Lanjut ke konten

Bekatul Antar Rizano Bersaudara Jadi Jawara SUN Pitch Competition 2019

19/12/2019
Hidupgaya – Bekatul selama ini hanya dianggap produk sampingam padi yang hanya layak dijadikan pakan ternak. Namun faktanya, bekatul dapat diolah menjadi produk yang bisa dikonsumsi manusia dan memiliki nilai gizi tinggi.
Adalah Rizano Bersaudara yang menyadari potensi ini dan memutuskan ‘menyulap’ bekatul menjadi produk pangan yang memiliki nilai lebih. “Melalui bekatul beras merah, kami ingin mengembalikan kembali nutrisi nasi sehingga lebih bergizi dengan cara memasak nasi dicampur dengan bekatul,” tutur Muhammad Zacky Rizano, pemilik Bale Sehat (CV Rizano Bersaudara) dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.
Berkat ide sederhana namun mudah diaplikasikan ini Rizano Bersaudara, melalui merek Bale Sehat, memikat dewan juri dan memenangkan penghargaan juara satu di ajang Sun Pitch Competition 2019 yang digelar oleh SUN Business Network Indonesia (SBN Indonesia) dan Innovation Factory di Jakarta, Selasa (17/12).
Bekatul merupakan lapisan dalam dari bulir padi atau kulit ari beras. Dalam proses penggilingan padi menjadi beras, lapisan ini terbuang. Selama ini bekatul hanya digunakan sebagai pakan ternak. Padahal pada bekatul terdapat sejumlah nutrisi dengan kandungan tinggi, mulai serat, vitamin B komplek, mineral besi, alumunium, kalsium, magnesium, mangan, fosfor, seng, juga protein (dalam 100 gram bekatul terkandung 13% protein).
Selain dimasak dengan nasi, bekatul juga menjadi minuman yang terbuat dari campuran madu, lemon, dan satu sendok teh bekatul. Saat ini, Bale Sehat baru memproduksi 750 buah kotak bekatul per bulan dan dipasarkan ke ritel modern market dan online. Menyulap bekatul menjadi produk layak konsumsi manusia diakui Zacky bukan hal mudah. “Tantangannya adalah bagaimana menawarkan bekatul dengan rasa enak namun tidak mengurangi nilai nutrisinya,” ujarnya.
Kandungan yang menonjol dari bekatul adalah komponen vitamin B komplek yang sangat tinggi. Hal ini penting mengingat salah satu fungsi vitamin B komplek adalah meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh sehingga ini bisa mencegah terjadinya anemia. Indonesia saat ini mengalami persoalan malnutrisi dan anemia.
Menurut data Riskesdas 2013, lebih dari 1 dari 5 perempuan Indonesia berusia 15 tahun ke atas mengalami anemia. Angka tersebut lebih tinggi lagi di kalangan perempuan hamil sebanyak 1 dari 3.
Prof. dr. Endang L. Achadi, MPH, Dr.PH., Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia mengatakan malnutrisi dan anemia memiliki kaitan erat terhadap kesehatan ibu dan janin. Anemi dan malnutrisi membuat janin berisiko lebih tinggi mengalami gangguan seperti berat bayi lahir rendah (BBLR) yakni lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg, rentan terkena penyakit dan meninggal pada usia dini.
Anemia juga dapat diturunkan dari ibu ke anak, meningkatkan risiko morbiditas dan penurunan kecerdasan,” ujar Prof Endang, yang juga menjadi juri SUN Pitch Competition 2019.
Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mencegah anemia pada perempuan. Menurut Prof Endang, cara yang paling mudah adalah mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi seperti sayuran hijau, daging, dan juga kacang-kacangan.
“Zat besi dari produk hewani lebih mudah diserap daripada besi pada sumber nabati. Untuk memudahkan penyerapan zat besi dari produk nabati harus ada gizi mikro yang membantu penyerapan, misalnya vitamin C,” imbuhnya.
Apabila asupan zat besi tidak mencukupi dari makanan, cara lain adalah pemberian suplemen penambah darah serta fortifikasi produk pangan.
SUN Pitch Competition merupakan kolaborasi antara delapan perusahaan, yang tergabung dalam SBN Indonesia. Kedelapan perusahaan tersebut adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Kalbe Farma Tbk, PT Nutrifood Indonesia, PT Otsuka Indonesia, PT Tirta Investama, PT BASF Indonesia, PT Cargill Indonesia dan PT East West Seed Indonesia.
SUN Pitch Competition 2019 bertujuan untuk menghasilkan solusi baru dalam mengembangkan produk makanan yang terjangkau dan bergizi tinggi, antara lain kaya zat besi, vitamin C, serta protein hewani dan nabati, untuk membantu mengatasi permasalahan anemia dan malnutrisi yang menjadi dua tantangan terbesar di Indonesia.
Axton Salim, Co-Chair SBN Global Advisory Group dan Koordinator SBN Indonesia, mengatakan Indonesia memiliki target untuk mengentaskan anemia dan malnutrisi pada perempuan dan ibu hamil. Untuk itu, inovasi di sektor kesehatan harus terus dilakukan dan ditingkatkan.
“SBN Indonesia mengajak UMKM lokal menjadi bagian dari solusi masalah anemia dan malnutrisi melalui inovasi produknya. Kami merasa senang melihat antusiasme dan kreativitas dari pelaku bisnis, industri, UMKM dan wirausahawan dalam kompetisi ini. Hal ini menunjukan adanya semangat berkolaborasi untuk mempercepat pengentasan permasalahan anemia dan gizi yang ada di Indonesia,” ujar Axton, yang juga direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk.
Dewan juri memutuskan CV. Rizano Bersadara (​Bale Sehat) sebagai juara pertama, disusul oleh ​ Morimom di posisi kedua dan Calty Farm (Calty Yoghurt) sebagai juara ketiga SUN Pitch Competition 2019. Ketiga pemenang akan mendapatkan total pendanaan sebesar Rp225 juta dan mentoring eksklusif dari SBN Indonesia dan para ahli lainnya. Selain itu, pemenang pertama akan dikirim ke Global SUN pitch Competition dalam Food Industry Asia.2020 di Singapura. (HG)
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: