Lanjut ke konten

Sistem Navigasi Retina Mungkinkan Bedah Internal Lebih Tepat Sasaran

26/10/2019
Hidupgaya – Munculnya terobosan teknik invasif minimal memungkinkan dokter bedah memperbaiki hasil pembedahan dengan menghindari sayatan panjang dan besar yang membutuhkan biaya mahal dan waktu tinggal lebih lama di klinik/rumah sakit.
Dengan perkembangan pesat teknologi bedah invasif minimal memungkinkan pasien mengalami masa pemulihan yang lebih singkat. Pasien juga lebih sedikit merasakan ketidaknyamanan, serta menggantikan kebutuhan operasi terbuka.

Tindakan bedah invasif minimal itu membutuhkan teknologi pemindaian internal organ pasien yang lebih presisi (ukuran dari seberapa dekat serangkaian pengukuran) sehingga operasi dapat dilaksanakan lebih tepat sasaran.  terkait dengan kebutuhan ini, EPED Inc, pengembang teknologi bedah invasif minimal asal Taiwan, mengembangkan Retina Stereotactic Surgery Navigation System atau Retina dengan teknologi yang diklaim paling aktual.

Teknologi tersebut menjadi alat bantu yang sangat berguna bagi dokter bedah. Beberapa fungsi yang bisa dilakukan Retina  adalah untuk mengindikasi bedah saraf otak, bedah kranial (tempurung kepala), operasi plastik, otolaringologi, kosmetik medis, dan semua pembedahan invasif minimal yang membantu ahli bedah.

Menurut Regional Manager Eped Emmanuel Felix Lespron, bantuan yang dimaksud adalah kemampuan Retina untuk melakukan navigasi perangkat atau alat bedah selama operasi lesi dengan memberikan gambar medis yang disinkronkan. “Ada data CT, MRI, sampai endoskopi sehingga dokter mendapatkan gambaran yang lebih nyata dari internal organ pasien,” ujar Lespron dalam temu media di Jakarta Convention Center (JCC), baru-baru ini.

Lespron menambahkan, melalui sistem yang dikembangkan EPED Inc itu, Retina terbukti dapat mengurangi risiko operasi dan mempercepat pemulihan pasien karena operasi yang dilakukan menjadi lebih aman dan tepat sasaran. “Penerapan sistem navigasi seperti Retina telah memperkecil kesalahan yang membuat dokter kesulitan ketika menerjemahkan informasi dari CT (computed tomography) dan MRI (Magnetic Resonance Imaging) saat melakukan operasi pada tubuh pasien,” ujarnya.

Retina menerima perpaduan gambar dan data dari MRI dan pemindai dengan gambar yang realistis, yang membantu para dokter untuk  mendapatkan perspektif yang lebih baik pada tubuh hingga batas terdalam, jaringan sensitif, dan organ terdalam lain ketika melakukan bedah invasif minimal tanpa harus membuat sayatan yang besar pada tubuh.

Sistem Retina ini bisa mendeteksi letak tumor dan ukurannya,  pewarnaan saraf, dan gambar jalur untuk akses yang lebih baik selama pelaksanaan operasi.  Tidak hanya gambar tetapi juga semua peringatan, jalur dan pengukuran yang diperlukan untuk menyampaikan keberhasilan dan operasi singkat.

Tahun ini EPED Inc mengenalkan sistem Retina ke tujuh negara, salah satunya Indonesia. Pemerintah Taiwan memandang Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi pasar yang baik untuk peralatan medis atau kesehatan. “Indonesia adalah salah satu pasar potensial untuk industri kesehatan. Indonesia memiliki pertumbuhan yang potensial di sektor pelayanan kesehatan dan medis,” imbuh Lespron.

Di Indonesia, teknologi itu dikenalkan melalui kegiatan Hospital Expo 2019 yang digelar 23 hingga 26 Oktober 2019 di Exhibition Hall B, Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat. Kegiatan Hospital Expo 2019 dilakukan untuk mendorong produsen Taiwan meningkatkan kemampuan serta menambah nilai dan inovasi produk yang mereka kembangkan.

Kegiatan itu didukung Kementerian Urusan Ekonomi melalui proyek skala nasional yang disebut Proyek Pengembangan Citra Industri Taiwan. Pemerintah Taiwan mempercayakan Dewan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Taiwan sebagai pelaksana kegiatan ini. Sesuai dengan skema kerja, seleksi Taiwan Excellence diimplementasikan untuk menyeleksi produk inovatif setiap tahunnya berdasarkan kriteria keunggulan, salah satunya teknologi Retina.

“Melalui pameran ini kami ingin membuka pasar di Indonesia, mencari mitra. Retina mencapai sukses saat diluncurkan di Taiwan, juga Malaysia. Kami berharap antusiasme yang sama di Indonesia,” tandas Lespron. (HG)

From → Techno

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: