Lanjut ke konten

Surabaya Dinobatkan sebagai The Most Inspiring City in Road Safety versi IRSA

17/12/2018

Hidupgaya – Setelah sukses diselenggarakan di tahun-tahun sebelumnya, penganugerahaan Indonesia Road Safety Awards (IRSA) kembali digelar untuk keenam kalinya. IRSA merupakan inisiatif Adira Insurance, melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR)  I Wanna Get Home Safely! (IWGHS)/

Indonesia Road Safety Award terus berupaya mengajak seluruh lapisan masyarakat, Pemerintah, pihak lembaga swadaya masyarakat, swasta, media, dan berbagai pihak lainnya untuk menerapkan sistem tata kelola keselamatan jalan yang baik di kota dan masing-masing kabupaten.

Chief Executive Adira Insurance Julian Noor mengatakan IRSA didukung penuh oleh Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/BAPPENAS sebagai kordinator 5 pilar keselamatan jalan. “Ini kedua kalinya hasil riset IRSA dijadikan laporan yang disampaikan oleh Kementerian PPN/BAPPENAS di kancah internasional dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan,” kata Julian di sela-sela penganugerahan IRSA di Jakarta, baru-baru ini.

Julian menambahkan, sejak awal penyelenggaraan IRSA merupakan bentuk kolaborasi dan sinergitas dengan 5 Pilar keselamatan jalan di Indonesia yang disesuaikan dengan Rancangan Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan, di antaranya Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas RI dan Kementerian Kesehatan.

Menurut data dari Korlantas Polri, tahun 2017 masih tercatat sebanyak 98.414 kasus kecelakaan lalu lintas atau turun sekitar 7% dibandingkan tahun 2016 sebanyak 105.374 kasus. Dampak kecelakaan tersebut merenggut sekitar 24.213 jiwa pada 2017. Angka ini turun sekitar 6% dibandingkan setahun sebelumnya yang sebanyak 25.859 jiwa.

Walaupun mengalami penururan setiap tahunnya, namun masih relatif tinggi dan diperlukan partisipasi dan kolobarasi semua pihak untuk mewujudkan zero accident di Indonesia.

Tahun ini, sebanyak 137 kota dan kabupaten yang ikut serta dalam IRSA 2018. Dari 137 peserta, terpilih 23 kota dan kabupaten finalis IRSA 2018. 23 finalis terpilih, berdasarkan data-data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kecelakaan, jumlah fatalitas kecelakaan, dan data pendukung lainnya melalui tahap shortlisting.

Telah dilakukan tahap observasi lapangan dan survei kepuasan pengguna jalan terhadap 23 finalis IRSA 2018, yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengukur kualitas penerapan tata kelola keselamatan jalan di 23 kota dan kabupaten tersebut.

Setelah survei dan observasi dilakukan, selanjutnya adalah penjurian dan sharing session. Yang membedakan dengan tahun sebelumnya, penjurian dan sharing session diadakan di Kota Surabaya pada Oktober lalu. Adapun juri IRSA 2018 terdiri dari perwakilan kementerian lima pilar keselamatan jalan dan para pakar keselamatan jalan lainnya.

Saat penjurian finalis melakukan pemaparan mengenai berbagai permasalahan, program kerja, inovasi dan evaluai kebijakan dalam penerapan program keselamatan jalan. Penilaian IRSA mengacu pada lima pilar keselamatan jalan yang seperti yang tertuang pada Rancangan Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK) yakni manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan dan penanganan pra dan pasca kecelakaan.

“Pengembangan pada penyelenggaraan IRSA terus kami lakukan khususnya pada metodologi riset IRSA. Tahun ini kami menambahkan salah satu atribut penilaian IRSA, yakni penerapan konsep smart city pada sistem keselamatan jalan (Smart City for Road Safety),” jelas Julian.

Dia menambahkan, di era digital ini penting bagi kota dan kabupaten dalam menangani masalah lalu lintas termasuk kecelakaan dengan mengacu pada konsep smart city yaitu pelayanan serba prima yang cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif, dan mudah diakses.

Tidak hanya dijadikan sebagai salah satu atribut penilaian IRSA, Smart City for Road Safety dijadikan tema penganugerahan IRSA 2018. “Dengan mengangkat tema smart city for road safety, kami melihat bahwa konsep ini wajib diterapkan di kota dan kabupaten untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan dalam bidang keselamatan jalan yang cepat dan akurat,” ujarnya.

“Kami berharap pesan dan semangat IRSA terus menular hingga seluruh wilayah di Indonesia.  Pemenang IRSA dapat menjadi inspirasi dan role model bagi pemerintah kota dan kabupaten di seluruh Indonesia untuk dapat mengembangkan program-program keselamatan jalan dan tata kelola keselamatan jalan dengan lebih baik lagi,” tandasnya.

Daftar Pemenang IRSA 2018

Kategori Kota dengan Tingkat Kepadatan Penduduk Tinggi
Pemenang Utama
Kota Bandung
Pemenang Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management)
Kota Banjarmasin
Pemenang Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road)
Kota Bandung
Pemenang Pilar 3 Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vehicle)
Kota Yogyakarta
Pemenang Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User)
Kota Bogor
Pemenang Pilar 5: Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Pre and Post-Crash Response)
Kota Bandung

Kategori Kota dengan Tingkat Kepadatan Penduduk Rendah
Pemenang Utama
Kota Samarinda
Pemenang Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management)
Kota Samarinda
Pemenang Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road)
Kota Samarinda
Pemenang Pilar 3 Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vehicle)
Kota Probolinggo
Pemenang Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User)
Kota Bontang
Pemenang Pilar 5: Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Pre and Post-Crash Response)
Kota Samarinda

Kategori Kabupaten dengan Tingkat Kepadatan Penduduk Tinggi
Pemenang Utama
Kabupaten Pacitan
Pemenang Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management)
Kabupaten Cianjur
Pemenang Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road)
Kabupaten Pacitan
Pemenang Pilar 3 Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vehicle)
Kabupaten Pacitan
Pemenang Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User)
Kabupaten Jepara
Pemenang Pilar 5: Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Pre and Post-Crash Response)
Kabupaten Jepara

Kategori Kabupaten dengan Tingkat Kepadatan Penduduk Rendah
Pemenang Utama
Kabupaten Bangka
Pemenang Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management)
Kabupaten Barito Kuala
Pemenang Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road)
Kabupaten Bangka
Pemenang Pilar 3 Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vehicle)
Kabupaten Bangka
Pemenang Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User)
Kabupaten Bangka
Pemenang Pilar 5: Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Pre and Post-Crash Response)
Kabupaten Bangka

Kategori Kota/Kabupaten “Excellent City 2017”
Pemenang Utama
Kota Semarang
Pemenang Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management)
Kota Balikpapan
Pemenang Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road)
Kota Semarang
Pemenang Pilar 3 Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vehicle)
Kota Tangerang
Pemenang Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User)
Kota Semarang
Pemenang Pilar 5: Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Pre and Post-Crash Response)
Kota Semarang

Penghargaan Khusus
Kota/kabupaten dengan program inovasi terbaik dalam upaya meningkatkan tata kelola keselamatan jalan
Kota Bandung
Kota/kabupaten terbaik pada program edukasi keselamatan jalan
Kota Bandung
Kota/kabupaten terbaik pada upaya meningkatkan jumlah pengguna angkutan umum
Kota Semarang
Kota/kabupaten dalam penerapan konsep smart city pada program keselamatan jalan
Kota Semarang

The Most Inspiring City in Road Safety
Kota Surabaya

Selamat untuk pemenang. (HG)

 

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: