Pentingnya Pantau Tumbuh Kembang Batita untuk Deteksi Adanya Keterlambatan

on

Hidupgaya – Tumbuh kembang anak sudah seharusnya menjadi perhatian para ibu. Tumbuh kembang ini punya lima dimensi, yaitu kesehatan, motorik, kognitif, bahasa, dan psikososial. Di masa pandemi seperti sekarang, aspek kesehatan menjadi perhatian utama. Namun demikian, dimensi tumbuh kembang lainnya tak boleh diabaikan.

Tiga tahun pertama kehidupan anak alias batita merupakan periode krusial, di mana terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Saat bayi lahir, berat otaknya kira-kira hanya 25% dari berat otak orang dewasa. Tetapi, hingga usia 3 tahun, otak batita kan berkembang secara pesat dan memproduksi milyaran sel otak dan koneksi antar sel-sel otak, melalui sinapsis otak.

Sel-sel otak itu membutuhkan koneksi yang menghubungkan antar sel otak. Ketika anak belajar dan menerima stimulus, koneksi antar sel terbentuk dan menjadi semakin kuat ketika sering dilatih. Semakin banyak koneksi sel-sel otak yang dibutuhkan terjadi, semakin cepat proses belajar terjadi. 

Bagaimana caranya mengetahui anak mengikuti fase tumbuh kembang normal? Untuk mengetahui hal ini, penting bagi ibu mengenali dan mengetahui tahapan tumbuh kembang anak sesuai tahapan usia. Anak usia 1-2 tahun antara lain mampu merangkak lebih cepat, bisa mengangkat badan sendiri dan berdiri sambil berpegangan pada benda di sekitarnya, atau suka memindahkan benda, mulai tertarik melihat gambar dan dapat mengikuti perintah sederhana.

Namun setiap anak unik. Tidak semua anak memiliki kecepatan tumbuh kembang yang sama. Ada yang lebih cepat, atau sedikit lebih lambat. Menurut dokter spesialis anak konsultan, dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A(K), orangtua dapat mengenali apakah tumbuh kembang anak masih dalam kisaran wajar dengan mengetahui tahapannya sesuai usia. 

Bagaimana jika ternyata anak mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembang? Bernie menyarankan, harus dilihat lagi benarkah terlambat. Ibu tak perlu khawatir jika tumbuh kembang anak berlangsung lebih cepat atau lambat dari kriteria, karena setiap anak bertumbuh dan berkembang secara berbeda. Apabila ibu merasa cemas dengan tumbuh kembang anak, disarankan untuk menemui dokter/ahli tumbuh kembang. “Bisa dilakukan deteksi dan selanjutnya intervensi jika memang terjadi keterlambatan tumbuh kembang, jadi masih bisa dikejar,” ujar Bernie di acara diskusi Dancow ParentFest Vol 2 yang dihelat secara daring, baru-baru ini.

Tumbuh kembang optimal anak dapat dicapai dengan pemenuhan nutrisi, stimulasi yang tepat dan lingkungan penuh cinta kasih. Dikatakan psikolog keluarga dan anak, Vera Itabiliana, periode batita dan prasekolah adalah masa penting bagi proses pertumbuhan anak  yang akan membentuk dan menjadi dasar karakteristik anak kelak. “Di masa ini, ekspresi cinta kasih orangtua sangat mempengaruhi kenyamanan anak untuk terus bereksplorasi dan memaksimalkan lima dimensi tumbuh kembang, termasuk sosio-emosionalnya,” tandas Vera. (HG)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s