Lanjut ke konten

Menyulap Makanan Kaki Lima Naik Kelas, Begini Caranya

01/04/2019

Hidupgaya – Makanan kelas kaki lima bisa ‘naik kelas’ jika dimodifikasi, bahkan dengan cara yang tidak rumit. Hal itu mengemuka dalam diskusi “Peluang Emas Bisnis Kuliner Street Food Nusantara” yang dihelat di Hotel Aston Priority Simatupang Jakarta, akhir pekan lalu.

Isu street food ini menjadi salah satu topik bahasan menarik karena sektor kuliner paling banyak dilirik oleh masyarakat yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan untuk menopang perekonomian keluarga dengan modal terbatas. Bisnis kuliner street food ini relatif tahan krisis (orang tetap butuh makan enak dengan harga terjangkau), dinamis dengan beragam variasi, serta tidak membutuhkan perijinan yang rumit.

Street food atau dikenal pula dengan nama hawker food, alias makanan kaki lima. Tradisi street food merata di berbagai belahan dunia dan menjadi ikon wisata kuliner yang menarik. Selain mudah diakses, menu khas bercitarasa rumahan nan otentik, harga murah dengan pelayanan ramah. Street food dijadikan referensi untuk mempelajari budaya kuliner suatu bangsa.

Makanan kaki lima ini juga disebut sebagai comfort food, makanan yang membuat perasaan senang, dan senantiasa di rindukan. Di Indonesia, menunya mengacu kepada menu Nusantara yang diolah secara rumahan.

Makanan kaki lima Indonesia diklaim menjadi produk unggulan yang kaya ragam, dan varian penyajian. Bisa dibayangkan, jika dari 1 menu nasi goreng akan muncul ratusan varian nasi goreng otentik dan yang sudah dimodifikasi, lantas berapa banyak lagi menu street dari varian lainnya?

Singapura menjadi salah satu negara pelopor bisnis kuliner street food ternama. Menikmati kuliner di negeri ini senantiasa menghadirkan kenyaman an dalam bersantap yang dikemas dalam pengalaman yang tidak terlupakan. Mereka membesut usaha street food menjadi atraksi wisata mendunia dalam perhelatan akbar “Singapore Street Food Festival” dan menuai sukses besar.

Dalam acara yang dihelat oleh Wartapenanews ini juga menghadirkan narasumber Ena, Founder SaNiNa Art & Culinary Center, dan peserta, kaum ibu yang tergabung dalam komunitas masak ternama di Indonesia, antara lain Natural Cooking Club, Rudy Choiruddin Fans Club (RCFC), Bakuliner, dan Kookpader. Sebagian, merupakan pebisnis kuliner berbasis online yang sedang berusaha agar bisnisnya “naik kelas”.

Aan Roswaty, salah satu peserta dari RCFC yang menjalankan bisnis kuliner dengan menyediakan masakan rumahan, tumpeng, aneka snack, dan kue kering beromset puluhan juta dalam sebulan, masih merasa kurang kreatif dalam mengemas produk kulinernya agar terlihat menarik dan dikenal masyarakat. Di tengah kesibukannya di dapur, Aan masih rutin mengikuti kursus berbagai macam olahan kuliner yang sedang populer.

Ibu multitasking ini pernah menulis buku resep “Olahan Kreatif Jengkol Rumahan” yang diterbitkan oleh Gramedia, dan ternyata laris.

Yang paling ditunggu adalah demo amsak yang dilakukan Ena, dengan mendemokan dua inspirasi menu street food yang diprediksi populer sepanjang 2019. Menu ini dituukan buat kalangan milenial, yaitu resep jamu milenial dan cassava stick with bolognaise sauce.

Menurut Ena, jamu mengakomodasi gaya milenial yang ingin menjalani gaya hidup sehat namun tetap nikmat saat minum jamu. Jamu yang dibuat kali ini adalah kunyit asam yang memiliki beragam khasiat, antara lain antiperadangan, mengurangi produksi gas pada pencernaan. Jamu milenial ini dapat dinikmati ditemani tambahan es krim dan sari kelapa.

Menu kedua adalah cassava stick with bolognaise sauce (singkong goreng disiram saus bolognaise), terinspirasi dari menu street food populer Amerika. Untuk olahan demo, kentang diganti dengan singkong yang dipotong tipis memanjang, digoreng dan disiram dengan saus daging istimewa. Singkong pun jadi naik gengsi, bisa dijual dengan harga yang lebih baik, serta digemari kaum milenial.

Nah, tertarik mencoba juga? (HG)

Iklan

From → Food Lover

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: