Lanjut ke konten

The Body Shop Tantang Siswa SMA untuk Kelola Sampah Plastik

10/07/2019

Hidupgaya – The Body Shop sejak lama lekat dengan kepedulian lingkungan. Perusahaan ini telah melakukan sejumlah pogram yang ramah lingkungan. Kali ini, untuk menggaungkan gerakan Hari Tanpa Plastik Sedunia, The Body Shop menggandeng Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP).

Bentuk dukungan untuk meminimalkan penggunaan kantong plastik dilakukan The Body Shop dengan memberikan donasi yang dikumpulkan melalui penggalangan dana dari pelanggan, yaitu donasi melalui kasir di seluruh toko di Indonesia dalam periode 7 Februari – 17 April 2019. Donasi yang terkumpul mencapai Rp477.632.706 diberikan untuk mendukung Envirochallenge.

Direktur Sumber Daya Manusia The Body Shop Mira F. Soetjipto menyampaikan terima kasih kepada pelanggan yang menunjukkan dukungan dalam setiap program yang dijalankan The Body Shop. “Kami berterima kasih atas dukungan pelanggan dalam program donasi untuk Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik untuk mengatasi permasalahan sampah plastik,” kata Mira dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Envirochallenge adalah program pendidikan yang mendorong sekolah tingkat SMA dan sederajat untuk menemukan masalah lingkungan, terutama sampah plastik di sekolah dan menciptakan program sebagai solusi atas permasalahan tersebut.

Direktur Eksekutif GIDKP Tiza Mafira menjelaskan, program ini berlangsung setiap tahun, dimukai sejak 2016. “Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik dan The Body Shop Indonesia sudah bekerja sama sejak awal kami berdiri berdiri, yaitu di tahun 2013,” ujarnya.

Sejak pertama kali diluncurkan pada 2016, Envirochallenge telah diikuti oleh 40 sekolah dengan melibatkan lebih dari 900 siswa dan 16 program yang diberi dana bantuan di kawasan Jabodetabek, Bandung Raya, dan Bali.

Tahun ini GIDKP menargetkan 35 sekolah dan partisipasi 800 siswa, dan 10 program yang mendapatkan dana bantuan dalam program  Envirochalenge. “Program siswa SMA itu unik dan terus terang membuat kami takjub dalam upaya mengelola sampah plastik. Kami berharap program ini bisa menjangkau lebih luas lagi,” tandas Tiza.

Dalam kesempatan yang sama salah satu personal  grup band RAN, Rayi, berbagi kiat mengurangi sampah plastik. “RAN dan kru saat manggung membiasakan diri tidak membawa botol plastik melainkan menggunanakan galon. Sekali manggung bisa menghemat ratusan botol plastik. Ini upaya kecil kami untuk mencintai lingkungan,” ujarnya. (HG)

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: