Lanjut ke konten

Menggerakkan Perekonomian Menciptakan Kemandirian di Ciketing Udik

18/04/2019

Hidupgaya – Ciketing Udik bukanlah hanya sekadar desa yang terletak di area Bantargebang, yang dikenal sebagai tempat pembuangan sampah terpadu (TPST). Desa yang berjarak kurang lebih 1 km dari TPST Bantargebang, Bekasi, telah bermetamorfosis menjadi desa mandiri dan bahkan menjadi percontohan bagi wilayah lain.

Banyak perempuan di Ciketing Udik yang dulunya hanya ibu rumah tangga biasa menjelma menjadi perempuan mandiri yang menunjang perekonomian keluarga. Hal ini tak lepas dari program Desa Mitra yang diinisiasi oleh PT Indofood Sukses Makmur Tbk, pada 2010.

Menurut Corporate Communication Manager CSR Department Indofood, Albert H Abraham, Desa Mitra diawali dengan pemberdayaan ekonomi keluarga pada 2010 itu terus berlanjut hingga kini. Bukan hanya memberdayakan secara ekonomi, namun cakupannya meluas ke bidang kesehatan melalui revitalisasi posyandu dan pendidikan, dalam hal ini pendidikan usia dini (PAUD).

Albert menambahkan, untuk memaksimalkan pembinaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Ciketing Udik, Indofood akan memfasilitasi pendirian koperasi, yang rencananya diresmikan pada 24 April mendatang. “Dengan pendirian koperasi ini kami harapkan pengelolaan UMKM binaan Indofood lebih profesional,” kata Albert dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Tujuan lain dibentuk koperasi adalah diharapkan dengan adanya badan hukum membuat jangkauan produk UMKM lebih luas, misalnya mengakses perbankan untuk menambah permodalan, serta tentu ada legalitas.

Koperasi itu nantinya juga bisa menjadi koperasi simpan pinjam bagi para pelaku UMKM. Untuk menunjang operasional koperasi tersebut, Indofood sudah mempersiapkan dengan melatih masyarakat Ciketing yang akan mengelola koperasi tersebut. Indofood bahkan usah menyiapkan rencana bisnis dalam 5 tahun ke depan. “Anggota koperasi tinggal menjalankan,” ujarnya.

Pada tahun 2010, Indofood awalnya melatih kewirusahaan 30 warga, dan kini mampu menciptakan sekitar 60 UMKM berbagai jenis mulai dari makanan, konveksi dan bengkel. Lamisri, ibu rumah tangga ini berwirausaha membuat jajanan pasar dengan spesialisasi kue sus. Di awal usaha, perempuan berusia 49 tahun ini membuat selusin kue dan menitipkan di warung-warung. Namun kini usahanya berkembang, pelanggannya kebanyakan pabrik di sekitar tempat ia tinggal.

Menurut Ketua Kader Posdaya Anne Puji Astuti mengatakan, produk yang menjadi andalan UMKM Desa Ciketing Udik antara lain roti manis yan kini sudah memiliki pasar di beberapa perusahaan serta instansi dan lembaga yang berlokasi di sana. UMKM di bidang makanan ini bahkan sudah mencantumkan kandungan nutrisi produk dan memiliki sertifikasi halal. “Ada ibu tunggal yang harus menghidupi anak karena suaminya meninggal akibat kecelakaan kerja. Ibu Ummu Salamah kini sukses menjadi wirausaha mandiri yang bukan saja menjadi tulang punggung keluarga dan mampu menguliahkan anaknya, namun juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” ujar Ane.

Di bidang kesehatan, terkait dengan revitalisasi posyandu di Ciketing Udik, Indofood berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya, Jakarta. Bersama dokter muda lulusan FK Atmajaya, Indofood memberikan penyuluhan tentang masalah gizi. Desa Ciketing menghadapi masalah kurang gizi pada balita. Pemicu gizi buruk itu antara lain karena ketidaktahuan ibu. “Selain mengadakan penyuluhan, Indofood juga mendukung dengan memberikan makanan bergizi. Untuk bayi 6 bulan diberikan MPASi (makanan pendamping ASI),” ujar Albert.

Untuk ibu yang menyusui diberikan penyuluhan mengenai pentingnya konsumsi gizi seimbang agar ASI yang dihasilkan berkualitas. Untuk ibu hamil juga diedukasi pentingnya makan dengan benar untuk mencegah stunting pada anaknya kelak. “Ada 10 dokter muda dari FK Atmajaya yang datang setiap bulan di Ciketing, selain memberikan penyuluhan mereka juga mengajari menimbang dan mengukur tekanan darah dengan benar,” kata Albert.

Sedangkan di sektor pendidikan, Indofood memberikan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kader PAUD.

Ke depan, rencananya Indofood akan menduplikasi program tersebut ke daerah lain. “Kemungkinan target desa yang menjadi sasaran masih di Jawa terutama daerah yang memiliki permasalahan stunting dan gizi buruk. Sebisa mungkin yang masih dekat dengan wilayah operasional Indofood agar program itu lebih mudah diawasi sehingga berjalan dengan lebih baik,” tandas Albert. (HG)

Iklan

From → Money Talk

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: