Lanjut ke konten

Membesarkan Generasi Alpha Menantang, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

19/09/2019

Hidupgaya – Membesarkan anak Generasi Alpha butuh tantangan tersendiri. Anak-anak yang dilahirkan  di kurun 2010-2025 jelas memiliki pola asuh yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Generasi Alpha lahir dan besar di era teknologi digital tengah berkembang pesat.

Menurut psikolog anak dan keluarga, Rosdiana Setyaningrum, Generasi Alpha bakal menghadapi lebih banyak tantangan dan kesempatan di masa depan. “Orangtua perlu mempersiapkan Generasi Alpha dengan baik. Mereka akan jadi warga dunia termasuk menghadapi persaingan yang sengit,” kata Rosdiana di sela-sela peluncuran S26 Procal Gold di Jakarta, Kamis (19/9).

Sejumlah tantangan yang akan dihadapi Generasi Alpha antara lain menanggung beban ekonomi yang tidak selesai di masa masa sekarang, bersaing dengan robot, harus memiliki pendidikan yang tinggi, dan jutaan lapangan pekerjaan baru yang akan tercipta yang bahkan sekarang belum ada.

Rosdiana menambahkan, akan ada 2,5 juta bayi Generasi Alpha yang lahir setiap minggunya. “Tapi angka ini akan sedikit jumlahnya, karena saat mereka dewasa, akan ada banyak orangtua tidak produktif daripada yang produktif. Ini tentu menjadi tantangan juga bagi Generasi Alpha,” imbuhnya.

Rosdiana menambahkan untuk menyiapkan diri terhadap tantangan itu, Generasi Alpha perlu memiliki kemampuan belajar progresif. Dengan kata lain kemampuan belajarnya terus berkembang.

Agar anak dapat menghadapi tantangan yang berat di masa depan, anak butuh stimulasi yang cukup dari orangtua, dan orangtua juga wajib menyediakan asupan gizi dimulai sejak awal tahapan kehidupan.

Di kesempatan yang sama dokter spesialis anak konsultan Atilla Dewanti mengatakan, saat anak memperoleh pengalaman baru dari proses belajar, terjadi pembentukan sirkuit baru pada otak mereka, sehingga luas sirkuit yang semula terbatas akan menjadi lebih luas. “Asupan gizi yang tepat, berguna untuk membentuk dan mematangkan sel-sel otak, sementara stimulasi yang cukup dapat membentuk dan memperkaya jaringan koneksi antar sel,” ujar Atilla.

Anak perlu mendapatkan asupan makanan bergizi seimbang, termasuk asam lemak esensial (asam linoleat dan linolenat) yang berguna untuk pembentukan membran sel otak. Asam lemak esensial tidak dapat dibentuk oleh tubuh secara alami jadi harus diperoleh dari makanan. Untuk mengoptimalkan metabolisme sel.otak, anak juga memerlukan besi juga kolin – merupakan komponen penting untuk fungsi sinapsis otak. Komponen ini dapat dipenuhi dari asupan makanan yang tepat. (HG)

Iklan
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: