Lanjut ke konten

Kesuksesan Bukan Hanya Monopoli Si Langsing, 4 Perempuan Bertubuh Ekstra Ini Buktinya

30/12/2019

Hidupgaya – Kamu pernah mengalami body shaming karena ukuran tubuhmu plus plus? Atau mengalami diskriminasi di lingkungan kerja karena bentuk tubuh yang jauh dari kata langsing? Isu semacam ini sangat lekat dengan kaum wanita yang memiliki postur tubuh gemuk dan cenderung berbobot ekstra.

Cantik berarti harus kurus sudah kadung melekat di masyarakat sehingga perempuan bertubuh ekstra dipandang tak memenuhi kaidah ini. Stigma tersebut juga kerap membuat wanita bertubuh gemuk menghadapi banyak tantangan dalam bersosialisasi, bahkan dalam meraih mimpi mereka.

Ukuran tubuh ekstra juga membuat sebagian wanita sulit memilih pakaian yang sesuai dengan ukuran tubuhnya. Menjawab tantangan ini, XTOXPLUS, salah satu pelopor clothing line big size di Indonesia, merilis sebuah kampanye digital #XtraordinaryYou – dengan pesan bahwa fisik bukanlah halangan semua wanita untuk berprestasi dan tampil menarik. Kampanye digital ini diunggah di akun Instagram dan Youtube XTOXPLUS.

Sebagai merek yang sudah mendalami dunia model dan gaya pakaian plus-size sejak 2010, XTOXPLUS memahami bahwa wanita bertubuh ekstra juga membutuhkan gaya pakaian modis, bervariasi, dan juga nyaman. Hal ini dipandang penting dalam membangun kualitas penampilan dan nilai kecantikan diri yang unik bagi mereka.

Hasil penelitian dan data dari Dailymail.UK pada 2018 menyebut bahwa 77% responden wanita obesitas di dunia ternyata mengalami kesulitan menemukan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan karakter pribadi mereka masing-masing.

Libatkan Digital Influencer Berukuran Ekstra

Mendukung kampanye digital tersebut, XTOXPLUS juga meluncurkan video kampanye yang akan memberikan gambaran penting bahwa kepercayaan diri seseorang dapat tumbuh dari kenyamanan dan penerimaan terhadap diri sendiri. Program kampanye  ini didukung oleh empat orang digital influencer yang telah menjadi  pelanggan setia XTOXPLUS serta berhasil merepresentasikan perwakilan kaum wanita berbobot ekstra yang tetap percaya diri dengan penampilan mereka sehingga meraih kesuksesan secara profesional dan berprestasi dalam beberapa bidang. Mereka adalah:

Fahmia Badib – 8 XL

Seorang belly dancer profesional dengan berat 103 kg, berhasil mematahkan stigma bahwa seorang penari perut harus selalu bertubuh langsing. Ia sukses menjadi penari perut Indonesia yang bertubuh gemuk.  “Jangan biarkan siapapun dan apapun menghalangi dirimu, karena perempuan itu lebih dari sekedar fisik saja. Remember that, knowledge is power,” ujarnya.

Ni Putu Chandra – 5 XL

Akrab dipanggil Tutu, ia adalah seorang beauty vlogger yang menyelesaikan studi master degree-nya di Queensland University Australia. Ia menjadi  salah satu fashion dan make up enthusiast serta content creator yang mengampanyekan bahwa setiap perempuan memiliki hak untuk terlihat cantik tanpa menekankan pada jenis dan warna kulit, tipe rambut maupun ukuran tubuh dan baju yang dipakainya. “Beauty is being confident and comfortable with your own body and also with yourself,” beber Tutu.

Sealy Rica – 7XL

Fashion enthusiast and influencer, mampu tetap tegar melawan body shaming dan perundungan di masyarakat dengan keunikan dirinya. Lebih jauh lagi, ia akan selalu mengeksplorasi gaya pakaian, make up dan kecantikan untuk kaum wanita plus size. “Menjadi pribadi yang menyenangkan tidak melulu memerlukan wajah cantik atau tubuh kurus karena semua itu berangkat dari hati yang tulus,” urainya.

Shena Malsiana – 5 XL

Seorang billboard singer yang telah berhasil menciptakan image yang kuat pada dirinya sendiri dengan keunikannya dalam berpenampilan dan berkarya dalam bermusik dan bernyanyi. Menurutnya kesuksesan dan dukungan akan dapat mudah diraih. “Syaratnya kita harus berdamai dulu dengan diri kita sendiri. Karena fisik itu hanya mendatangkan, tetapi menjadi pribadi yang baik itu yang bertahan,” tuturnya.

XTOXPLUS percaya, bahwa wanita bertubuh ekstra pun memiliki potensi dan hak untuk mengembangkan diri sesuai dengan talenta, passion, dan bidang profesi yang ditekuni. (HG)

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: