Lanjut ke konten

Hilangkan Melasma dan Pigmentasi Kulit Tak Lagi Menyakitkan

21/06/2019

Hidupgaya – Tinggal di Indonesia beriklim tropis memang menyenangkan sekaligus menantang. Sinar matahari melimpah hampir sepanjang tahun. Di sisi lain, kelimpahan sinar matahari ini menimbulkan masalah tersendiri, salah satunya gangguan kulit akibat hiperpigmentasi.

Salah satu gangguan kulit yang kerap yang kerap dialami perempuan yang tinggal di area tropis adalah melasma, suatu kondisi di mana sebagian area kulit menjadi lebih gelap dari kulit di sekitarnya.

Melasma biasa muncul di wajah, terutama pada dahi, pipi, dan bibir atas, dan bisa muncul di kedua sisi wajah dalam bentuk yang hampir identik. Warna kulit bisa berkisar dari coklat sampai coklat tua.

Menurut dokter spesialis kulit konsultan yang juga pendiri Senopati Skin Center, Aryani Sudharmono, melasma lebih sering dialami oleh wanita daripada pria, dan seringnya dikaitkan dengan perubahan hormon. “Perubahan warna kulit sering terjadi selama kehamilan, bisa juga akibat pemakaian pil kontrasepsi dan hormonal,” ujar Aryani di sela-sela ulang tahun Senopati Skin Center ke 15 di Jakarta, Kamis (20/6).

Aryani menjelaskan, pada dasarnya pigmentasi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu sedari lahir (kongenital), misalnya tanda lahir seperti nevus ota dan nevus hori. “Yang kedua adalah pigmentasi yang didapat, misalnya melasma,” ujarnya.

Penyebab pasti melasma belum diketahui, namun diketahui faktor risikonya antara lain paparan sinar matahari dan pemakaian pil kontrasepsi, atau konsumsi obat tertentu.

Melasma bisa dihilangkan dengan obat-obatan atau menggunakan sinar laser. “Teknologi terbaru laser untuk mengatasi hiperpigmentasi tak lagi menyakitkan. Di Senopati Skin Center misalnya, kami menggunakan laser Picoway yang minim rasa sakit dan membutuhkan downtime relatif singkat,” ujarnya. Pasien mungkin akan mengalami kulit kemerahan selama 3 atau 4 hari setelah terapi.

Kelebihan lainnya adalah pasien yang diterapi dengan laser Picoway hanya merasakan sedikit panas. “Tapi tidak menyakitkan seperti terapi laser yang saya coba sebelumnya,” kata Rara, salah satu pasien Senopati Skin Center yang sudah mencoba terapi laser Picoway untuk mengatasi keluhan flek melasma yang dialaminya.

“Laser efektif merawat wajah. Tidak hanya menghilangkan hiperpigmentasi, namun juga membuat kulit bercahaya,” ujar Rara yang menjadi pelanggan Senopati Skin Center sejak 2006. ” Laser Picoway ada rasa panas tapi tidak nyeri. Tidak ada keluhan bengkak.”

Aryani menambahkan, laser Picoway tidak bisa mencegah melasma atau freckles akibat paparan sinar matahari muncul lagi. “Melasma biasanya recurrence makanya harus diulang dalam kurun waktu tertentu,” ujar dokter spesialis kulit konsultan ini.

Selain menjanjikan hasil dalam waktu singkat untuk mengatasi melasma, laser Picoway juga efektif menghilangkan tanda lahir, tato, stretchmarks bahkan mengecilkan pori.

“Waktu pajanan laser sangat pendek menyasar sel target pigmen yang sangat kecil. Sel pigmen melanin berukuran sangat kecil ditembak dengan laser, hanya pigmen abnormal yang bakal hancur,” jelas Aryani.

Aryani mengklaim laser Picoway cocok dengan kulit Asia. “Efek samping minimal, sedikit kemerahan. Setelah satu kali tindakan ada perbaikan nyata,” ujarnya seraya menambahkan untuk menghilangkan tato dibutuhkan pengulangan beberapa kali.

Aryani menekankan, bekas tato tidak akan hilang 100 persen terutama tato multiwarna. “Tidak bisa sepenuhnya hilang tetap ada shadow namun minimal,” pungkasnya. (HG)

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: