas, daun jeruk, kapulaga, batang sereh, dan cabai merah. Tak lupa, ditambah umbut kelapa sawit yang sudah dipotong-potong.

Gulai terjun memiliki cita rasa yang lebih manis. Ada yang unik dari gulai terjun yakni cara memasaknya yang langsung dimasukkan semua bahan dan bumbu sekaligus karena itu dinamakan “terjun”. Makanan lain dari Jambi adalah gulai tepek, yang terbuat dari ikan giling. Keunikan gulai tepek terletak pada penggunaan tepung tapioka. Kemudian dikukus supaya bisa dibentuik dan dipipihkan, lalu dipotong-potong sesuai selera.

Wakil Walikota Jambi sekaligus Ketua ILUNI UI Wilayah Jambi H. Maulana, mengatakan kuliner Jambi memiliki filosofi luar biasa. Misalnya, kue padamaran yang terbuat dari beras dengan tampilan sederhana namun semakin digali, rasanya semakin manis. Selain itu, kuliner Jambi dikenal baik, sehat, dan halal. “Seperti gulai terjun, semua bahan yang digunakan bahan yang halal menurut Islam. Tepek juga mayoritas dari ikan. Ikan adalah bahan yang ditemukan dalam keadaan mati pun tetap halal,” ujar Maulana di acara Festival Kuliner Nusantara Jambi berkolaborasi dengan ILUNI UI Wilayah Jambi, Pemerintah Kota Jambi, Aston Hotel Jambi, serta pelaku bisnis kuliner Jambi, baru-baru ini.

Di kesempatan yang sama, pelaku bisnis kuliner Jambi Hj. Erni memaparkan kuliner Jambi memiliki potensi yang tidak kalah dengan kuliner dari daerah lainnya. Ada empat masakan Jambi asli yang menjadi menu andalannya yakni gulai terjun, goreng ancur, sambal pirik ikan, dan satu ciptaan sendiri yaitu tempoyak buluh. “Kuliner Jambi rasanya tidak kalah dari masakan lainnya Jika anda ingin belajar memasak khas kuliner Jambi, harus siap untuk memberikan resepnya,” ujarnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno yang hadir secara virtual menyampaikan harapan dan dukungan atas pelaksanaan Festival Kuliner Nusantara Jambi sebagai bagian dari kenormalan baru. Dia juga berharap, acara ini mampu membangkitkan ekonomi kreatif, memupuk semangat, dan menjadi peluang usaha untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya. “Kami mendukung pariwisata Jambi karena Jambi punya situs-situs tertua di nusantara seperti Gunung Kerinci, dan kulinernya. Rencananya program ini akan dikemas dalam paket nature dan culture,” tandas Sandiaga. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s