Lanjut ke konten

Menjajal Kuliner Legendaris Khas Semarang di Resto Kepala Manyung Bu Fat

16/02/2020

Hidupgaya – Gairah kuliner rumahan tampaknya kian tak terbendung. Di tengah serbuan resto yang menawarkan sajian kekinian (menu a la Barat), resto yang menyajikan menu legendaris citarasa khas daerah seolah tak kehilangan pamor.

Jika mengunjungi Semarang, mungkin pernah dengar Resto Kepala Manyung Bu Fat. Resto yang menyajikan menu rumahan dengan andalan kepala manyung (ikan jambal roti) ramai dengan pelanggan.

Di Semarang, hasil laut dari tangkapan nelayan ini terbilang berlimpah. Kearifan lokal masyarakat Semarang menghadirkan olahan manyung yang dikeringkan dengan cara diasap. Teknik asap membuat olahan menjadi spesial karena aroma dan rasa asap yang istimewa.

Kenapa diambil bagian kepala? Tak lain karena bagian kepala manyung mengandung daging yang lebih banyak dari jenis kepala ikan lain. Tekstur dagingnya pun tebal, namun kenyal dan lembut walau telah dikeringkan.

Membuka cabang di Jalan Raya Cipete No 8 Jakarta Selatan, Resto Kepala Manyung Bu Fat menyajikan menu kuliner rumahan dengan ambience yang homey. Berasa makan di rumah. Selain kepala manyung yang menjadi andalan, resto yang dikelola generasi ketiga ini juga menyajikan aneka olahan rumahan, sebutlah sambal pete, oseng daun pepaya, oseng jengkol, oseng cumi, oseng pare, oseng bunga pepaya, oseng kikil, garang asam ayam dan sebagainya.

Pelanggan bisa mengambil sendiri semua menu sesuai selera. Prasmanan, kalau menurut istilah kekinian. Sambal pete di resto ini juara, namun tentu saja jangan melewatkan kepala manyung yang diolah dengan santan (seperti membikin mangut lele) disertai taburan rawit pedas.

Rasanya? Jangan ditanya, tentu saja lezat. Menurut pengelola Resto Kepala Manyung Bu Fat cabang Cipete, Banik Yoandanny beserta suami, Ahmad Dwiyanto, olahan kepala manyung itu mempertahankan racikan rahasia bumbu dari mendiang Bu Fat. “Kami yakin, rasa yang otentik mampu menjadi magnet kuat bagi pembeli untuk datang dan mencoba. Mereka akan kembali lagi setelah mencobanya,” kata Banik.

Olahan kepala manyung dibuat melalui proses yang bisa dibilang agak berliku: Ikan dan kepala ikan dikeringkan dengan diasap menggunakan tempurung kelapa selama 1,5 hingga 2 jam. Untuk bagian kepala, efek asap tidak akan mengeringkan bagian kepala yang diasap utuh, namun hanya mengeringkan bagian luar untuk mendapatkan efek smoky yang nikmat. Sajikan dengan kuah santan kuning dengan taburan cabai rawit utuh. Pas mantap disantap saat makan siang, atau siang menjelang sore.

Banik mengenang, pelanggan yang datang ke Resto Kepala Manyung Bu Fat beragam. Tidak hanya dari kalangan warga yang ingin bernostalgia dengan citarasa otentik, namun juga kalangan muda – bahkan dari generasi milenial. “Butuh perhatian serius ketika harus berbisnis kuliner khas di Jakarta. Modal utama kami adalah meracik olahan lezat yang otentik serta memenuhi permintaan masyarakat Jakarta sehingga tidak perlu lagi harus terbang ke Semarang, hanya untuk menyantap Kepala Manyung Bu Fat,” bebernya.

Banik menyebut untuk bisa dipercaya konsumen dan pelanggan, Kepala Manyung Bu Fat harus yang utama mempertahankan kualitas bahan dan bumbu khas dan orisinil. Kepala manyung asap didatangkan dari sentra pengasapan milik keluarga di Semarang. “Kunci rahasia kelezatan ini ada pada proses pengasapan kepala manyung secara alami,” imbuh Banik.

Dalam seminggu, sebut Banik, dibutuhkan 100 kilogram kepala manyung untuk satu gerai. Ukuran kepala manyung bervariasi, mulai kecil, sedang, besar dan jumbo. Ukuran kepala ikan tentu saja mempengaruhi harga yang tersaji di meja makan.

Nah, penasaran ingin mencoba? Makanlah beramai-ramai, karena porsi satu kepala manyung lumayan besar untuk dihabiskan sendiri. (HG)

From → Food Lover

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: