Lanjut ke konten

Jangan Cemas, Millennials Bisa Kok Punya Rumah

09/02/2020

Hidupgaya – Kaum millennnials dikenal sebagai generasi pragmatis, suka belanja, jajan dan kehidupan khas urban lainnya. Mereka lebih suka traveling dan menghabiskan waktu di kafe ketimbang menabung.

Generasi Langgas ini juga lebih suka bekerja di sektor informal atau bekerja mandiri ketimbang kantoran. Karena gaya hidup seperti inilah maka diperkirakan millennials sulit memiliki rumah. Selain harga hunian yang makin melejit, persyaratan kredit kepemilikan rumah juga dinilai njelimet dan menyulitkan.

Namun tak usah cemas karena rupanya pengembang properti dan perbankan mulai melirik millennials sebagai target pasar strategis dan bersedia menyesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Nah, bagi millennials yang tertarik untuk memiliki tempat tinggal, jangan lewatkan berkunjung ke Indonesia Properti Expo yang akan dihelat 15 Februari 2020. Menurut Vice President PT Adhouse Clarion Events, Gad Permata, sekitar 650 produk properti akan ditawarkan di ajang IPEX 2020 dengan rentang harga yang terjangkau, mulai Rp140 juta hingga Rp3 miliar.

“Sebanyak 40% merupakan produk yang sesuai profil generasi milenial dengan harga berkisar Rp300 juta – Rp800 juta,” ujar Gad dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini. Dia menambahkan dari 116 peserta pameran, sekitar 40 peserta merupakan pengembang rumah subsidi, sementara sekitar 70% peserta mengembangkan proyek di kawasan Jabodetabek.

Pesona millennials tampaknya menjadi daya tarik Bank BTN, bank yang dikenal piawai dalam menyalurkan kredit properti. Untuk IPEX 2020, BTN menargetkan transaksi yang boleh dibilang moderat, yaitu di kisaran Rp3 triliun. Diky Irawan, Manager Non Subsidized Mortgage Bank BTN mengugkapkan, untuk menarik minat generasi milenial, Bank BTN memberi sejumlah kemudahan, seperti bunga 5,70%, uang muka mulai 1%, dan cicilan (tenor) hingga 30 tahun. “Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, kami berharap generasi milenial bisa memiliki rumah,” beber Diky.

Di kesempatan sama, Ketua Umum DPD REI DKI Jakarta, Arvin F. Iskandar mengungkap, tahun ini diproyeksi bakal menjadi awal bangkitnya pasar properti Indonesia setelah sekian tahun stagnan. Hal itu ditopang oleh sejumlah faktor, antara lain turunnya suku bunga acuan, berkembangnya fasilitas KPR, dan bertambahnya penawaran menarik dari para developer menjadi energi tambahan bagi industri ini. “Saya lihat akan terjadi uptrend di industri properti dengan kenaikan sekitar 5% dibanding tahun lalu,” kata Arvin.

Optimisme yang sama juga dirasakan Budi Suanda, Director of Realty PT PP Urban. “Kondisi ekonomi makro yang cukup stabil, kebijakan pemerintah yang semakin positif, hasil pemilu 2019 yang berjalan cukup baik, serta pasar dari millennials yang semakin sadar untuk segera memiliki hunian menjadi faktor pendorong positif,” bebernya.

Selain itu, pihak pengembang akan terus berpikir kreatif untuk dapat meningkatkan nilai produk dengan terus meningkatkan pemenuhan atas kebutuhan dan keinginan generasi milenial yang dinilai cukup menantang. “Millennials merupakan pasar terbesar, membutuhkan hunian yang berada di lokasi strategis, fungsional, konsep menarik, smart-tech, entrepreneurship-supportive, berkualitas namun sangat terjangkau serta mudah untuk dimiliki dengan DP sangat ringan, free akad, dan cicilan yang harus sesuai kemampuan mereka,” tandas Budi. (HG)

From → Money Talks

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: