Lanjut ke konten

Ocean Going Bidik Usaha Mikro yang Tak Punya Akses Pinjaman ke Bank

09/12/2018

Hidupgaya – Indonesia memang menjadi pasar yang menjanjikan yang banyak dilirik pemain asing untuk ikut menikmati kue bisnis di Tanah Air. Data Tradingeconomic menyebut, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai US$1 triliun atau setara dengan Rp15 Triliun.

Tak mengherankan jika dengan angka itu Indonesia dipandang sebagai magnet yang menarik minat investor untuk datang. Hal ini juga tak lepas dari pesatnya pertumbuhan pengguna internet dan pengguna telpon pintar, sehingga tingkat konsumsi masyarakat meningkat menjadikan bisnis e-commerce kian berkembang.

Memanfaatkan fenomena tersebut International Consumer Electronics Expo (ICEE) Indonesia 2018 menghelat Indonesia International Electronics Supply Chain Conference (INESCON) 2018, merupakan kolaborasi antara Shan Hai Map dan Shenzhen CZE World Trade Exhibition Co., Ltd. Pameran berlangsung 7-9 Desember 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) melibatkan tak kurang dari 170 peserta yang berasal dari China, Hong Kong, dan Indonesia.

Menurut Roy Wong Consultant E-Commerce Jakarta PT Shan Hai Map, pameran ini telah memasuki tahun ketiga. Khusus tahun ini diharapkan 10 ribu pengunjung menghadiri acara yang mengambil tema “Speed-Up Your Business with E-Commerce”.

“Tema tersebut dipilih karena e-Commerce tengah bertumbuh dan mampu meningkatkan kinerja bisnis perusahaan. Selain mengedukasi market, melalui konferensi ini, kami juga ingin mempertemukan e-Commerce enablers dan e-Commerce services,” ujar Roy. Ikut terlibat juga sarana pendukung lainnya seperti logistik dan pergudangan, solusi pembayaran online maupun offline, serta distributor dan pengusaha manufaktur dari berbagai negara.

Roy menjelaskan, INESCON didukung oleh Ocean Going, perusahaan kerja sama Sinarmas Group dan Multiverse Holdings Limited, sebagai perusahaan platform digital yang terintegrasi menggunakan sistem bisnis S2B2C, yakni memperbarui sistem retaiI tradisional yang mengimplementasikan servis berbasis teknologi. Juga Akulaku, platform penyedia kredit finansial dalam sistem pembayaran berbelanja online secara kredit.

Menurut Branding & Strategy Manager Ocean Going, Nathaniel Nugroho, Ocean Going memiliki visi membantu usaha mikro di Indonesia, seperti rombong-rombong rokok maupun warung-warung kecil. “Ocean Going memberikan bantuan kepada para pelaku usaha mikro dalam bentuk pasokan barang yang biasa mereka jual. Para pelaku usaha mikro ini umumnya unbankable atau tidak memiliki rekening di bank, sehingga perlu dibantu untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.

Hadir sejak Desember 2017,  Ocean Going berencana memberikan bantuan kepada para pelaku usaha mikro yang menjual berbagai aksesoris gadget atau handphone (HP) pada 2019 mendatang. Nathaniel menyebut, di Jakarta nantinya akan ada 8.000 warung aksesoris HP yang menjadi target bantuan. “Bantuan berupa barang. Ada 10 ribu item produk aksesoris HP yang akan kami pasok dan tawarkan kepada warung-warung tersebut, dengan harga mulai Rp3 ribu,” bebernya.

Dia menyebut, produk aksesoris HP yang diminati konsumen antara lain kabel usb, casing HP, earphone, hingga colokan powerbank.

Nathaniel menambahkan, melalui bantuan tersebut, tentu para pelaku usaha mikro yang selama ini menghadapi keterbatasan modal, dapat menjual produk yang variatif.

Mengapa bantuan diberikan dalam bentuk barang? “Kami berusaha mengurangi sikap konsumtif dengan tidak memberikan bantuan tunai,” kilahnya seraya menambahkan Ocean Going telah menjalankan konsep tersebut kepada para pelaku usaha mikro yang menjual produk-produk fast moving consumer goods (FMCG).

Tak kurang dari 20 ribu warung di area Jabodetabek telah berhasil dijangkau. Nathaniel mengklaim omzet penerima bantuan tumbuh 30 hingga 50% setelah memperoleh bantuan dari Ocean Going.

Untuk mewujudkan rencana pada 2019, saat ini Ocean Going tengah melakukan  uji coba dengan marketplace JD.id. Uji coba yang berlangsung November hingga Desember 2018 diharapkan dapat menghasilkan insight sekaligus perilaku para pelaku usaha mikro yang menjual berbagai aksesoris HP atau gadget.

“Hasil insight ini akan menjadi dasar kami dalam menyusun konsep untuk para pelaku usaha mikro yang menjual aksesoris HP,” tandas Nathaniel. (HG)

Iklan

From → Money Talk

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: