Lanjut ke konten

Industri Bioteknologi Mikroalga Pertama Diresmikan di Kendal

28/07/2019

Hidupgaya – Menteri Kessehatan Nila F. Moeloek meresmikan industri bioteknologi berbasis mikroalga pertama di Indonesia, PT Evergen Resources (PT ER) di Kendal, Jawa Tengah, Kamis (24/7).

Pendirian pabrik inimerupakan kontribusi swasta dalam upaya pemerintah mewujudkan kemandirian bahan baku sediaan farmasi.

Sebagai informasi, Evergen merupakan perusahaan berbasis bioteknologi yang mengembangkan budidaya mikroalga, produk pertamanya adalah bahan aktif antioksidan astaxanthin. Produk ini akan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun pasar ekspor ke berbagai negara.

Menkes Nila menyebut, beberapa tahun terakhir terdapat beberapa industri farmasi luar negeri, seperti Belanda, Jerman, Korea Selatan, dan India yang bermitra dengan industri farmasi nasional untuk memproduksi bahan baku maupun produk obat. “Melalui kemitraan diharapkan dapat terjadi transfer teknologi dan mengurangi ketergantungan impor,” ujar Nila.

Dalam rangka mendorong pengembangan industri bahan baku sediaan farmasi di Indonesia dan sebagai tindaklanjut dari Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Kesehatan, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Permenkes No. 17 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan yang merupakan acuan bagi pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan industri khususnya industri bahan baku sediaan farmasi untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku sediaan farmasi.

Menkes Nila berharap Evergen dapat memenuhi kebutuhan bahan baku natural astaxanthin bagi industri farmasi, industri kosmetika, dan industri makanan. Saat ini kebutuhan astaxanthin masih dipenuhi melalui impor dari Jepang, China, dan India.

Evergen Resources juga didorong untuk berkiprah di pasar di pasar global untuk melakukan ekspor ke manca negara.

Menurut pendiri dan CEO Evergen Resources Siswanto Harjanto, Haematococcus pluvialis (penghasil astaxanthin) bukanlah satu-satunya jenis mikroalga yang akan dikembangkan, namun akan ada berbagai jenis mikroalga lain yang di masa mendatang.

Siswanto mengakui banyak tantangan yang dihadapi pada setiap tahap pembudidayaan mikroalga ini, mulai dari skala laboratorium, skala percobaan yang lebih besar sampai pada skala komersial.

“Selama ini industri bioteknologi berbasis mikroalga dikuasai oleh perusahaan di luar negeri, seperti Amerika Serikat, Israel, Jepang, dan beberapa negara Eropa,” ujar Siswanto. (HG)

From → Money Talks

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: