Lanjut ke konten

Finalis IRSA Belajar Smart Mobility di Transjakarta

24/10/2019

Hidupgaya – Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2019 kembali digelar untuk ketujuh kalinya. Penghargaan ini diberikan kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan.

Tingginya pertumbuhan penduduk pada suatu kota otomatis meningkatkan kebutuhan mobilitas dari penduduk dan secara nyata meningkatkan jumlah penggunaan kendaraan pribadi yang kemudian diikuti dengan permasalahan lainnya. Beberapa permasalahan yang muncul karena tingginya angka pertumbuhan penduduk dan penggunaan kendaraan pribadi di suatu wilayah di antaranya yaitu kemacetan, keselamatan,  efisiensi dan polusi udara.

Dalam memecahkan masalah tersebut pemangku kepentingan suatu kota harus dapat merumuskan suatu konsep pergerakan penduduk yang efisien dan terintegrasi (Smart Mobility) yang akan sangat berguna mendorong pertumbuhan ekonomi suatu kota.

Secara teknis, konsep Smart Mobility adalah model pergerakan masyarakat dengan memanfaatkan berbagai moda transportasi yang utamanya adalah transportasi umum yang terintegrasi, aman, keselamatan, dan nyaman.

Selain itu, harus diikuti pula dengan konsep masyarakat yang memiliki kualitas yang terukur dan memiliki budaya berkeselamatan selama di jalan atau Smart Living. Kedua hal ini saling terhubung dengan penggunaan teknologi yang terbarukan untuk mewujudkan zero accident di Indonesia.

Fenomena inilah yang diangkat sebagai topik Sharing Session Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2019 di Gedung Kementerian PPU/Bappenas, Rabu (23/10) Sharing Session IRSA merupakan forum diskusi antar pemerintah kota dan kabupaten yang menjadi finalis IRSA 2019 dengan instansi terkait jelang penentuan ajang penghargaan IRSA 2019.

Chief Executive Officer Adira Insurance, Julian Noor mengatakan sharing session ini merupakan bagian dari perjalanan penyelenggaraan IRSA sejak 7 tahun lalu. “Hasil dari forum ini dapat dijadikan referensi untuk menerapkan sistem tata kelola keselamatan jalan yang baik di wilayahnya,” ujarnya.

Para finalis juga melakukan city tour untuk melihat secara langsung seperti apa penerapan Smart Mobility di PT. Transjakarta dan Korlantas Polri untuk mendukung smart living yang aman, selamat, dan nyaman. Kedua hal ini yang coba diwujudkan oleh Ibukota Provinsi untuk menerapkan smart city dalam tata kelola keselamatan jalan.

“Sharing session ini menjadikan IRSA yang tidak hanya sekadar penghargaan melainkan mampu merangkul berbagai pihak untuk saling bersinergi mewujudkan zero accident di Indonesia serta dapat memberikan solusi permasalahan kota dan kabupaten finalis IRSA dalam penerapan smart mobility dan smart living dalam kontekstual smart city di wilayahnya masing-masing,” imbuh Julian.

Sejauh ini IRSA telah bekerja sama dengan 5 pilar keselamatan, di antaranya Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kepolisian dan Kementerian Kesehatan.

“Kolaborasi ini merupakan langkah positif sebagai bentuk sinergi berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong pelaksanaan penerapan tata kelola keselamatan jalan yang baik di Indonesia,” pungkas Julian.

I Wanna Get Home Safely

Ajang IRSA merupakan wujud apresiasi kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan. IRSA merupakan rangkaian dari program tanggung jawab sosial perusahaan Adira Insurance berupa kampanye “I Wanna Get Home Safely”. Kampanye ini digagas dengan tujuan untuk menurunkan angka kecelakaan di Indonesia serta terus berupaya untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pemerintahan, pihak lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, dan berbagai pihak lainnya untuk terus peduli terhadap keselamatan jalan.

Pada 2019, tercatat sebanyak 180 kota dan kabupaten yang ikut serta dan kemudian terpilih sebanyak 23 kota dan kabupaten yang menjadi finalis IRSA 2019. 23 finalis terpilih berdasarkan data-data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kecelakaan, jumlah fatalitas kecelakaan, dan data pendukung lainnya.

Telah dilakukan observasi lapangan dan survei kepuasan pengguna jalan terhadap 23 finalis IRSA 2019, yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengukur kualitas penerapan tata kelola keselamatan jalan di 23 kota dan kabupaten tersebut.

Hingga saat ini, IRSA 2019 tengah memasuki tahap penjurian. Para juri yang terdiri dari perwakilan kementerian lima pilar keselamatan jalan dan para pakar road safety lainnya akan memberikan penilaian melalui pemaparan finalis mengenai berbagai permasalahan, program kerja, dan evaluai kebijakan terkait dengan program tata kelola keselamatan jalan.

Penilaiannya mengacu pada lima pilar keselamatan jalan seperti yang tertuang dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan yakni manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan dan penanganan pra dan pasca-kecelakaan.

Daftar 23 finalis IRSA 2018

Kota dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi:
Kota Bogor
Kota Depok
Kota Bukittinggi
Kota Magelang
Kota dengan tingkat kepadatan penduduk rendah.
Kota Banjarbaru
Kota Padang Panjang
Kota Balikpapan
Kota Probolinggo
Kabupaten dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi.
Kab. Kuningan
Kab. Gianyar
Kab. Pacitan
Kab. Jepara
Kabupaten dengan tingkat kepadatan penduduk rendah.
Kab. Ogan Komering Ilir
Kab. Banyuasin
Kab. Musi Banyuasin
Kab. Landak
Ibukota Provinsi
Banjarmasin
Samarinda
Bandung
Yogyakarta
Excellent City
Kota Tangerang
Kota Semarang
Kota Bangka

Selamat untuk.para finalis! (HG)

From → Auto Mania

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: