Lanjut ke konten

Pigeon Rilis Botol Motif Batik Berkarakter Phoenix dan Sulur

04/10/2019

Hidupgaya – Merayakan Hari Batik Nasional setiap bulan Oktober, Pigeon meluncurkan botol dengan motif desain batik yang memiliki filosofi dalam setiap desainnya. Berkolaborasi dengan desainer batik Iwet Ramadhan, kontribusi Pigeon dalam melestarikan batik diwujudkan pada produk botol motif batik sejak 2014, dan berlanjut hingga 2019.

Menandai tahun ke 6 kolaborasi Pigeon dan Iwet Ramadhan merilis terbaru dengan karakter Phoenix (Lok Can) dan Sulur. Iwet mengatakan, motif phoenix memiliki filosofi sebagai simbol keabadian, kekuatan perempuan dan keanggunan. Sedangkan motif sulur (rumput) merupakan simbol bakal tumbuhan yang bermakna agar dapat berkembang dengan baik.

Iwet mengaku sempat mengalami argumentasi seru saat memunculkan motif Lokcan. “Awalnya Pigeon keberatan karena phoenix memiliki karakter judes dan sombong, terlihat dari paruh dan sayapnya jadi terkesan tidak cocok untuk botol bayi,” kata Iwet dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Namun Iwet terus meyakinkan pihak PIgeon bahwa motif lokcan tepat diluncurkan dengan sejumlah modifikasi. Dia menambahkan, motif lokcan sejatinya pernah diajukan pada 2016 namun ditolak. “Alasannya karena burungnya galak. Akhirnya saya ajukan lagi tahun ini, disetujui dengan sejumlah syarat. Paruh nggak boleh jahat, juga sayapnya nggak boleh terkesan sombong, matanya juga nggak boleh judes,” ujar Iwet.

Akhirnya Iwet memodifikasi penampakan Lokcan lebih ‘kalem’ dan manis. “Sayap dibikin anggun seperti menari yang berisi filosofi tarian Jawa. Mata juag dibikin cantik tidak galak, paruh agak diturunin agar tidak terkesan smbong,” urai Iwet.

Dari sekian desain batik yang pernah dliuncurkan pada botol Pigeon, ternyata motif merak dan parang paling disukai. “Tahun ini saya optimistis motif lokcan dan sulur akan diminati,” ujar Iwet.

Selain produk botol bermotif batik lokcan dan sulur, tahun ini Pigeon akan meluncurkan peralatan makan bayi motif batik merak, kupu-kupu dan bangau, juga kain batik tulis bermotif phoenix yang merupakan hasil membatik dari para ibu di Rusunawa Pulo Gebang Timur binaan Iwet.

General Manager Marketing Division Pigeon, Anis Dwinastiti di kesempatan yang sama menambahkan, untuk mengedukasi para generasi muda mengenai batik, di tahun ini Pigeon mengadakan workshop membatik bersama Iwet di Rumah Batik Winotosastro, Yogyakarta. Acara ini telah berlangsung 31 Agustus 2019, melibatkan peserta  generasi muda berusia 16 – 25 tahun sebanyak 30 orang. Pada kegiatan workshop membatik ini, para peserta diajarkan proses membatik secara langsung yang bertujuan agar  batik dapat dilestarikan. “Dengan kembali memperkenalkan botol motif batik menunjukkan komitmen Pigeon melestarikan batik,” ujar Anis. (HG)

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: