Lanjut ke konten

Begini Cara AAJI Wujudkan Ambisi Capai 10 Juta Agen Asuransi

24/07/2019

Hidupgaya – Agen masih menjadi ujung tombak pemasaran produk asuransi meski perkembangan industri digital memungkinkan penjualan asuransi melalui kanal online. Namun produk asuransi tampaknya masih membutuhkan ‘personal touch’ dari agen dalam menjelaskan manfaat perlindungan yang dijanjikan.

Tak mengherankan apabila profesi keagenan masih menjadi andalan industri asuransi jiwa mendulang pendapatan. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) pernah mematok target mencetak 10 juta agen. Menurut Ketua Umum AAJI Budi Tampubolon, sayangnya jumlah agen asuransi jiwa tumbuh belum sesuai harapan. Pertumbuhan kuartal pertama 2019 hanya tercapai 0,5 persen (year on year) menjadi 595.192 ribu agen berlisensi.

Budi menjelaskan, proses rekrutmen agen asuransi jiwa sejatinya berjalan ke arah target 10 juta agen. “Setiap tahun, selain agen yang tersertifikasi yang jumlahnya mendekati 600 ribu agen itu, ada pula jumlah agen yang sudah mendaftar untuk disertifikasi namun belum lolos seleksi,” kata Budi dalam temu media di Jakarta, Selasa (23/7).

Budi menambahkan, agen yang belum lulus atau terdeterminasi banyak, angkanya mungkin jutaan, kalau digabung dari tahun-tahun sebelumnya. “Tetapi ini bukan hal yang jelek, tetap ada hal positifnya Mereka yang tersertifikasi dan juga terdeterminasi itu sudah memiliki pemahaman yang baik tentang asuransi. Di kemudian hari tidak menutup kemungkinan mereka kembali aktif,” bebernya.

Saat ini agen asuransi sudah meninggalkan status ‘sales’ dan telah menjadi profesi pendamping nasabah dalam membuat perencanaan keuangan. “Kompetensi ini akan terus kita dorong. Salah satunya para agen asuransi diharapkan masuk dalam komunitas MDRT (Million Dollar Round Table), komunitas agen asuransi jiwa berlisensi global,” urai Budi.

Dia menambahkan, komunitas MDRT tumbuh 30 persen dalam dua tahun terakhir. Tak dimungkiri, perannya sangat besar bagi pertumbuhan industri asuransi jiwa.

Di kesempatan yang sama Country Chair MDRT Indonesia, Glen Alexander Winata mengungkapkan, per Juli 2019, jumlah anggota MDRT Indonesia mencapai 2.459 orang. “Dengan jumlah ini, MDRT Indonesia tahun ini masuk dalam urutan ke 10 top member seluruh dunia, dan nomor tiga di Asia Tenggara, dibawah Thailand dan Vietnam,” ujarnya.

eSpuluh besar negara dengan jumlah anggota MDRT terbesar antara lain Cina menjadi yang teratas dengan jumlah 18.022, diikuti Hong Kong 11.701, United States 7.871, Jepang 7.028, Taiwan 3.773, India 3.214, Republic of Korea 2.750, Thailand 2.622, Vietnam 2.549, Indonesia 2.459.

Pposisi anggota MDRT Indonesia masih kalah dari Thailand dan Vietnam, karena di dua negara tersebut sejumlah perusahaan papan atas telah menjadikan MDRT sebagai standar kualifikasi dan kompetensi agennya. “Tidak demikian dengan Indonesia. Dibandingkan dengan jumlah agen asuransi di Indonesia, jumlah agen MDRT Indonesia hanya 0,5 persen saja dibandingkan dengan jumlah agen yang ada saat ini yang mendekati 600 ribu,” ujarnya.

AAJI mendorong MDRT bisa dijadikan panduan kualifikasi standar keagenan untuk perusahaan asuransi jiwa di Indonesia. “Kita optimistis untuk tahun 2020 dapat mencapai lebih dari 3.000 anggota MDRT Indonesia,” imbuhnya.

Syarat Keanggotaan MDRT

Untuk menjadi anggota MDRT, seorang agen asuransi perlu mengantongi premi dari penjualan pribadi sebesar Rp583.443.600, akumulasi premi pertama per tahun.

Sementara itu, untuk masuk ke dalam kualifikasi yang lebih tinggi yakni Court of The Table (COT) dan Top of The Table (TOT), seorang agen harus mengumpulkan premi masing-masing sebesar Rp1.750.330.800 (3 x MDRT) dan Rp3.500.661.600 (6x MDRT) per tahun. (HG)

From → Money Talks

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: