Debut The Apprentice: ONE Championship Edition, Tim Valor Gondol Kemenangan

Hidupgaya – Serial reality show The Apprentice: ONE Championship Edition telah melakukan debutdi seluruh Asia. Episode perdana acara yang banyak dinantikan penonton ini ditayangkan di AXN, mitra siaran resmi Asia, Kamis (18/3) pukul 19:50 WIB. Salah satu perbedaan paling mencolok dari format asli The Apprentice adalah pengenalan acara terhadap tantangan fisik, yang dirancang untuk mendorong kandidat melampaui batas mereka dari fisik, mental, emosional, dan perspektif spiritual. Dengan kata lain, tantangan yang hadir lebih berat.

Di episode perdana, penonton dibawa menuju lokasi bernama 24 Owls, yang terletak di Pembangkit Listrik Pasir Panjang yang bersejarah, di mana mereka bertemu dengan Lau. Tempat tersebut berfungsi sebagai lokasi untuk tantangan fisik pertama – perlombaan estafet klasik yang terdiri dari serangkaian rintangan. Kandidat telah dikelompokkan sebelumnya menjadi dua tim  dengan tujuan untuk menyeimbangkan kepribadian, kekuatan dan kelemahan.

Roman, Paulina, Niraj, Alvin, Joy, Eugene, Lara, dan Nazee merupakan tim biru, yang kemudian dikenal sebagai Tim Conquest. Paulina merupakan perwakilan Indonesia yang berlaga di kompetisi yang sangat kompetitif ini. Sementara Clinton, Kexin, Jessica, Teirra, Irina, Sho, Monica, dan Louie menjadi bagian dari tim merah, yang kemudian dikenal sebagai Tim Valor.

Tantangan fisik akan memainkan peran yang semakin besar dalam kompetisi seiring berjalannya musim, di mana masing-masing tim mengambil tugas sambil memanfaatkan kecepatan, kekuatan, kelincahan, daya tahan, dan sedikit permainan.  Louie sukses menombak target akhir, memenangkan tantangan untuk Tim Valor.

Tantangan Bisnis Tetap Utama

Meski tantangan fisik terasa menantang bagi tiap peserta, namun tantangan bisnis tetap menjadi fokus utama The Apprentice. Di sinilah para kandidat membuktikan diri mereka layak untuk maju melalui kompetisi setiap minggu dan menghindari eliminasi. Untuk tantangan bisnis pertama dari seri ini, kedua tim diberi waktu satu setengah hari kerja untuk membuat perlengkapan paket penting “ONE at Home” yang menampilkan satu paket merchandise ONE Championship untuk para penggemar yang tidak dapat menyaksikan laga secara langsung.

Tugas tersebut melibatkan pembuatan prototipe produk, yang mencakup nama, kemasan, dan rencana pemasaran yang akan diajukan ke Sityodtong (Chairman dan CEO ONE Championship) dan Niharika Singh, Senior Vice President of Corporate Development and Strategy ONE. Setiap tim dengan suara bulat memilih ‘Manajer Projek’ yang akan memimpin strategi dan implementasi. Nazee dari Tim Conquest dan Clinton dari Tim Valor dipilih untuk memimpin tim masing-masing untuk tantangan ini. 

Dengan gaya Apprentice yang sebenarnya, penonton dapat menyaksikan cara kerja inti dari rencana bisnis yang digabungkan lengkap dengan pelaksanaan teknis dan drama yang tinggi. Kepribadian yang berbeda dan saran yang bertentangan mendominasi ruangan karena masing-masing tim bergegas untuk menyusun produk akhirnya masing-masing. 

Tim Valor membawa pulang kemenangan dengan persembahan yang lebih unggul. Jessica diidentifikasi oleh timnya sebagai Manajer Projek tulen, sementara Clinton masih ‘meraba-raba’ di bawah tekanan. Dengan kekalahan Tim Conquest, dalam tantangan, Nazee, Alvin, dan Lara dikirim ke ‘chopping block’ dimana mereka ‘disidang’ oleh Chairman dan CEO ONE Championship Chatri Sityodtong. Namun Sityodtong mengatakan itu tantangan non-eliminasi, sehingga tidak ada kandidat yang harus mengepak koper. 

Tak dimungkiri, episode perdana The Apprentice: ONE Championship Edition menjadi salah satu edisi paling menarik dalam sejarah franchise reality TV.  CEO dari beberapa perusahaan multinasional terbesar di dunia bakal hadir sebagai bintang tamu, antara lain Eric Yuan dari Zoom, Anthony Tan dari Grab, dan Patrick Grove dari Catcha Group. Selain itu, musim ini akan menampilkan superstar ONE Championship dan legenda seni bela diri seperti Georges St-Pierre dan Renzo Gracie. 

Pemenang akan menerima tawaran pekerjaan yang didambakan untuk bekerja langsung di bawah arahan Sityodtong sebagai anak didiknya di markas ONE Championship di Singapura dan hak itu disebut The Apprentice. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s