Lanjut ke konten

Titimangsa Foundation Helat Pementasan Konser Musikal ‘Cinta Tak Pernah Sederhana’

11/03/2019

Hidupgaya – Titimangsa Foundation yang digawangi Happy Salma, berkolaborasi dengan PT. Balai Pustaka (Persero) akan menampilkan pementasan konser musikal puisi-puisi cinta bertajuk ‘Cinta Tak Pernah Sederhana’. Konser musikal ini akan dihelat di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 16 dan 17 Maret mendatang.

Happy Salma mengatakan, konser musikal ini diselenggarakan sebagai upaya untuk selalu menghidupkan karya sastra Indonesia sehingga pembentukan karakter dan kecintaan pada Tanah Air semakin nyata. “Indonesia banyak memiliki penyair yang puisi-puisinya menjadi sebuah penanda perkembangan intelektual bangsa. Puisi-puisi cinta yang indah yang ditulis oleh para penyair Indonesia akan menjadi angin keindahan yang menyejukkan. Pementasan ini akan membuat kita kembali saling mencintai dengan indah, meski tak sederhana,” kata Founder Titimangsa Foundation dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Happy menyebut, kurang lebih ada 26 penyair Indonesia yang penggalan karya puisinya dijadikan dialog dalam pementasan ini. “Puisi-puisi itu disusun menjadi percakapan atau dialog, nyanyian dan diwujudkan ke dalam tata visual yang indah dan megah, dalam bentuk konser musikal,” beber Happy.

Ide cerita dari pementasan ini menggambarkan bagaimana manusia menjadi terasing, jauh dari bumi, dan merindukan puisi. Yang sangat relevan dengan situasi Indonesia hari ini, ketika manusianya makin terasing karena terjadi bermacam perubahan nilai, guncangan sosial bahkan disrupsi nilai-nilai berbangsa dan bernegara.

Ketika politik menguasi ruang publik, ketika politik sudah begitu membuat masyarakat tegang, maka puisi bisa menjadi angin penyejuk yang menyegarkan. Atau dalam ungkapan puisi Sapardi, pertunjukan ini akan membuat kita kembali saling mencintai dengan indah, meski tak sederhana.

“Puisi mengatasi kerumitan, melampaui kemanusiaan dengan keindahan yang dibawanya,” imbuh Happy seraya menambahkan pementasan konser musikal yang digelar 2 hari ini merupakan hasil dari komitmen, kerja keras, serta konsistensi dan kecintaan seluruh tim pendukung dalam menampilkan karya sastra yaitu puisi dari sastrawan kebanggaan Indonesia.

Bagi Happy Salma, sastra merupakan nutrisi batin. “Jiwa saya selalu terasa penuh bila sedang menikmati karya sastra entah itu fiksi atau puisi. Hasrat itu mendorong saya untuk terus konsisten dalam menghasilkan karya yang merupakan alih wahana dari karya sastra,” ujarnya.

Dalam mewujudkan karya puisi musikal ini, Happy dibantu oleh Agus Noor sebagai penulis naskah, yang mengembangkannya ke dalam suatu konsep pertunjukan yang tidak terduga. “Mengangkat puisi-puisi cinta karya 25 penyair Indonesia, dan menghadirkannya ke panggung menjadi suatu alur kisah dalam percakapan dan nyanyian,” ujar Happy.

Lebih lanjut Happy mengatakan, pementasan kali ini adalah istimewa bukan hanya bagi dirinya, tapi juga bagi para aktor yang terlibat. Mereka di sini bukan hanya berakting, tapi juga mereka diuji untuk dapat mengucapkan puisi menjadi terlihat wajar dan seperti dialog pada umumnya. “Sesuatu yang bila tidak hati-hati, dialog tersebut akan terdengar seperti sekadar deklamasi puisi,” bebernya.

Happy bahkan mengklaim, pertunjukan seperti ini nyaris tak pernah ada. “Naskah pertunjukan ini merupakan hasil dari kecerdasan sang sutradara yang mempunyai wawasan luas dalam puisi dan sastra Indonesia, dalam mengolah banyak kata-kata dari banyak puisi, hingga tersusun dengan indah menjadi jalinan dialog dan alur cerita,” ujarnya.

Direktur Utama PT. Balai Pustaka (Persero), Achmad Fachrodji, di kesempatan sama mengatakan, Balai Pustaka sejak berdirinya merupakan rumah bagi karya sastra Indonesia. “Judul-judul sastra klasik terbitan Balai Pustaka seperti Layar Terkembang dan Salah Asuhan, telah menjadi karya yang terus dikenang oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Salah seorang penyair yang puisinya ada di pementasan ini adalah Soebagio Sastrowardoyo yang selama bertahun-tahun menjabat direktur perusahaan penerbitan Balai Pustaka. Kiprah Soebagio Sastrowardoyo dan penyair-penyair Indonesia lainnya inilah yang harus disebarluaskan kepada generasi saat ini.

Pementasan ini terasa istimewa karena menampilkan aktor terbaik Indonesia yaitu Reza Rahadian, Marsha Timothy, Chelsea Islan, Atiqah Hasiholan, Sita Nursanti, Teuku Rifnu Wikana dan Butet Kartaredjasa. Menghadirkan pula sutradara dan aktor teater kawakan Wawan Sofwan dan Iswadi Pratama dan penyair Warih Wisatsana yang akan berperan sebagai narator.

Konser musikal ini menghadirkan penyanyi yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya dalam genre nyanyian masing-masing Daniel Christianto, Sruti Respati, Heny Janawati, dan pemain harpa Indonesia Maya Hasan.

Pementasan konser musikal ini merupakan kolaborasi antara Happy Salma sebagai produser, juga Agus Noor sebagai sutradara dan penulis naskah.Pementasan kali ini menampilkan sesuatu yang berbeda dari biasanya karena adanya sebuah kolaborasi antara seni pertunjukan dengan fashion. Pemain dalam pementasan ini akan mengenakan busana yang khusus dibuat oleh desainer Biyan dan menggunakan kain tenun Baron. (HG)

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: