Lanjut ke konten

Memberdayakan Pedagang Bakso Menjadi Pengusaha Tangguh

10/11/2018

Hidupgaya – PT Miwon Indonesia merilis program Pedagang Tangguh Miwon 7 di kantor Miwon Pulo Gadung (Jakarta Timur) dan Driyorejo (Jawa Timur) untuk menandai ulang tahun ke 45.

Gagasan inisiasi Pedagang Tangguh dilatarbelakangi oleh kepedulian dari Miwon dan Dompet Dhuafa terhadap kondisi para pedagang bakso skala mikro yang masih terbatas dalam aspek produksi, managerial dan pemasaran.

Keterangan gambar dari depan (berbaju batik): Presiden Direktur Miwon Indonesia Lim Duk Jin, Direktur Cornstrach Han in Cherl, Direktur CSR Dompet Dhuafa Herdiansah, dan Direktur PT Daya Dinamika Niaga Slamet Mulyadi (dok. ist)

Keterbatasan ini menjadikan mereka jauh tertinggal dan kalah kompetitif dibandingkan dengan pedagang lainnya. Apalagi saat ini hadirnya daging bakso impor di Indonesia semakin menambah keterpurukan pedagang bakso kecil, padahal mereka adalah para pedagang hebat yang mempunyai keahlian, kompetensi dan semangat besar untuk menjadi pedagang sukses.

Program yang digagas sejak tahun 2011 merupakan program pemberdayaan masyarakat yang difokuskan terhadap pedagang bakso sebagai sasaran program. Khusus tahun 2018, bantuan program diberikan kepada 40 pedagang bakso dengan sebaran wilayah 20 Jakarta dan 20 Surabaya, sehingga total mitra pedagang yang sudah dibina dari awal sampai saat ini sebanyak 390 orang.

Lim Duk Jin selaku Presiden Direktur PT. Miwon Indonesia berharap dengan program ini para pedagang bakso dapat lebih mandiri secara finansial. “Dengan begitu diharapkan dapat memperbaiki taraf hidup keluarganya dengan tetap menyajikan makanan halal, sehat dan layak konsumsi – bebas boraks, formalin dan pewarna tekstil,” ujarnya.

Miwon dan Dompet Dhuafa berkomitmen untuk membantu menguatkan eksistensi para pedagang bakso supaya tetap bertahan, mandiri, dan dipercaya oleh publik. Bentuk bantuan yang dilakukan berupa pemberian modal usaha (1 set gerobak dorong dan sarana penunjang), penguatan kapasitas mitra serta pendampingan usaha regular selama satu tahun.

Mengenai penguatan kapasitas, diimplementasikan melalui beragam pelatihan yang dapat menambah pengayaan dan pemahaman mitra mengenai aspek keamanan pangan, strategi pengembangan wirausaha, pengelolaan keuangan dan penguatan kelembagaan lokal.

Direktur CSR Dompet Dhuafa Herdiansah menambahkan, Dompet Dhuafa dalam program ini adalah sebagai mitra pelaksana program mulai dari seleksi pedagang, pengadaan perlengkapan usaha, sampai pendampingan intensif terhadap aspek kemajuan dan kemapanan bisnis pedagang bakso.

“Supaya program tepat sasaran, kami memiliki prosedur terkait seleksi dan verifikasi mitra melalui assessment yang komprehensif. Dengan terpilihnya mitra yang tepat maka efektivitas dan keberhasilan program berupa kemandirian ekonomi dapat terwujud,” ujarnya.  Hal ini sudah dibuktikan dengan peningkatan omzet dan penambahan daya beli oleh mitra pedagang yang sudah menerima bantuan program sebelumnya.

Herdiansyah melanjutkan, sasaran dari pedagang ini tidak hanya bagi laki – laki namun juga menyasar kaum wanita. Untuk tahun ini, dari total 40 pedagang yang dibantu terdapat 2 orang perempuan yang berdomisili di Surabaya. “Mereka sudah lama berjualan dan hasilnya digunakan untuk membiayai sekolah anak,” ujarnya.

Tujuan lain dari pogram ini memang untuk meningkatkan dan menguatkan peran perempuan sebagai pelaku usaha, sehingga tidak ada diskriminasi gender. (HG)

Iklan

From → Money Talk

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: