Lanjut ke konten

Pameran Manufacturing Indonesia 2018 Series Ajang Unjuk Diri Pemain Tampilkan Teknologi Terkini

22/11/2018

Hidupgaya – Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian, awal tahun ini mulai menggaungkan roadmap industri 4.0, Making Indonesia 4.0, yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara bermakna.

Dikatakan, rancangan Ini menjadi lompatan besar bagi sektor industri, di mana teknologi informasi kini terintegrasi dengan proses produksi dan manufaktur termutakhir, yang selanjutnya menargetkan Indonesia masuk dalam 10 ekonomi terbesar dunia pada 2030.

Saat ini, Indonesia telah terdaftar sebagai salah satu dari 10 industri manufaktur dunia oleh Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO).

Diakui Ketua Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI) Karnadi Kuistono, Indonesia berpeluang mengembangkan industri panel listrik seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital untuk mendorong industri 4.0.

Alasannya, peningkatan pemakaian teknologi digital, termasuk elektronik akan meningkatkan kemampuan beban di gardu-gardu listrik sebanyak 2 sampai 3 kali lipat. “Hal ini menjadi peluang berharga bagi Indonesia untuk membangun industri panel listrik,” beber Karnadi di sela temu media Pameran Manufacturing Indonesia 2018 Series, Machine Tool Indonesia, Tools & Hardware Indonesia, dan Industrial Automation & Logistic Indonesia 2018, serta Subcon Indonesia 2018 yang dihelat di Jakarta, Rabu (21/11).

Temu media tersebut dihadiri oleh Project Director PT Pamerindo Indonesia Maysia Stephanie, General Manager Alumunium Business Division PT Yamaha Motor Parts Manufacturing Indonesia Arwan Alif Kurnia, Chairman Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI) Karnadi Kuistono, Deputy General Manager Industrial Automation Department PT Mitsubishi Electric Indonesia, President Director First Machinery Trade Co. Santosa Iswaratioso, Secretary General Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIAMM) Ir. Hadi Surjadipradja, Managing Director PT Pamerindo Indonesia Ben Wong.

Karnadi menambahkan, panel listrik tersebut dibutuhkan untuk menyaring beban pada gardu-gardu listrik sehingga beban listrik akan terbagi untuk selanjutnya didistribusikan ke konsumen.

Dilihat dari daya saing, Indonesia memiliki kapabilitas mengingat para insinyur listrik Indonesia mampu bersaing. “Tinggal kesungguhan Pemerintah saja apakah mau menyerap produksi industri dalam negeri dan tidak membiarkan produk impor masuk secara bebas seperti yang terjadi sekarang,” urainya.

Karnadi lebih lanjut menambahkan, sejatinya semua rekayasa telah dikembangkan di Indonesia. “Perusahaan manufaktur dan kelistrikan Indonesia sudah mengikuti standar internasional dan SNI, yaitu produksi diadaptasi berdasarkan pesanan atau sudah tersedia,” imbuhnya.

Dia menyoroti bahwa proyek industri dan infrastruktur memanfaatkan rancang bangun dan rekayasa telah mampu dilayani oleh industri nasional, walaupun beberapa material dan komponen ke hasil industri hilir masih impor. “Ini jelas akan berpengaruh signifikan pada perputaran ekonomi nasional,” jelas Karnadi.

Dalam kesempatan sama, Project Director penyelenggara pameran, Pamerindo Indonesia, Maysia Stephanie, menambahkan pameran yang akan dihelat di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, 5 – 8 Desember 2018, akan diikuti oleh negara-negara teknologi canggih, seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Swedia, Inggris, Kanada, Taiwan. “Lebih dari 1.600 peserta perusahaan dari 26 negara akan ikut ambil bagian,” ujar Maysia.

Maysia mengungkap, untuk pertama kalinya, pameran ini akan memperkenalkan Industry 4.0 showcase. Dalam pameran ini, berbagai teknologi dan produk Industri 4.0 ditampilkan dengan sembilan pilar utama, termasuk manufaktur aditif, augmented reality, big data & analytics, cybersecurity, dan robot otonom.

Dengan menampilkan Industri 4.0 yang berasal dari seluruh ekosistem, kesembilan pilar tersebut akan dipamerkan khusus untuk mengungkap potensi manufaktur pintar Indonesia di masa depan.

Pada perhelatan Manufacturing Indonesia 2018 Series, para produsen mesin bisa menampilkan kecanggihan teknologi dari dalam negeri. Sekaligus pengunjung bisa melihat langsung kebutuhan teknologi yang sesuai dengan segmentasi bisnisnya.

Sejumlah peserta berpartisipasi dalam pameran internasional ini, antara lain DMG Mori, First Machinery Trade Co, Jaya Metal, Kanematsu KGK, Mitsubishi Electric lndonesia, Somagede dan Yamaha Motor Parts Manufacturing Indonesia.

Pameran yang digelar selama empat hari ini diharapkan dapat menarik lebih dari 34 ribu pengunjung. (HG)

Iklan

From → Money Talk

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: