Fesyen Etis Khas Indonesia Potensial Curi Perhatian Pasar Global

Hidupgaya – Konsep sustainable fashion (fesyen berkelanjutan) menjadi perhatian penting bagi 164 desainer/brand fesyen muslim Indonesia dalam membuat koleksi busana dengan total 720 look yang ditampilkan dalam acara Virtual Fashion Show Modest Fashion ISEF 2020. Konsep fesyen berkelanjutan bukan sebatas produk fesyen, namun terkait dengan sustainable lifestyle, yaitu gaya hidup berkelanjutan yang mengacu pada tiga prinsip dasar sustainable: sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Koleksi KAMI di ISEF 2020 (dok. kami)

Fesyen etis dan berkelanjutan memperhatikan seluruh rantai pasokan dan siklus garmen, meliputi sumber, proses produksi, hingga etika kerja, kesejahteraan tenaga kerja, dan pengelolaan limbah lingkungan. Di Indonesia, fesyen etis sebenarnya sudah lama dipraktekkan oleh para perajin kain Nusantara dengan penggunaan pewarna alam. Kearifan lokal dapat dioptimalkan untuk mengembangkan fesyen etis khas Indonesia yang potensial untuk menarik perhatian pasar global.

Virtual Fashion Show yang digelar pada hari kedua kembali menampilkan koleksi yang menerapkan konsep sustainable fashion dengan menggunakan konten atau sumber daya lokal seperti kain Nusantara, serta pewarnaan alam dan prinsip daur ulang. Seperti koleksi yang ditampilkan pada sesi pembuka rangkaian Virtual Fashion Show pada hari kedua, yaitu My Daily Hijab, ALULA by Aulia Hijri dan sunglasses by wd eyewear, Astri Lestari, Risa Maharani, Jenna & Kaia, Rosie Rahmadi, Get-A by Cut Putri Kausaria X Rorokenes by Syanaz Nadya, QNANZ by Lia Dahlia, Haitwo by Temmi Wahyuni, SHAJNA by Lania Rakhmawati, Iqleem, Eienno by Winarni Widjaja, La Linda Boutique Linda Purnama.

Sesi kedua Virtual Fashion Show menghadirkan parade karya dari ADHY|ALIE Supported by KPw BI Provinsi Sulawesi Selatan, Deeje by Dewi Deeje, Roemah Djoempoetan Srihadi, Aninda Nazmi, House of Distraw by Dini Wiradisastra, RAEGITAZORO, Muthis collections by Midio Sri Dewi, Hannie Hananto, BOLDSESSION by erikaardianto dan accessories by arrajewelry, Pokant Takaq by Novi, dan SANTOON by Pricilla Margie.

Koleksi L.Tru di ISEF 2020 (dok. l.tru)

Sebagai penutup Virtual Fashion Show pada hari kedua menghadirkan karya dari Hanifa Ramadhanti for MAHESTRI X Pyo Jewelry – Luthfia Fataty, Lanny Amborowati X Geulis Leather by Petty Widyanti, LAWE by Adinindyah X TZEZA by Sami Nainggolan, Vonna Nunucolla by Rahmi Fonna, Defika Hanum | Shoes by UJ Yuna, house of reika by rikareika, L.tru, AZZAR by Sophistix X Daun Agel by Faiqotul Himmah, dan eugeneffectes.

“Fesyen etis dan berkelanjutan harus menjadi perhatian bersama untuk memastikan tidak adanya dampak bahaya terhadap lingkungan dan menghargai sumber daya manusia untuk kesejahteraan masyarakat jangka panjang. Mari bersama-sama kita menjadi konsumen yang bijak dan produsen yang bertanggung jawab,” papar Diana Yumanita, Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia dalam Fashion Talk Sustainable Fashion sebelum memulai sesi penutup Virtual Fashion Show Modest Fashion ISEF 2020 pada hari kedua yang berlangsung  Kamis (29/10). (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s