Lanjut ke konten

Sampoerna Gold Rilis Logam Emas Ukuran 10 Gram Berdesain Unik

14/11/2019

Hidupgaya – Emas sejak lama menjadi salah satu instrumen investasi aman dan tepercaya. Instrumen investasi ini tahan terhadap inflasi. Saat suku bunga perbankan tidak menarik, umumnya orang memilih mengalokasikan dana di emas. Lembaga riset pemasaran Inside ID pada 2018 menyebut rata-rata orang Indonesia mengalokasikan 13% pendapatannya untuk tabungan dan investasi. Dari alokasi tersebut, orang Indonesia menyisihkan 79% ke dalam tabungan dan 21% digunakan untuk berinvestasi.

Yang menarik adalah setengah (50%) dari orang Indonesia ternyata mempunyai investasi emas. Selanjutnya, disusul oleh investasi lainnya, seperti deposito (37%), properti (30%), reksadana (22%), dan saham (17%). Melihat peluang besar ini, PT Sampoerna Gold Indonesia (SGI), anak perusahaan Sampoerna Group, merilis produk logam mulia WARIS dengan kadar emas sebesar 99,99%.

Untuk tahap pertama, WARIS akan dipasarkan dalam ukuran 10 gram dengan mengusung desain batik unik khas Sampoerna. WARIS juga dilengkapi dengan sistem deteksi keaslian berbasis kode QR unik guna menjaga keaslian barang.

Menurut CEO PT SGI John Aryananda, pemilihan nama WARIS mengambil inspirasi dari prinsip yang dipegang kuat oleh Putera Sampoerna, generasi ketiga pendiri Sampoerna Group, yaitu warisan paling berharga bagi generasi penerus adalah pendidikan berkualitas. “Mengapa emas, karena logam mulia ini memiliki karakteristik cenderung tahan terhadap inflasi, harga cenderung stabil bahkan meningkat dalam gejolak ekonomi, dan mudah dicairkan kembali,” ujar John dalam temu media menandai peluncuran logam mulia WARIS di Jakarta, baru-baru ini.

John Aryananda cukup percaya diri WARIS akan diterima dengan antusias oleh masyarakat. “Sebagai perusahaan dengan rekam jejak bisnis lebih dari 100 tahun di Indonesia, merek Sampoerna telah mengakar kuat di tengah masyarakat dan diharapkan menjadi jaminan keamanan dalam memperoleh logam mulia autentik dan berkualitas tinggi,” ujarnya.

Untuk memasarkan WARIS, SGI menunjuk distributor yang kredibel, memiliki jaringan luas dan terbukti, mampu menyerap produksi WARIS, serta berbasis online (daring). Di antaranya, toko perhiasan online ORORI dan platform aplikasi mobile e-mas. Ada alasan khusus mengapa platform online dipilih untuk memasarkan emas WARIS. “Platform berbasis online menjadi salah satu kriteria kunci kami dalam menjalin kerja sama dengan distributor. Membeli logam mulia harus menjadi pengalaman yang mudah dan praktis, tetapi tetap aman,” ujar John.

Untuk tahap pertama memang sengaja dibuat logam emas ukuran 10 gram. “Menurut riset, ukuran 10 gram inilah yang pas dengan investor Indonesia. Pas, tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil,” papar John yang merencanakan bisa menjual setidaknya 1 ton emas di tahun pertama hingga 2020.

Menanggapi prospek investasi emas, pengamat investasi dari Indef, Bima Yudhistira mengatakan dalam 1 hingga 3 tahun menempatkan dana pada emas masih menjanjikan, khususnya di tengah ketidakpastian global. “Tren bunga deposito cenderung rendah, demikian juga surat utang, sehingga memberikan imbal hasil yang kurang menarik bagi investor,” ujarnya. “Emas akan jadi pilihan menarik dalam situasi seperti ini.”

Bima menambahkan, sejak 2016 produksi emas tidak mengalami perubahan, bahkan cenderung stagnan. “Jika supply stabil dan demand naik, maka umumnya harga akan naik. Selain itu sejumlah bank sentral secara konsisten mengoleksi emas sejak krisis ekonomi 2008,” beber Bima.

Emas dianggap sebagai safe haven alias instrumen investasi aman sehingga bank sentral di seluruh dunia mulai mencampur cadangan devisa antara emas dan valuta asing. “Koleksi emas bahkan ditingkatkan. Untuk alasan inilah emas menarik untuk dikoleksi investor,” tandas Bima.

John menimpali, emas sebaiknya tidak dijadikan sebagai investasi portofolio utama. “Jadikan pelengkap. Tujuannya jika investasi tergerus inflasi, maka ada emas yang menjaga kstabilan portofolio investasi tersebut,” pungkasnya. (HG)

From → Money Talks

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: