Lanjut ke konten

Tak Perlu Tunggu Tua untuk Berhaji, Begini Caranya

27/05/2019

Hidupgaya – Ibadah haji di Tanah Suci merupakan dambaan umat Islam. Dan tak perlu menunggu usia tua untuk berhaji. Generasi kekinian bisa menyempurnakan rukun Islam ini. Caranya dengan merencanakan pembiayaan ibadah haji atau umrah dengan baik.

Manager Angkat Koper, Muhammad Dzulfahmi yang berkiprah di bisnis travel haji dan umrah mengatakan daftar tunggu haji di Indonesia sangat lama karena banyaknya peserta haji masih dalam antrian. Lama antrian berbeda-beda, mulai dari 16 hingga 23 tahun untuk ONH Regular. Sedangkan untuk ONH Plus, daftar tunggu menunggu 6-9 tahun.

Biaya yang dibutuhkan untuk umrah dimulai dari harga Rp23,5 juta, sedangkan perjalanan haji dimulai dengan harga Rp45 juta. Biaya itu sudah mencakup transportasi, akomodasi, makanana dan kebutuhan pokok beribadah.

Dzulfahmi menambahkan, namun ada kebutuhan tak terduga yang perlu diperhatikan juga baik dalam persiapan maupun ketika sudah berada di Tanah Suci, seperti kenaikan kurs dollar, pulsa, kelebihan bagasi, belanja berlebih, suntik meningitis, sampai baju yang digunakan untuk menyesuaikan dengan cuaca di Tanah Suci. “Komponen biaya yang tidak terlihat ini justru terkadang lebih besar daripada pembiayaan untuk kebutuhan utama ketika ibadah,” ujarnya dalam diskusi tentang perencanaan ibadah haji/umrah di Jakarta, baru-baru ini.

Di kesempatan yang sama, Chief Marketing Officer Narada Asset Management, N. Anie Puspitasari menjelaskan usia muda bisa pergi haji apabila mereka bisa mengelola pembiayaannya. Mengingat waktu tunggu yang sangat lama, maka sebaiknya mulai menyiapkan biaya awal ini sejak dini. “Tujuannya agar ketika sampai di waktu keberangkatan, kita masih bisa beribadah dalam keadaan sehat dan mampu mengikuti semua kegiatan ibadah di Tanah Suci,” ujarnya.

Anie menambahkan, calon haji ini harus bisa mengelola keuangan dengan menabung atau investasi. “Pilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko, jangka waktu, dan kemampuan finansial untuk mewujudkan ibadah haji,” saran Anie.

Salah satu produk yang memberikan manfaat relatif lebih besar dibandingkan jenis investasi lainnya seperti menabung adalah berinvestasi di reksa dana. Investasi reksa dana dikelola oleh manajer investasi dan bisa dimulai dengan nominal yang sangat terjangkau, mulai dari Rp100.000 dengan tingkat return relatif lebih tinggi berkisar antara 10%-20% untuk reksa dana saham.

Anie menambahkan, saat ini telah ada reksa dana syariah yang sudah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai investasi alternatif untuk generasi milenial yang ingin berhaji atau umrah di usia muda.

Anie menambahkan, Narada baru saja merilis produk investasi, reksa dana syariah “Narada Saham Berkah Syariah” dan diluncurkan dengan harga perdana NAB 1000. “Produk ini bisa dijadikan alternatif pilihan bagi millenial yang ingin berangkat haji atau umrah,” tandasnya. (HG)

Iklan

From → Money Talks

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: