Lanjut ke konten

Tulola Jewelry Buka Butik di Plaza Senayan

27/04/2019

Hidupgaya – Perempuan tak bisa dipisahkan dari perhiasan. Nah, Tulola Jewelry, produk perhiasan yang mengangkat nilai-nilai budaya Tanah Air yang senantiasa mengeksplorasi tradisi perhiasan Indonesia dan dalam karyanya selalu mengambil ide dasar dari cerita, kisah, mitos bahkan semangat akan kekayaan Nusantara, membuka butik ketiganya di Plaza Senayan, Jakarta.

Butik ketiga ini melengkapi dua gerai Tulola Jewelry di Bali dan Kemang, Jakarta Selatan, bertujuan agar makin mendekatkan diri dengan pelanggan setianya.

Tulola Jewelry sendiri senantiasa menampilkan motif-motif komunal dengan teknik seni murni. Seratus persen hasil karya tangan (handmade) yang terinspirasi oleh kekayaan Indonesia, baik itu lewat sejarahnya hingga karya sastra dan keberagamannya.

Tulola Jewelry mempresentasikan 3 sosok pribadi yang berbeda, 3 wanita hebat dengan karakter unik masing-masing, adalah Dewa Sri Luce Rusna yang merupakan Founder yang juga bertanggung jawab sebagai desainer dan direktur kreatif; Happy Salma yang menjadi co-founder yang juga menangani konsep kreatif dan pemasaran, serta Franka Franklin Makarim sebagai co-founder yang fokus dalam mengembangkan bisnis retail.

Tulola Jewelry berasal dari kisah Dewa Sri Luce Rusna yang memulainya di garasi rumah. Dewa Sri Luce Rusna merupakan anak dari Desak Nyoman Suarti yang dikenal sebagai seorang maestro perak sukses di Bali yang mampu menembus pasar Internasional.

Ketika bisnis keluarga mulai redup, Dewa Sri mempertahankan tukang-tukang terbaiknya dan mengajak bekerja di rumahnya untuk membantunya ketika menerima pesanan dari luar negeri sambil secara perlahan mulai membuat desain yang hanya untuk sahabat dekat dan pasar terbatas saja. Situasi tersebut yang kemudian menarik perhatian Happy Salma yang merupakan salah satu aktris film dan televisi serta pemain dan produser seni pertunjukkan untuk terlibat di bisnis perhiasan.

Kesamaan ketertarikan dan visi yang akhirnya mengantarkan keduanya untuk bekerja sama lebih serius dalam kreativitas bersama karya ‘One of the Kind Art Wear’ yang fokus pada peningkatan teknik kerajinan tradisional yang rumit.

Waktu pun bergulir, Happy dan Dewa Sri pun terlihat semakin solid dan melebur dalam visi yang melahirkan karya indah. Semakin jelas bahwa karya Tulola yang lahir berasal dari kekayaan Indonesia, baik itu ragam lirik, lagu, sastra dan bahkan legendanya.

“Desain Tulola terinspirasi dari kekayaan motif komunal hingga akhirnya melahirkan motif baru dan dari macam ragam bentuk desain masa lampau yang diinovasikan. Ini adalah bentuk apresiasi kami untuk negeri tercinta. Bagi kami yang terpenting adalah teknik seni murni dalam pembuatan perhiasan serta motif-motif komunalnya. Perkembangan industri perhiasan yang cepat serta merta membuat Tulola untuk terus memperkaya diri dengan berinovasi hingga melahirkan beragam motif baru, desain hingga pemasaran yang efektif,” kata Dewa Sri.

Sebagai bagian peresmian butik ketiga Tulola Jewelry, sekaligus diluncurkan webseries yang mengisahkan perjalanan Tulola secara apik berjumlah 6 episode berjudul ‘Perjalanan Tulola’.

“Kali ini, Tulola membuat sebuah karya webseries yang di sutradarai oleh Kamila Andini dengan produser Ifa Isfansyah. Tujuannya adalah bagaimana Sri dan saya, juga Franka yang bergabung dalam dua tahun belakangan ini, membagi pengalaman kami hingga lahirnya karya-karya Tulola, mulai dari ide hingga desain itu terjadi,” kata Happy.

Webseries ini akan ditayangkan setiap minggu mulai tanggal 26 April 2019 di akun Instagram TV @tuloladesigns dan di Youtube Tulola dengan judul ‘Perjalanan Tulola’.

Acara peresmian butik ketiga Tulola Jewelry dihadiri oleh para selebritas di antaranya Marsha Timothy, Eva Cella, Reza Rahardian, Dimas Beck, Wulan Guritno, Sigi Wimala, Zaskia Mecca, Sissy Pricilia, Kamila Andini, Marcella Zalianty, Yasmin Yapto, Laura Basuki, Susan Bachtiar, Vanessa, Mesty, Titi Rajo Bintang, Ririen Emawati dan masih banyak lagi.

Hingga saat ini, Tulola Jewelry telah memiliki 8 koleksi, yaitu ‘Juwita Malam’ (tahun 2011) yang terinspirasi dari lagu ‘Juwita Malam’ karya Ismail Marzuki; koleksi ‘Pita Loka’ (tahun 2013) yang terinspirasi dari kisah Dyah Pitaloka dari tanah Pasundan; koleksi ‘Tanah Air’ (tahun 2014) yang merupakan rupa dan wajah Tanah Air di masa lampau, di era tahun sebelum kemerdekaan dan awal kemerdekaan Tanah Air, yang terinspiirasi dari buku Douwes Dekker.

Sedangkan koleksi ‘Bumi Manusia’ (tahun 2015) merupakan sebuah penghormatan pada sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer; koleksi ‘Lingkaran Semesta’ (tahun 2016) yang merupakan perwujudan dari takdir dan kejadian yang menimpa manusia; koleksi ‘Truth’ (tahun 2017) yang menerjemahkan semangat dan terima kasih untuk Sahabat Tulola; koleksi ‘Ubud’ (tahun 2018) yang terinspirasi dari kekayaan alam dan arsitektur Ubud dan akhirnya koleksi ‘Dewi Seri’ (tahun 2018) yang terinspirasi dari padi sebagai simbol siklus kehidupan. (HG)

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: