Lanjut ke konten

Mengapa Mesti Bawa Segepok Uang Tunai Jika ‘Cashless’ Lebih Aman dan Nyaman?

01/04/2019

Hidupgaya – Tampaknya membawa uang tunai dalam jumlah banyak kini bukan menjadi hal menarik, khususnya bagi kalangan muda. Banyak risiko membawa uang tunai, salah satunya kecopetan. Maklum, kejahatan makin marak di saat perekonomian sulit.

Berdasarkan studi Consumer Payment Attitudes 2018 yang dirilis Visa, mayoritas masyarakat Indonesia terlihat semakin siap untuk menghadapi masa depan tanpa tunai. Bahkan 8 dari 10 atau 82% responden menyatakan bahwa mereka telah mencoba bepergian tanpa tunai.

Studi tersebut menunjukkan jumlah konsumen yang melek digital semakin bertumbuh di Asia Tenggara dan mengindikasikan masyarakat Indonesia semakin menyadari manfaat pembayaran nontunai dan tertarik dengan masa depan tanpa tunai.

Berdasarkan studi Visa Consumer Payment Attitudes, 77% masyarakat Indonesia memperkirakan akan semakin sering menggunakan pembayaran nontunai dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Selain itu, 41% juga meyakini Indonesia akan mewujudkan masyarakat tanpa tunai dalam kurun waktu tiga tahun. Hal ini merupakan sebuah peningkatan dibandingkan dengan hasil studi tahun lalu yang mana mayoritas responden memperkirakan bahwa masyarakat tanpa tunaiakan terwujud dalam kurun waktu 8 hingga 15 tahun.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan, saat ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki akses terhadap pembayaran nontunai sehingga lebih percaya diri bepergian tanpa tunai. “Gaya hidup nontunai menjadi lebih mudah dan menarik bagi masyarakat Indonesia karena banyaknya opsi cara membayar, mulai dari pembayaran menggunakan kartu, teknologi nirkontak, hingga yang berbasis kode QR,” kata Riko dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Riko menambahkan, konsumen juga menginginkan proses pembayaran yang lebih cepat, mudah, dan aman yang mendorong mereka semakin mengurangi penggunaan uang tunai dan memulai gaya hidup nontunai.

Studi tersebut juga menunjukkan pertumbuhan mobile commerce yang tinggi, hampir seluruh responden, mencakup 93%, semakin merasa nyaman untuk melakukan pembayaran di ponsel mereka. Hampir semua konsumen Indonesia saat ini bertransaksi menggunakan ponsel mereka melalui sebuah aplikasi, bukan webbrowser.

Senada dengan Riko, Shinta Danuwardoyo, pendiri Bubu mengatakan, Gen C atau Connected Generation, yang merujuk pada perilaku/pola pikir yang didefinisikan oleh YouTube, hobi berbelanja dari gawainya dan suka membandingkan harga sebelum melakukan transaksi. Shinta menyebut, tidak seperti istilah generasi lain yang dibatasi usia, Gen C ini demografinya menyebar antara 15-70 tahun. “Gen C hidupnya bergantung sosmed. Bangun tidur yang dicari smartphone,” ujarnya.

Shinta menambahkan, sudah tentu Gen C ini doyan berbelanja online, dan mereka suka rela merekomendasikan produk yang mereka suka di akun sosmednya. “Tanpa disadari Gen C menjadi brand ambassador suatu produk atau jasa tanpa perlu dibayar oleh brand tersebut,” ujar Shinta.

Peralihan penggunaan pembayaran nontunai memiliki konsekuensi, misalnya terkait keamanan. Kita tahu semat beredar fraud kartu kredit yang digunakan untuk transaksi online dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tampaknya menjadi perhatian konsumen. “Keamanan bertransaksi tetap menjadi prioritas utama konsumen. 9 dari 10 responden mengatakan bahwa memastikan keamanan informasi pribadi saat bertransaksi menggunakan ponsel menjadi salah satu fokus utama mereka,” beber Riko menanggapi tentang isu keamanan transaksi cashless.

Tampaknya tak bisa dihindari, masa depan pembayaran nontunai bakal makin gemilan. Saat ditanya mengenai masa depan pembayaran, masyarakat Indonesia menunjukkan minat yang tinggi untuk menggunakan perangkat pembayaran wearables(76%),di mana smartwatch dinilai sebagai wearables yang paling nyaman dipakai untuk melakukan pembayaran (53%). Selain itu, 69% masyarakat Indonesia juga berminat menggunakan teknologi biometrik untuk autentikasi pembayaran, di mana 60% responden menilai teknologi pemindaian jari sebagai opsi yang paling nyaman.

Riko menambahkan, studi Consumer Payment Attitudes yang dirilis Visa menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin percaya diri untuk bepergian tanpa tunai, dengan keamanan informasi pribadi menjadi fokus utama mereka. “Karena alasan inilah Visa berkomitmen untuk menghadirkan teknologi pembayaran dan keamanan digital terbaru, seperti Visa Contactless dan Visa Token Service, agar konsumen dan pelaku usaha di Indonesia dapat semakin percaya diri saat bertransaksi,” pungkasnya. (HG)

Iklan

From → Money Talks

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: