Lanjut ke konten

Krafbina Ingin Tingkatkan Nilai Jual Produk Kreatif di Indonesia

23/08/2018

Hidupgaya – Pasar bebas Asean tak lama lagi akan diberlakukan. Saat itu terjadi, tak ada lagi batasan pertukaran barang dan jasa lintas negara di kawasan. Mampukah Indonesia menghadapi pasar bebas yang akan berlangsung semakin dekat ini?

Hal ini harus disikapi dengan serius, karena tak siap berarti kegagalan di depan mata. Ini berarti kita harus gerak cepat untuk menyiapkan diri menyambut pasar bebas. Salah satu wahana untuk memastikan kesiapan anak bangsa untuk bersaing dalam menghadapi pasar bebas Asean adalah dibentuknya Krafbina, yang bertujuan untuk membangun masyarakat yang lebih kreatif.

Krafbina dibentuk sebagai bentuk kepedulian pada perkembangan serta keinginan untuk membangun, memajukan, dan meningkatkan nilai jual hasil produk industri kreatif di Indonesia.

Menurut Ketua Krafbina Luwi Saluadji Purboningrat, ratusan pelaku bisnis dan individu kreatif nantiny akan  disatukan dalam sebuah Komunitas KrafBina yang saling berbagi informasi bisnis dan industri. “Krafbina sendiri merupakan kependekan Kreatif Bangsa Indonesia, yang digagas oleh Yayasan Kreatif Bangsa Indonesia,” ujarnya dalam temu media di Jakarta, baru-baru ini.

Luwi menambahkan, implementasi gerakan ini adalah membangun Grass Root Industry Kreatif, yaitu desa. “Pembangunan sarana dan prasarana desa sangat mempengaruhi berkembangnya desa yang merupakan sarang dari UMKM dan industri besar. Termasuk dalam hal ini adalah Desa Pariwisata yang dapat menjadi ujung tombak peningkatan kreatif,” bebernya.

Melalui motto “Gerakan Kreatif – Indonesia Cerdas!” Krafbina berusaha membangunkan masyarakat industri kreatif agar lebih keras dan giat lagi bekerja. Gerakan kreatif ini dimulai masing-masing individu mengaryakan diri secara maksimal dengan meningkatkan “Kecerdasan Kreatifnya sehingga menciptakan efek yang berkelanjutan dan masif agar terciptanya Indonesia Cerdas.

Implementasi awal gerakan ini adalah membangun implementasi dengan skala prioritas akan dikembangkan dari desa ke kabupaten hingga provinsi. Efek dari implementasi ini akan menciptakan individu kreatif dalam satelit-satelit Desa Kreatif yang kemudian akan menjadi proyek percontohan bagi desa sekelilingnya.

Krafbina akan memfasilitasi dengan menyediakan Platform/Digital Marketing atau Market Place dan Platform Wisata Desa sehingga layak diberi sertifikasi Desa Kreatif Cerdas.

Dengan membidik segmen menengah atas, Krafbina pun menggelar keragaman acara kreatif tersebut dilaksanakan dalam sebuah minggu kreatif yang digelar secara berkesinambungan mulai September ini di berbagai wilayah Indonesia. Acara yang diberi tajuk besar “Creative Art, Fashion & Lifestyle” ini dilangsungkan dari Sleman-Yogyakarta (10-16 September 2018), Bandung-Jawa Barat (5-15 Desember 2018), Depasar-Bali (25-31 Desember 2018) dan berpuncak di Jakarta (10-25 November 2019).

Luwi menyebut, berbagai lembaga baik pemerintahan maupun swasta berkolaborasi mendukung diselenggarakannya acara “Creative Art, Fashion & Lifestyle” ini mulai dari Pemerintah Daerah, Pesona Indonesia, BEKRAF, KADIN Indonesia bersama Pokja Fashion dan Pokja Film & Kebudayaan. Beberapa organisasi maupun lembaga lain juga tak ketinggalan ikut terlibat seperti, IPMI (Ikatan Perancang Mode Indonesia).

Program ini juga didukung oleh IFC (Indonesia Fashion Chamber), IPEMI (Ikatan pengusaha Muslim Indonesia), KRAFINDO (Kreatif Indonesia), Komunitas Pecinta Songket Aceh, ADPI (Asosiasi Design Produk Indonesia), ICW (Indonesian Creative Week), Northumbria Shool of Fashion— Bina Nusantara University, ESMOD — Fashion Design and Business School, LA Salle — Singapore, Universitas Gajah Mada (UGM) — Fakultas Kimia Pewarnaan Alam, Institut Teknologi Bandung OTB) — Fakultas Seni Rupa dan Desain, Darwis Triadi School of Photography dan lain-lain.

Tak hanya itu, beberapa individu kreatif juga menjadi volunteer acara ini seperti Marcella Zalianty (Film), Darwis Triadi (Fotografi), Ari Tulang (Fashion), Qiqy Franky (Beauty), Hera Nitihardja (Pariwisata), Dwi Sutarjantono (media), juga Gatot Harisman (Food). (HG)

Iklan

From → Money Talk

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: