Lanjut ke konten

Tip Pintar Ajukan Pinjaman Tunai agar Tak Terjebak Kredit Biaya Tinggi

09/12/2018

Hidupgaya – Mau pinjem duit tapi males ‘julid’. Jargon ini rasanya pas, apalagi dikaitkan dengan kondisi kekinian. “Niatnya pinjam duit dari teman, tapi boro-boro dipinjemin yang ada malah dijulidin (dinyinyirin)…” keluh seorang generasi milenial yang butuh dana tunai untuk membayar uang kuliah. Maklum, sebagai karyawan baru, dananya cekak untuk membayar kos dan biaya hidup, sementara dia meneruskan kuliah S2 sembari bekerja.

Bagi sebagian orang memang tak gampang mendapatkan pinjaman tunai dalam waktu cepat, misalnya dari bank. Banyak syarat yang harus dipenuhi. Tak jarang, bank menolak permohonan pinjam dana itu dengan beragam alasan. Nah, memanfaatkan momentum ini, Kredivo, kartu kredit digital untuk milenial Indonesia, meluncurkan produk pinjaman tunai untuk para penggunanya.

Menurut Head of Marketing Kredivo Indina Andamari, peluncuran ini merupakan salah satu bentuk upaya Kredivo dalam menawarkan rangkaian produk kredit yang lengkap bagi konsumen. “Kami mengerti kaum milenial membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhannya. Sayangnya sebagian besar dari mereka sulit mendapatkan akses pinjaman bank, bahkan memiliki kartu kredit juga nggak gampang. Di sinilah Kredivo hadir untuk memberikan solusi,” kata Indina dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Indina menambahkan, produk Pinjaman Tunai Kredivo mengenakan bunga sebesar 2,95 per bulan, atau mewakili tingkat bunga yang jauh lebih rendah dibandingkan penyedia pinjaman digital lainnya di negara ini. “Produk fintech (financial technology) lainnya menawarkan pinjaman jauh di atas itu. Bahkan ada yang dihitung sebagai bunga harian yang memberatkan konsumen,” imbuhnya.

“Saat kompetitor kami mengenakan bunga hingga 1 persen per hari, kami hanya mengenakan bunga 2,95 persen per bulan. Milenial Indonesia kini bisa mendapatkan penawaran akhir tahun terbaik untuk berbelanja dan berwisata, lalu membayarnya kemudian dengan mudah,” urai Indina.

Pinjaman Tunai Kredivo tersedia dalam dua jenis,Mini dan Jumbo. Mini memungkinkan pengguna untuk meminjam hingga Rp3 juta dengan tenor 30 hari sedangkan Jumbo memungkinkan pengguna meminjam hingga Rp30 juta dengan tenor mencapai 6 bulan.

“Jumlah pinjaman yang dapat diajukan akan disesuaikan dengan limit kredit masing-masing pengguna. Setelah pengguna memilih jumlah dan jangka waktu pinjaman, dana akan dicairkan secara instan melalui rekening bank pengguna, tanpa ada jaminan yang diperlukan. Ini merupakan yang pertama di Indonesia,” beber Indina.

Di kesempatan yang sama, Head of Product untuk Pinjaman Tunai Kredivo, Adiska Haryadi menambahkan, akses terhadap pinjaman tunai telah menjadi permintaan nomor satu dari pelanggan Kredivo. “Kebanyakan mereka mengajukan pinjaman untuk biaya pendidikan. Kami senang dapat berkontribusi bagi kaum milenials untuk mewujudkan mimpinya,” ujar Adiska. “Kredivo telah merancang produk pinjaman dengan biaya termurah di pasaran dan menyediakan pencairan dana instan yang hanya membutuhkan waktu 10 menit.”

Bagaimana proses penagihan utang yang mereka lakukan, Kredivo akan melakukannya sesuai prosedur. “Penagihan yang kita lakukan sudah sejalan dan sesuai dengan peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” ujar Indina seraya menambahkan Kredivo sudah terdaftar di OJK sehingga operasionalnya bisa dipertanggungjawabkan.

Bijak Berutang di Fintech

Sebelum memutuskan berutang, konsultan keuangan Imelda Tarigan berpesan agar konsumen bijak dalam mengelola dana. “Jika ditanya berapa besaran utang, idealnya memang tak melebihi 30 persen dari penghasilan. Namun kebutuhan dan kemampuan orang beragam. Bisa saja rasio utang di atas 30 persen asalkan untuk utang produktif dan memiliki kemampuan bayar,” ujarnya.

Imelda berbagi cara berutang yang aman di fintech:

1. Pastikan fintech terdaftar di OJK

OJK belum lama ini melakukan pembersihan terhadap industri keuangan ilegal yang merugikan konsumen, misalnya mengenakan bunga tinggi yang tidak masuk akal, mirip praktik rentenir.

2.  Cek transparasi

Cek transparansi fintech yang bersangkutan, menyangkut bunga dan biaya-biaya lain.

3.  Referensi

Konsumen harus jeli meneropong fintech pemberi pinjaman. Carilah referensi atau ulasan dari nasabah yang pernah menggunakan jasa tersebut. Contohnya, jika sedang merasa kesulitan saat membayar, apakah disediakan jasa konsultasi hingga menemukan jalan keluar.

4. Cek kemampuan bayar

Jangan lupa, dan ini penting, konsumen harus melakukan pemeriksaan keuangan pribadi sebelum melakukan utang online. “Coba dihitung, apakah nantinya mampu membayar atau tidak. Pinjaman harus dilakukan untuk hal yang bijak, jangan banyak digunakan untuk hal yang konsumtif,” kata Imelda.

Konsultan keuangan yang juga psikolog ini menyarankan konsumen untuk memiliki dana darurat. “Sisihkan tiap bulan. Dana darurat ini akan digunakan untuk kebutuhan mendesak. Besarannya bisa 3-6 bulan penghasilan bulanan,” tandasnya. Dana darurat bisa menyelamatkan kita dari jebakan utang mencekik leher alias berbiaya tinggi. (HG)

Iklan

From → Money Talks

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: