Lanjut ke konten

Sensasi Ngopi di Ujung Jari, Coba KOPPI Yuk

01/02/2019

Hidupgaya – Ngopi bukan lagi sekadar kebutuhan, namun sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat, khususnya kaum urban. Lihatlah, kedai kopi bertebaran di tiap sudut kota. Bahkan untuk mereka yang nggak sempat nongkrong di kafe, kedai kopi itu menawarkan jasa pengiriman ke alamat tujuan. Sekali klik di gadget bisa langsung ngopi. Praktis.

Nah, dalam menjawab kebutuhan konsumen akan kebutuhan ngopi, PT Kopi Petani Indonesia merilis bisnis yang memadukan pengalaman offline dan online untuk menikmati kopi berkualitas melalui aplikasi, KOPPI.

Menurut Founder sekaligus Chief Executive Officer KOPPI, Tony Arifin, KOPPI merupakan aplikasi sekaligus kedai kopi on-demand yang mengintegrasikan aplikasi, data dan teknologi. “Artinya, masyarakat bisa memesan kopi terlebih dahulu (pre-order) dengan mengatur waktu pengambilan pesanan atau dengan layanan pengantaran ekspres,” ujarnya dalam temu media di sela pembukaan kedai KOPPI di Oakwood Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (31/1).

KOPPI tak pelak lagi memang diciptakan untuk mengakomodasi kebutuhan serta tren ngopi masyarakat perkotaan. Hal itu bisa dilihat dari menjamurnya kedai kopi di Jakarta yang berskala kecil hingga besar.

Ngopi bukan lagi monopoli kelas sosial atau kelompok usia tertentu. Kini siapa saja tertarik untuk menikmati minuman dengan aroma khas ini. “Tantangannya adalah bagaimana ngopi itu bisa lebih cepat dan mudah, terjangkau, dan rasa kopi yang ditawarkan harus berkualitas,” beber Tony.

Berdasarkan hasil survei internal yang dilakukan KOPPI bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang untuk membeli atau mengonsumsi kopi, misalnya kecepatan, kemudahan, harga dan kualitas rasa.

“Temuan kami, konsumen enggan mengantre lebih dari 15 menit hanya untuk membeli segelas kopi atau menunggu layanan pengantaran lebih dari 45 menit sehingga menyebabkan kualitas kopi menjadi tidak segar dan sudah encer,” urai Tony.

Selain itu, ternyata mahalnya harga segelas kopi yang dinikmati di kedai atau diantar (grab and go) juga menjadi faktor penentu. Survei menyebutkan, kemampuan seseorang untuk membeli kopi setiap hari hanya sekitar Rp15.000 Rp30.000 per gelas.

Di sisi lain, meski kini banyak merek kopi yang menawarkan harga yang murah namun tidak serta merta mendorong seseorang untuk melakukan pembelian. Rasa yang berlebihan seperti terlalu manis adalah hal yang paling sering dikeluhkan konsumen.

“Berangkat dari isu tersebut, KOPPI menjawab tantangan melalui layanan pre-order pengantaran ekspres, menggunakan bahan berkualitas, serta harga yang terjangkau sehingga setiap orang bisa ngopi setiap hari,” imbuh Tony.

Gandeng World Barista Champion 2014

Untuk kualitas rasa contohnya, Tony menambahkan, KOPPI mempercayakan World Barista Champion 2014, Hidenori lzaki, untuk mengembangkan menu KOPPI. Hidenori akan menempati posisi sebagai Beverage Manager yang bertanggungjawab atas kualitas minuman.

“KOPPI bukan hanya menawarkan perbedaan dari segi layanan, tetapi juga kualitas rasa yang tidak bisa ditemukan di kopi lainnya,” ungkap Hidenori yang juga menjabat sebagai konsultan di Luckin Coffee Tiongkok dan McDonald Jepang.

Dalam mengembangkan bisnis, KOPPI mengedepankan tiga program utama yakni “Menghidupkan, Memberdayakan, dan Menghubungkan”. Menghidupkan, KOPPI hanya menggunakan biji kopi Indonesia yang diambil Iangsung dari petani lokal, tanpa syarat tanpa perantara. Dalam hal ini KOPPI menjalin kolaborasi dengan Asosiasi Petani Pengusaha Kopi Jawa Barat (APZKJB).

Ketua APZKJB, Anwar Gayo, mengatakan, kolaborasi ini berdampak terhadap kesejahteraan petani kopi di Jawa Barat.  “Biji kopi kami memiliki kualitas yang sangat baik, bahkan sebagian diekspor untuk perusahaan kopi internasional. Kami sangat senang pihak KOPPI mempercayakan bahan baku kopinya dari petani Jawa Barat sekaligus mempromosikan kopi Jabar ke masyarakat,” kata Anwar.

Memberdayakan, artinya KOPPI berkomitmen meningkatkan kompetensi barista, baik kemampuan teknis dan pengetahuan, serta memberikan kesempatan barista disabilitas (tuli). DaIam menjalankan program ini KOPPI bekerja sama dengan komunitas Handai Tuli.

Rully Anjar Afianto, salah satu Pendiri Handai Tuli, mengapresiasi program pemberdayaan yang dijalankan oleh KOPPI khususnya untuk disabilitas.”Kami sangat senang bisa terlibat dalam pendampingan program pemberdayaan yang dilakukan oleh KOPPI. Karena dengan merekrut tuli sebagai pekerja, hal ini bisa membuktikan bahwa yang dibutuhkan adalah kesempatan kerja yang setara,” ujar Rully.

Menghubungkan terkait dengan layanan antar yang lebih cepat, KOPPI mengandeng jasa layanan kurir sepeda, Westbike Messenger. Layanan pengantaran oleh Westbike hanya bisa digunakan radius maksimal 2 kilometer dari kedai/outlet KOPPI yang dipilih.

KOPPI mengusung konsep Indonesia di mana ada yang memiliki tempat duduk (seated) dan ada yang hanya berupa booth. Tahun ini, KOPPI berencana membuka 40 titik di Jabodetabek seperti gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, stasiun dan area publik Iainnya dengan target pasar kaum urban dan milenial.

Sabet Rekor MURI

Peresmian PT Kopi Petani Indonesia (KOPPI) ditandai dengan seremonial berupa penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas dua rekor sekaligus yaitu ”Cangkir Kopi Terbesar di Indonesia” dan ”Kedai Kopi On-demand Pertama yang Mengintegrasikan Aplikasi, Data dan Teknologi di Indonesia”

Rekor pertama ”Cangkir Kopi Terbesar di Indonesia” berkapasitas 10.000 liter dengan menggunakan 250 kg biji kopi, 8000 liter air, dan 2000 kg es batu. Cangkir raksasa ini memiliki tinggi 5,8 meter, dengan diameter 8,7 meter yang dibuat oleh lebih dari 40 orang selama 2 bulan lebih.

Cangkir raksasa akan dipajang beberapa hari di Oakwood, Mega Kuningan, lalu berpindah ke Jalan Prof. DR. Satrio dan terakhir di kedai KOPPI Menara Global, Gatot Subroto.

Untuk rekor yang kedua di dapat karena KOPPI menjadi kedai kopi pertama yang mampu memberikan layanan pemesanan dan pengiriman sesuai permintaan aplikasi.

Ada tiga promo menarik dalam rangka pembukaan kedai KOPPI di Oakwood. Pertama, pembagian kopi gratis ke masyarakat yang berlaku satu hari yakni 31 Januari 2019 dari pukul 09.00 hingga 14.00 WIB. Caranya cukup dengan mengunduh aplikasi KOPPI di Playstore atau Appstore.

Kedua, online giveaway ”Gratis Ngopi Sebulan” kepada 3 orang yang pemenang hasil kerjasama dengan Kompasiana. Nantinya, ketiga orang yang beruntung akan bisa menikmati menu KOPPI setiap hari selama sebulan.

Ketiga, promo ”Ngopi Cuma Rp 1,-” khusus pemegang kartu debit dan atau kartu kredit Mandiri mulai dari 31 Januari 4 Februari. (HG)

Iklan

From → Food Lover

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: