Lanjut ke konten

Ekstrak Nanas Bikin Daging Ayam Lebih Lembut dan Enak

09/08/2020

Hidupgaya – Apa hubungan nanas dan ayam? Kita tidak sedang membicarakan masakan ayam asam manis. Nanas di sini berfungsi sebagai pakan ternak yang membuat ayam memiliki kinerja lebih baik dan tidak gampang mati. Sebagai bagian dari kebijakan pemerintah terkait keamanan pasokan rantai makanan, sejak 2018 produsen pakan ternak diwajibkan untuk mematuhi peraturan Non-AGP (Antibiotic Growth Promoter) dalam proses produksinya. 

(Kiri ke kanan):Direktur Utama Sreeya Tommy Wattimena dan Managing Director Foods Dicky Saelan menunjukkan produk pangan olahan Belfoods dengan harga terjangkau (dok. hidupgaya)

Situasi ini memunculkan kebutuhan bagi para peternak terkait inovasi pakan berkualitas yang dapat menghasilkan ayam produktif serta sehat. Menjawab kebutuhan ini, PT Sierad Produce Tbk (kini bernama PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk) berkolaborasi dengan PT Great Giant Pineapple (GGP), merilis  pakan ayam pedaging yang diformulasikan khusus dengan ekstrak nanas.

Direktur Utama Sreeya Tommy Wattimena mengatakan sari pati buah nanas kaya akan enzim dan nutrisi yang berguna bagi kesehatan ternak. “Ekstrak nanas mengandung enzim protease (pemecah protein) dan kaya nutrisi lainnya seperti vitamin C, B1, potasium dan mangan yang baik bagi kesehatan ternak,” kata Tommy dalam acara Poultry Rethinking di Jakarta, baru-baru ini.

Tommy menambahkan, ekstrak nanas juga mempunyai fungsi sebagai anti-peradangan yang membantu ayam untuk memiliki sistem metabolisme dan daya cerna yang baik, sehingga dapat menghasilkan ternak ayam yang lebih gemuk dan sehat dengan rasa daging yang lebih enak.

“Berdasarkan penelitian dan penerapan pakan ekstrak nanas di peternakan secara full-cycle yang telah kami jajaki sejak 2018, ternak yang menggunakan pakan dengan ekstrak nanas ini terbukti sehat, memiliki performa lebih baik, dan tidak cepat mati,” imbuhnya.

Direktur Utama Sreeya Tommy Wattimena (kanan) dan Managing Director Foods Dicky Saelan (kiri) menunjukkan produk pangan olahan Belfoods dengan harga terjangkau (dok. hidupgaya)

Peternak yang sudah pernah membandingan pengunaan pakan ekstrak nanas terhadap pakan premium (series B) dari Sreeya mengakui menemukan bahwa terjadi kenaikan Feed Effeciency (FE) dan Indeks Prestasi ( IP) di atas 400 dibandingkan dengan standard PE 387 dibandingkan mengunakan pakan regular. 

Kelebihan lainnya, enzim protease pada ekstrak nanas juga meningkatkan daya cerna protein sehingga kotoran ayam cenderung lebih kering. Ayam yang diberi makan ekstrak nanas juga lebih gemuk dan sehat dengan daging yang lebih lunak dan rasa lebih enak.

Tommy menambahkan, pakan ternak berbahan ekstrak nanas juga bertujuan untuk menjawab kebutuhan bahan pangan sumber proteinyang lebih. Tommy mencontohkan, berdasarkan produksi domestik bruto, antara sumber protein ayam dan sapi terpaut cukup jauh. “Sapi masih dianggap makanan mahal, sehingga ayam menjadi pilihan protein yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Tingkat konsumsi ayam Indonesia bahkan 16 kg lebih besar dari Malaysia. Ini yang menjadikan Tommy optimistis bisnis poultry masih akan terus berkembang ke depannya.

Di acara tersebut, Sreeya  yang dikenal sebagai produsen makanan olahan ayam dengan merek Belfoods, merilis makanan olahan dengan harga lebih terjangkau, mulai harga Rp5 ribu. “Selama musim pandemi banyak masyarakat yang sulit mengakses lauk berprotein hewani. Kami berinisiatif meluncurkan produk pangan olahan ayam dengan harga lebih terjangkau, sehingga bisa lebih banyak dinikmati berbagai kalangan. Hal ini bertujuan agar semua kalangan bisa menikmati protein berkualitas,” beber Tommy.

Bukan hanya menciptakan produk dengan harga yang lebih terjangkau, sejak 2019 Sreeya telah memanfaatkan teknologi dalam operasional kandang sebagai pelengkap inovasi pakan dan day old chicken (bibit ayam) berkonsep Smart Poultry Farming.

Managing Director Foods, Dicky Saelan menambahkan dengan mengusung konsep smart farm, terungkap bahwa tak hanya tempat makan atau restoran saja yang bisa go-digital, kini peternak pun memanfaatkan sistem daring. “Digitalisasi peternakan ayam ini dilakukan guna memperoleh hasil ayam potong yang sehat, enak, dan tidak cepat mati karena lebih mudah mengontrolnya,” ujar Dicky.

Daging ayam masih menjadi bahan masakan favorit masyarakat Indonesia. “Jenis daging ayam segar paling diminati, namun permintaan ayam beku juga meningkat,” tandasnya. (HG)

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: