Lanjut ke konten

Imbas Pandemi Covid-19, Masyarakat Indonesia Takut Menganggur

14/07/2020

Hidupgaya – Pandemi coronavirus memang tidak mudah dijalani. Banyak ketidakpastian yang mesti dihadapi dan belum diketahui kapan situasi ini bakal berakhir. Terkait dengan situasi ini, A Bird Eye’s View (ABEV) melakukan survei di 7 negara melibatkan 1.000 responden berusia 18 atau lebih yang dilakukan antara 5 – 22 Mei 2020. Negara yang disurvei adalah Inggris, Perancis, Italia, Chili, Peru, Nigeria, dan Indonesia.

Studi ini mengungkapkan keinginan kuat untuk dunia yang lebih adil, berkelanjutan dan harapan tinggi kepada pemerintah. Hampir tiga perempat orang (71%) yang disurvei di 7 negara percaya ‘normal baru’ akan mengubah masyarakat secara permanen. Hampir sembilan dari sepuluh (85%) meyakini krisis sebagai ‘percepatan’ perubahan yang perlu terjadi. Hanya 25% mengharapkan ‘normal lama’ untuk kembali.

Helena Wayth, CEO ABEV Global dan Eva Arisuci Rudjito, mitra Indonesia dalam proyek penelitian ABEV di Indonesia, memaparkan hasil suvei secara daring baru-baru ini. “Di berbagai budaya dan masyarakat, orang-orang berbagi visi yang sangat konsisten; mereka menginginkan pemulihan virus corona yang tidak hanya berfokus pada memperbaiki ekonomi, tetapi juga mengambil langkah berani untuk memperbaiki lingkungan kita dan meningkatkan masyarakat kita,” ujar Helena.

Terlepas dari kenyataan pandemi brutal, imbuh Helena, orang-orang di seluruh dunia juga tetap sangat optimis. Mereka berbagi semangat dan harapan dari krisis ini serta melihat potensi besar untuk perubahan. “Ini menghadirkan tantangan dan peluang yang sangat besar bagi pemerintah, masyarakat dan bisnis. Apakah kita mengambil kesempatan ini untuk menyelesaikan perubahan iklim, memberikan kesempatan untuk orang-orang di negara berkembang dalam sistem kesehatan dan kesejahteraan, mendefinisikan kembali apa artinya bagi perusahaan untuk menjadi warga negara yang baik, fokus memperbaiki ekonomi kita yang rusak dan meninggalkan pertanyaan yang lebih besar untuk hari lain,” bebernya.

Survei mengungkap hasil menarik terkait situasi di Indonesia. Kebanyakan orang di Indonesia fokus pada dukungan untuk ekonomi informal, dan mereka menginginkan koordinasi yang lebih baik antara pemerintah nasional, regional dan lokal untuk mengimplementasikan solusi secara efektif.

Di Indonesia, hampir dua pertiga (60%) orang takut akan pengangguran, proporsi tertinggi kedua dari negara mana pun yang disurvei. Lebih lanjut 62% khawatir tentang kemampuan mereka untuk memenuhi komitmen keuangan mereka dan 54% khawatir tentang ancaman resesi.

Hampir dua pertiga (60%) masyarakat Indonesia menginginkan pemerintah memprioritaskan dukungan untuk usaha kecil dan menengah, lebih dari negara lain. Lebih dari setengah (59%) orang Indonesia menginginkan bisnis menciptakan tempat kerja yang lebih aman dan lebih inklusif. Orang-orang di seluruh dunia bersatu dalam masalah besar yang penting.

Eva menambahkan, survei ini mengungkapkan tingkat kekhawatiran di Indonesia tentang keamanan finansial, dan orang-orang berharap pemerintah nasional untuk bekerja dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk melindungi mata pencaharian mereka. “Ada juga peran yang lebih penting bagi LSM untuk dimainkan dalam pemulihan, mereka harus memiliki peran yang lebih terlihat dan aktif dalam upaya kolaboratif ini,” tandas Eva. (HG)

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: