Lanjut ke konten

Keren, Ubud Akan Jadi Destinasi Gastronomi Berstandar Global

12/06/2019

Hidupgaya – Ubud memiliki pesona tersendiri dan selalu menjadi destinasi yang pantang dilewatkan di Bali. Wilayah asri yang menjadi bagian Kabupaten Gianyar, Bali, akan menjadi destinasi gastronomi berstandar global oleh UN World Tourism Organization (UNWTO).

Untuk keperluan verifikasi, tim UNWTO telah tiba di Indonesia. Mereka akan berada di Ubud untuk melakukan serangkaian penilaian lapangan. Tim itu akan bekerja selama lebih kurang 1 minggu untuk mempersiapkan menjadi destinasi gastronomi kelas dunia. Penilaian salah satunya dilihat dari keberagaman budaya dan bahan pangan lokal yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan apabila Ubud ditetapkan sebagai destinasi gastronomi dunia, hal itu akan menjadi yang pertama di dunia. Dalam temu media di Jakarta Arief menjelaskan, di wilayah lain, penetapan oleh UNWTO hanya parsial seperti restoran atau bidang kuliner tertentu saja. “Khusus untuk Ubud, kami bersama Pemkab Gianyar mengajukan daerah Ubud sebagai destinasi gastronomi secara holistik dan ini akan menjadi yang pertama di dunia,” ujar Arief dalam temu media di Kemenpar, Selasa (11/6).

Arief menambahkan, pengakuan internasional dibutuhkan agar pariwisata Indonesia kian meningkat dari segi kredibilitas, kepercayaan, dan kalibrasi. “Program destinasi gastronomi berstandar UNWTO akan menjadi salah satu pencapaian pariwisata Indonesia di level dunia,” imbuhnya.

Imbas positif dari pengajuan Ubud sebagai destinasi gastronomi dunia, sebut Arief, akan terjadi pemerataan ekonomi pariwisata hingga ke daerah pedesaan, termasuk untuk wisata kuliner. Menurutnya, pamor pariwisata kuliner selama ini masih rendah di kalangan wisatawan mancanegara dan hanya tinggi pada wisatawan dalam negeri. “Dengan adanya pengakuan UNWTO, pamor wisata kuliner diharapkan kian tinggi di kalangan wisman,” harapnya.

Arief menyebut, pengeluaran wisatawan umumnya 40% ada pada kuliner. Karena itu dalam peta industri pariwisata gastronomi atau kuliner memiliki potensi besar.

Di kesemoatan sama Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kemenpar Vita Datau menambahkan wisata gastronomi memiliki potensi besar untuk memeratakan pendapatan pariwisata dari hulu ke hilir. “Wisata gastronomi tidak hanya meliputi produk makanan atau kuliner tapi juga termasuk tempat penghasil bahan makanan, festival makanan, hingga budaya atau sejarah di balik suatu makanan,” ujar Vita.

Ubud, Jantung Budaya Bali

Selama ini Ubud dikenal sebagai salah satu tujuan destinasi di Bali yang kaya dengan warisan budaya, mulai dari cerita turun menurun dari leluhur, ritual adat istiadat, hingga kuliner terasa kental di sana.

Ubud adalah jantung budaya Bali. Daerah ini terletak di pegunungan yang sejuk, hanya satu jam perjalanan ke utara bandara dan resor di selatan Bali, kota pedesaan tradisional ini adalah rumah bagi keluarga Kerajaan Bali dan pusat seni yang berkembang. Sebagian besar museum dan galeri di Bali berpusat di Ubud.

Di sekitar Ubud, desa-desa di sekitarnya seperti Campuhan, Penestanan, Peliatan dan Batuan yang berspesialisasi dalam kerajinan tangan dan ukiran kayu yang dijual di seluruh pulau. Ada ratusan toko yang menjual barang antik, ukiran kayu, kerajinan tangan, tekstil, lukisan dan perhiasan serta beberapa museum seni terbaik di negeri ini, puluhan studio seni, pasar kerajinan lokal yang sangat baik, dan galeri yang menjual seni lokal dan internasional.

Vita Datau mengatakan pengembangan produk wisata gastronomi di Ubud akan banyak melibatkan peran pemerintah Kabupaten Gianyar dan pelaku industri pariwisata. Pemilihan Ubud menjadi destinasi gastronomi skala dunia karena kentalnya budaya kearifan lokal di sana.

Vita menyebut komitmen pemerintah daerah di sana juga menjadi penilaian 20 persen alasan Ubud menjadi yang terpilih. “Alasan lain adalah, kekuatan heritage yang ada di Ubud membuat wilayah itu punya ciri khas sangat lokal,” imbuhnya.

Tim UNWTO dalam melakukan verifikasi terhadao Ubud memiliki sejumlah tahapan. Pertama, melakukan inventarisasi aset dan atraksi gastronomi termasuk memetakan kesiapan industri dan pelaku usaha yang kemudian dibukukan dalam sebuah laporan dan diajukan ke UNWTO.

Kedua, penilaian oleh UNWTO dan dilakukan kick off proses verifikasi dan analisis melalui metode yang cukup detail.Termasuk wawancara kepada semua pemangku kepentingan gastronomi, produsen makanan dan minuman, hotel, restoran, chefs, inisiator food festival, pemerintah daerah, penyedia transportasi, akademisi, dan wisatawan lokal juga asing.

Proses di lapangan akan berlangsung 8 hari di Ubud, Gianyar, dan sekitarnya. Sedangkan questionares akan dilakukan online dan offline selama tiga minggu. Pada tahap ini juga dilakukan perencanaan dan strategi rekomendasi.

Ketiga, rekomendasi yang perlu diterapkan dan dilakukan oleh stakeholders untuk kemudian dilakukan penilaian kedua yang dijadwalkan awal Agustus 2019. “Jika semua proses dilakukan dengan benar, maka Ubud dapat dinyatakan sebagai destinasi gastronomi prototipe UNWTO, yang telah sesuai dengan gastronomy destination development guideline UNWTO,” ujar Vita.

Vita menambahkan, kearifan lokal di Ubud begitu kental. “Setiap hidangan yang disajikan ada ceritanya. Belum lagi berbagai upacara, ritual-ritual adat yang masih dipertahankan di sana,” ujarnya seraya menambahkan museum, sawah, pegunungan, kopi hingga ritual pertanian subak ada di Ubud. (HG)

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: