Mencintai Diri Sendiri Bukan Hal Egois, Tapi Menjadikanmu Lebih Baik

“Love who you are, embrace who you are. Love yourself. When you love yourself, people can kind of pick up on that: they can see confidence, they can see self-esteem, and naturally, people gravitate towards you – Lilly Singh”

Hidupgaya – Mencintai diri sendiri tampaknya gampang diucapkan namun sulit dipraktikkan. Budaya Timur mengajarkan kita untuk selalu mendahulukan orang lain dan tak jarang menempatkan diri sendiri di prioritas terakhir.

Peluncuran kampanye ‘Love Yourself 2020’ yang digagas oleh KT & G Indonesia (dok. ist)

Mencintai diri sendiri kerap disalahpahami sebagai hal egois. Padahal, mencintai diri sendiri itu penting. Sayangnya, di Indonesia – menurut riset – hal ini masih sangat kurang.

Kurangnya kesadaran untuk mencintai diri sendiri, menurut psikolog Elizabeth Santosa, menjadi hal yang umum di Asia, termasuk Indonesia. “Umumnya orang Asia memang cenderung lebih memikirkan orang lain dan terlalu khawatir dengan penilaian lingkungan. Meskipun itu bertentangan dengan apa yang kita rasakan,” kata psikolog yang akrab disapa Lizzy di sela-sela cara kampanye Love Yourself 2020 yang dihelat KT&G Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

Banyak hal ingin kita lakukan namun terhalang oleh stigma atau tekanan dari lingkungan. Dan sayangnya, tekanan ini memang berat sehingga membuat individu harus banyak menahan diri untuk melakukan hal yang disukai demi menghindari cap ‘aneh’ atau dibilang ‘norak’. “Tekanan dari lingkungan tanpa sadar memang sangat berat, ini yang jadi tantangan seseorang untuk bisa mencintai diri sendiri,” Lizzy mengakui.

Bentuk lain tidak mencintai diri sendiri, sebut Lizzy, adalah kita sulit berkata ‘tidak’ bahkan untuk sesuatu yang tidak kita sukai. “Kalau ada yang pinjam uang, orang Indonesia umumnya gak bisa menolak, juga segan menagih utang ke peminjam. Terlalu baik kepada orang lain sehingga terkesan kejam dengan diri sendiri, padahal diri sendiri juga butuh uang,” jelas Lizzy.

Jika ada orang yang memang sadar perlunya mencintai diri sendiri, namun pada praktiknya masih keliru. “Sebutlah me time di saat tertentu yang bertujuan untuk mencintai diri sendiri. Maksudnya benar. Tapi mencintai diri sendiri bukan hanya di saat tertentu, melainkan harus dilakukan setiap hari,” beber Lizzy.

Psikolog ini menambahkan, jika mencintai diri sendiri tidak dibiasakan, dampak jangka panjangnya lumayan serius: Krisis percaya diri karena harus selalu mengikuti kemauan orang lain. “Kita cenderung menuruti keinginan orang lain agar mendapatkan pengakuan dari lingkungan,” ulasnya.

Eka Tangkere, Strategic & Planning Manager of KT & G Indonesia (dok. Ist)

Namun demikian, belumlah terlambat untuk mencintai diri sendiri. Dan jangan takut dibilang egois saat melakukannya. Lizzy berbagi kiat untuk mulai mencintai diri sendiri dalam uraian berikut:

1. Bangun pagi dengan rasa syukur

“Mantrai diri sendiri kalau Anda adalah orang yang mengasihi, kuat, mandiri, dan hal-hal positif lainnya,” ujar Lizzy

2. Fokus pada hal baik

Lakukan untuk diri sendiri dan orang lain.  “Berbuat baik pada orang lain itu harus tapi jangan sampai merugikan diri sendiri,” ujar Lizzy.

3. Fokus pada kelebihan

Mulailah mencintai diri sendiri dengan fokus pada apa yang kita miliki dan sadari kelebihan yang ada.

“Mencintai diri sendiri juga menjadi dasar untuk kita bisa mencintai orang lain dan lingkungan. Selalu ucapkan I am good, I am happy, I am enough, i’m strong. jadikan itu mantra setiap hari,” tandas Lizzy.

Ajak Anak Muda Jadi Lebih Baik

Menyadari arti penting untuk mencintai diri sendiri agar dapat menikmati hidup yang lebih baik menjadi alasan dirilisnya kampanye ‘Love Yourself 2020’ oleh KT&G Indonesia.

Menurut Eka Tangkere, Strategic & Planning Manager of KT&G Indonesia, kampanye ‘Love Yourself 2020’  sengaja dirilis untuk menginspirasi anak muda Indonesia agar selalu berusaha menjalani hidup yang lebih baik. 

“Melalui kampanye Love Yourself 2020 kami ingin mengajak generasi muda indonesia yang kerap dilanda krisis kepercayaan untuk mulai mencintai diri sendiri,  mengenal diri secara lebih baik agar dapat menyebarkan kebaikan kepada sekitarnya, dan menjalani hidup dengan lebih baik,” tandas Eka. (HG)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s