Makan Mie Instan Tambah Nasi, Sehatkah?

Hidupgaya – Mie instan menjadi andalan saat lapar melanda. Tak heran jika produk yang efektif sebagai pengganjal perut ini memiliki penggemar luas di Indonesia. Beragam varian mie instan diluncurkan untuk memanjakan lidah konsumen. Varian soto misalnya, tercatat memiliki penggemar cukup besar.

Nah, baru-baru ini PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk merilis varian terbaru, Pop Mie PaNas atau “Pake Nasi” dengan rasa soto ayam. Dikatakan Vemri Veradi Junaidi, Senior Brand Manager Pop Mie, peluncuran varian anyar ini  terinspirasi atau berangkat dari kebutuhan konsumen. “Kami melihat, kebiasaan banyak orang di Indonesia, kalau mengonsumsi sesuatu harus pakai nasi. Kalau belum ketemu nasi rasanya belum kentang,” ujar Vemri dalam konferensi pers virtual menandai peluncuran Pop Mie PaNas “Pake Nasi” Senin (2/11).  Varian baru ini membidik anak muda berusia 16-24 tahun yang memiliki aktivitas padat.

Menurut Vemri,  anak-anak muda ini umumnya tidak mau repot memasak sesuatu yang dapat mengganggu aktivitas mereka. Karenanya, Pop Mie PaNas hadir sebagai pengganjal lapar yang lebih praktis. “Ada nasinya, yang terbuat dari beras asli, tinggal diseduh,” ujarnya.

Beras ketemu mie bukankah karbo ketemu karbo? Vemri menyebut, produk terbaru mereka sudah memenuhi standar keamanan pangan dan lulus uji Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan kata lain, menurut Vemri, varian baru ini dibuat sesuai takaran: Kandungan mie 70% dan nasi 30%.

Menanggapi soal peluncuran varian mie pakai nasi, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah MS, Ketua Umum Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan) berpendapat selama tidak dikonsumsi secara berlebihan, maka tidak berbahaya. “Konsumsi untuk pengganjal lapar di sela waktu makan boleh saja. Namun saat makan utama harus konsumsi makanan bergizi seimbang, dan tentu saja harus diimbangi dengan olahraga rutin,” ujarnya.

Total kalori pada produk teranyar Pop Mie ini jumlahnya 350 kkal. “Kalau orang dewasa aktif butuh 2.000 kkal per hari, maka makan seporsi mie instan mencakup 1/6 dari total kebutuhan kalori kita. Untuk proteinnya kira-kira 1/10 dari total kebutuhan protein harian. Jangan lupa, biasanya bahan baku terigu untuk mie instan sudah difortifikasi (diperkaya) dengan zat besi, mineral juga vitamin sesuai standar Kemenkes RI,” imbuh Prof. Hardinsyah.

Poinnya adalah jangan jor-joran. Imbangi dengan pola makan gizi seimbang sesuai kaidah Isi Piringku mencakup protein, karbohidrat, sayur buah, cukup minum dan olahraga rutin. (HG)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s