Lanjut ke konten

Panduan Pintar Pilih Berlian, Gunakan Indikator 6C

14/02/2019

Hidupgaya – Berlian termasuk salah satu batu mulia bernilai tinggi sehingga banyak yang menjadikannya sebagai investasi, selain menjadi perhiasan yang tak lekang dimakan zaman.

Menurut ahli berlian yang juga Deputy Head of Institute Gemology Paramita, Leticia Paramita, sejatinya nilai berlian akan terus naik. “Tidak ada istilah berlian ketinggalan zaman. Perhiasan ini bisa diwariskan ke anak cucu,” ujarnya di sela-sela peluncuran toko berlian Lino and Sons di Gandaria City, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Berlian koleksi Lino and Sons (dok. IG)

Umumnya harga berlian memang tidak murah, sehingga sebaiknya bijak dan cermat saat membelinya. Umumnya ada empat kriteria utama yang harus diperhatikan, yaitu 4C, mencakup Color, Clarity, Cut dan Carat. “Namun ada 2C lagi yang perlu diperhatikan, yaitu Certificate dan Confidence,” beber Leticia.

Leticia mengupas satu per satu kriteria yang menentukan kualitas berlian dalam paparan berikut ini:

1. Color

Warna berlian akan menentukan harga dan keindahannya. “Warna berlian adalah faktor utama yang harus kita perhatikan saat memilihnya,” ujar Leticia.

Berlian berasal dari karbon yang mengalami proses pemampatan sehingga mengeras. Hasil proses itu memunculkan batu super keras berwarna bening. Namun seringkali ada zat-zat lain yang ikut dalam proses sehingga memunculkan warna, seperti nitrogen yang menyebabkan warna kekuningan, atau kristal lain yang membuatnya kecoklatan.

Karena adanya zat-zat ikutan yang mempengaruhi warna, makanya berlian jernih tanpa jejak warna lain digolongkan sebagai berlian yang langka, dan harganya pun menjadi mahal.

Leticia mengatakan, Gemological Institute of America (GIA) membagi skala warna berlian itu dari D hingga Z. Tingkat warna berlian tertinggi dengan jejak warna paling sedikit digolongkan dalam skala D, sedangkan tingkat warna berlian terendah dengan jejak warna yang banyak alias adalah Z.

Skala D merupakan warna paling putih. “Walau begitu, sampai dengan skala G pun, kita dengan mata telanjang masih melihatnya berwarna putih,” imbuhnya.

2. Clarity

Kejernihan merupakan hal yang harus diperhatikan dalam memilih berlian. Batu mulia yang sangat keras ini juga tak luput dari ‘cacat’ atau noda yang mempengaruhi tingkat kejernihannya. “Cacat ini bisa berupa titik, goresan, atau bentuk seperti gelembung air. Yang perlu diperhatikan adalah ukuran cacat itu, apakah besar atau kecil. Cacat yang besar membuat berlian berkurang nilainya,” kata Leticia.

Standar dari GIA menggolongkan kejernihan dalam beberapa tingkat. Yang tertinggi adalah FL (Flawless), alias tidak ada cacat, lalu IF (Internally Flawless), tidak ada cacat di dalam namun memiliki bekas tanda di luar berlian yang hanya bisa dilihat dengan alat khusus. Tingkatan di bawahnya adalah VVS (Very Very Slightly Included), yaitu cacat pada bagian dalam berlian yang hanya dapat dilihat menggunakan teropong berlian.

Berlian koleksi Lino and Sons (dok. IG)

Selanjutnya VS (Very Slighty Included), cacat pada bagian dalam berlian yang tidak tampak dengan menggunakan mata telanjang, namun mudah terlihat jika menggunakan teropong berlian. Adapun tingkat terendah adalah I (Included), cacat pada berlian sangat mudah dilihat dengan menggunakan kaca pembesar atau cacat dalam jumlah banyak sehingga terlihat mata telanjang.

3. Carat

Berlian diukur berdasar berat bukan volume. Carat sebagai pengukur berlian adalah massa satuan yang setara dengan 0,2 gram (200 mg). Semakin besar berlian, artinya semakin tinggi karatnya, makin mahal pula harganya. “Tentu hal ini juga harus dilihat dari parameter lain, seperti kejernihan dan warna,” kata Leticia.

Dia menambahkan, berlian-berlian besar umumnya bisa digunakan sebagai perhiasan yang solitaire, atau dijadikan batu utama dengan berlian lain yang lebih kecil sebagai hiasannya.

Ukuran carat pada berlian berbeda dengan ukuran pada emas. “Emas menggunakan karat sebagai penunjuk kemurniannya. Misalnya, 24 karat adalah emas murni, sedangkan 18K adalah 18 bagian emas dan 6 bagian logam campuran lain,” ujarnya.

3. Cut

Berbeda dari dugaan kebanyakan orang, ternyata cut atau potingan adalah hal yang sering dianggap paling penting dibanding 3C lain. Alasannya, potongan berlian akan menentukan bagaimana batu tersebut memantulkan cahaya sehingga menghasilkan kecemerlangan tertentu.

“Berlian yang dipotong dengan tepat akan menghasilkan pantulan cahaya yang cemerlang meskipun warna atau kejernihannya tidak begitu bagus. Sebaliknya, berlian tidak akan terlalu berkilau jika potongannya buruk, walau kejernihan dan warnanya bagus,” jelas Leticia.

Karena itu, percayakan pemotongan pada ahlinya, atau memilih berlian dengan potongan yang tepat. Gemological Institute of America menentukan tingkatan mutu pemotongan berlian dari yang tertinggi hingga yang terendah sebagai Excellent, Very Good, Good, Fair, dan Poor.

Selain 4C tadi, ada 2C lagi yang tak kalah penting, yaitu Certicate dan Confidence. Umumnya berlian yang memiliki sertifikat adalah yang berukuran di atas 0,5 karat. Mengapa sertifikat penting? “Kebanyakan orang awam tidak bisa membedakan kualitas berlian berdasar kriteria 4C di atas. Nah, sertifikat berisi tentang kualitas berlian yang kita beli, mulai dari berat berlian, kejernihan, warna berlian, dan potongannya,” beber Leticia.

Selain menghindarkan penipuan atau kekeliruan, sertifikat juga bisa menjadi jaminan bahwa berlian yang kita beli berasal dari sumber-sumber yang tepercaya.

C yang terakhir adalah Confidence atau kemantapan. “Rasa yakin ini seringkali mengalahkan hal lain, karena ukurannya adalah hati kita. Untuk mendapatkan keyakinan, kebanyakan orang kemudian membeli berlian di toko yang sudah dipercaya,” kata Leticia.

Berlian koleksi Lino and Sons (dok. IG)

Lantas jika ingin berinvestasi berlian, berapa carat sebaiknya kita membelinya minimal? Menurut Leticia, berlian yang tepat dijadikan investasi adalah yang berukuran 0,5 karat ke atas. “harganya stabil dan bisa dijadikan investasi. Bisa perjualbelikan di mana saja, dan sebaiknya ditunjang sertifikat yang mendiskripsikan berlian itu,” ujarnya.

Berlian dalam carat yang lebih kecil, kata Leticia, kebanyakan dipakai sebagai perhiasan yang sifatnya fashion dan bisa dipakai harian.

Tak Harus Mahal

Di kesempatan yang sama, Ivan Lingga, Direktur Marketing sekaligus Co-owner Lino & Sons, mengatakan, berlian kini bisa dimiliki dengan harga lebih terjangkau. Produsen berlian asal Bandung ini melakukan terobosan dengan mendesain berlian beragam model dengan harga terjangkau.

Meski dijual dengan terjangkau, namun Ivan memastikan berlian yang dijual di Lino and Sons kualitasnya terjaga, yaitu Color (warna) D, E, F dan Clarity (kejernihan) VVS.

Warna D menunjukkan tingkat warna berlian tertinggi dengan jejak warna paling sedikit. Sedangkan tingkat warna berlian terendah dengan jejak warna yang banyak adalah Z. “Jadi warna E dan F pun pun masih terlihat sangat bersih, dan jejak warnanya hanya tampak bila dilihat menggunakan alat khusus,” jelas Ivan.

Selain soal kualitas, Lino & Sons juga bermain dalam hal desain. Menurut Ivan, konsumen kini tidak suka desain yang rumit. “Jadi kami sediakan model-model yang simpel, yang bisa dikenakan harian,” imbuhnya.

Ivan menambahkan, di Lino and Sons, pelanggan bisa juga memakai desain sendiri. “Kami bisa merancang bentuk perhiasan yang dibuat sesuai keinginan konsumen,” pungkasnya. (HG)

Iklan

From → Money Talk

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: