Lanjut ke konten

Agar Berumur Panjang, Tolong Jangan Memanusiakan Kucing

26/03/2019

Hidupgaya – Masih banyak orang salah kaprah dalam memperlakukan hewan peliharaan. Di Indonesia misalnya, masih banyak orang ‘memanusiakan’ kucing dengan memberi hewan peliharaan ini makanan keluarga, seperti kerupuk atau bahkan ikan dicampur nasi.

Tindakan ‘memanusiakan’ kucing ini bukanlah langkah yang tepat, dan malah bisa bikin kucing berumur pendek. Menurut Neno Waluyo dari Royal Canin Indonesia, memanusiakan kucing dari sisi nutrisi jelas bukan hal yang tepat.

“Kucing itu hewan karnivora, pemakan daging dan berbeda dengan manusia yang memakan segala. Makanya kucing jangan dikasih makanan manusia, karena saluran cerna kucing bekerja dengan cara berbeda dengan manusia,” kata Neno yang juga seorang dokter hewan dalam acara Groovey Day 2019, Gathering Pemilik Kucing di KopiCat Kafe Kemang, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Kucing kampung jika diperlihara dan diberi makan dengan benar, kata Neno, bisa berumur panjang, hingga  belasan tahun. “Manusia suka makan karbohidrat. Kucing beda, mereka suka protein dan serat. Jika kurang protein, kucing cenderung makan banyak dan sering. Jadinya boros,” ujar Neno.

Neno juga tak setuju jika kucing didandani a la manusia, bulu dicat warna warni, dan dikenakan pakaian. “Kecuali pakaian itu demi alasan kesehatan, misalnya untuk menangkal hawa dingin,” ujarnya.

Di Royal Canin, spesialis makanan hewan peliharaan kucing dan anjing, hewan peliharaan dihormati berdasar science dan knowledge. “Kucing dan anjing bukan sekadar hewan peliharaan yang cukup diberi makan seadanya. Mereka harus dihormati. Hewan peliharaan kan bikin happy pemiliknya, jadi berikan hubungan timbal balik dengan mereka,” ujar Neno.

Agar berumur panjang, kucing perlu diberi nutrisi lengkap dan seimbang. “Jika kucing diberi makanan yang mengandung nutrisi yang sesuai, umurnya bisa panjang. Yang penting adalah, makanan itu bisa dicerna dengan baik. Percuma juga memberi makanan berprotein tinggi namun tidak bisa dicerna dan malah banyak yang terbuang,” beber Neno.

(kiri ke kanan): Mulya Fitranda (dokter hewan) dari Groovy, influencer pencinta kucing Tyna Kanna Mirdad, drh. Neno Waluyo dari Royal Canin, Juda Trijoga Adisusanto, pemilik Groovy (foto. ist)

Bahan yang mudah dicerna ini ditandai dengan low indigestible protein di atas 90 persen. “Tandanya protein bisa dicerna dengan baik oleh kucing adalah kotoran mereka lebih sedikit dan tidak berbau tajam,” urai Neno.

Menurut Neno, setiap kucing ras punya keunikan tersendiri dan butuh makanan yang berbeda. Ambil contoh, kucing persia memiliki rahang khas dan hidung yang sangat pesek.  Bentuk rahang kucing persia unik, sehingga saat mengambil makanan menggunakan bibir dan lidah bagian bawah (sublingual). “Riset Royal Canin menunjukkan, kucing persia harus mengambil makanan 11 hingga 14 kali untuk bisa masuk ke mulutnya karena bentuk rahangnya yang khas itu. Makanya tiap makan, kucing persia selalu berantakan makanannya banyak yang tercecer,” jelas Neno.

Royal Canin melakukan riset dan menemukan bahwa bentuk makanan yang sesuai dengan rahang kucing persia adalah bentuk almond. “Dengan makanan bentuk almond, hanya butuh 3-4 kali ambil, kucing ini bisa makan. Memang masih berantakan, namun lebih sedikit makanan yang berceceran,” ujarnya.

Selain memberi makanan yang pas nutrisinya, agar kucing berumur panjang, Neno menyarankan agar pemilik menjaga berat badan kucing. “Jangan kegemukan, karena bisa membuat kucing diabetes,” sarannya.

Royal Canin memiliki filosofi “Dog and Cat First” dan “Knowledge and Respect” merupakan produsen nutrisi kesehatan untuk anjing dan kucing terkemuka yang berasal dari Perancis. Didirikan pada 1968 oleh seorang dokter hewan, Jean Cathary yang menemukan bahwa gangguan kesehatan yang terjadi pada pasiennya, anjing-anjing German Sheperd (Herder) disebabkan asupan makanan yang tidak tepat kandungan nutrisinya karena berasal dari masakan rumahan yang lebih tepat untuk manusia.

Anjing dan kucing memiliki anatomi fisiologis yang berbeda dengan manusia, sehingga mereka memerlukan nutrisi yang berbeda pula dengan manusia, sehingga anthropomorphism (menganggap hewan memiliki kebutuhan yang sama dengan manusia – memanusiakan hewan) tidak dapat diterapkan.

Karena kesehatan tubuh bergantung pada asupan nutrisi. Atas dasar inilah Dr. Jean Cathary mendirikan Royal Canin agar dapat selalu menghasilkan nutrisi yang tepat untuk setiap jenis individu anjing dan kucing. (HG)

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: