Lanjut ke konten

Main Game Online Janjikan Penghasilan Besar

13/08/2018

Hidupgaya – Banyak orangtua mengeluhkan anaknya keranjingan game online. “Jika sudah main game seperti nggak ikut waktu,” keluh seorang ibu yang anak laki-laki remajanya keranjingan main game online Dota di telepon genggam.

Namun tak selamanya main game online negatif, jika dilakukan dengan benar dan fokus. Bahkan hobi main game online ini bisa menjanjikan penghasilan besar, bahkan melebihi gaji bulanan karyawan kantoran.

Sebutlah atlet esports Kevin Susanto (20), yang telah bermain game online dan menjadikan itu sebagai caranya mendulang penghasilan tidak sedikit. “Saya sejak kelas 12 SMA sudah ikut kompetisi game online. Sekarang saya bermain untuk tim game dari Tiongkok dan penghasilan saya Rp30 juta per bulan,” kata Kevin di sela-sela pembukaan liga utama esports bagi para pemain game profesional se-Indonesia, Indonesia Esports Premier League (IESPL) Musim Pertama di Jakarta, baru-baru ini.

Atlet esports itu bahkan pernah memenangkan pertandingan dan membawa pulang hadiah senilai Rp200 juta.

Rupanya game online bukan sekadar permainan yang buang-buang waktu. Tak mengherankan jika banyak gamers (belakangan disebut atlet esports) yang menekuni bidang ini.

Data menunjukkan, total pendapatan game di Indonesia saat ini mencapai US$879,7 juta dengan 43,7 juta pemain. Angka tersebut menjadikan Indonesia menempati posisi nomor 16 di dunia.

Karena potensi menjanjikan itulah, Giring Ganesha, lewat perusahaannya, PT Gajah Merah Terbang, menggelar kompetisi game online IESPL bernama “Tokopedia Battle of Friday (TBoF) by IESPL”. Giring menjabat sebagai presiden IESPL

Sebanyak 12 tim pro gamers peserta TBOF, yaitu EVOS, RRQ, NXL, BOOM ID, XCN, RECCA, ALTER EGO, CAPCORN, THE PRIME, BIGETRON, JUGGERNAUT dan PG BARRACX. Pertandingan akan memperebutkan total hadiah senilai Rp1,9 miliar melalui total 660 pertandingan ke depan.

Empat divisi game akan dipertandingkan oleh ke-12 peserta, yaitu Counter Strike Global Offensive, Dota 2, Point Blank, Mobile Legends, selama enam bulan sejak 10 Agustus 2018-25 Januari 2019. Khusus saat Asian Games 2018, IESPL menghentikan sementara kegiatan sebagai bentuk dukungan pada pertandingan eksibisi esports di Asian Games 2018.

TBoF berbeda dengan turnamen game pada umumnya, karena untuk pertama kalinya di Indonesia kompetisi game mengusung konsep liga dan dipertandingkan setiap pekannya.

Giring menegaskan, kompetisi liga game ini ditujukan sebagai wadah bagi para atlet esports untuk mengasah kemampuan, sehingga bisa menghasilkan talenta lokal terbaik untuk nantinya dikompetisikan di level internasional.

Untuk formatnya, setiap divisi game punya klasemennya masing-masing. Seperti liga sepak bola, pemenang akan diganjar tiga poin, seri mendapat satu poin, dan kalah tidak mendapatkan poin.

Tim dengan poin terbanyak di akhir musim ditunjuk sebagai pemenang. Namun, jika ada dua tim meraih poin tertinggi, maka akan diadakan babak tambahan semacam play-off untuk menentukan pemenang TBoF.

Giring Dukung Anaknya Jadi Atlet Esports

Karena profesi atlet esports dinilai menjanjikan, Giring mendukung putra pertamanya, Zidane, untuk menjadi atlet game esport.

Menurut Giring, Zidane memang doyan main game online. Awal mulanya Zidane tertarik pada esport, karena Giring sering membukakan Fortnite game di Youtube untuknya.

Giring bercerita, pemenang kompetisi Fortnite bisa mendapat hadiah uang senilai US$100 juta atau Rp1,4 triliun. “Eh, Zidane langsung bilang, kalau gitu aku mau jadi atlet esport aja dan kalau menang aku mau beliin rumah untuk mama dan ayah,” cerita Giring.

Sebagai ayah, Giring mendukung apapun keinginan anak-anaknya. “Semua orangtua di dunia, termasuk saya, harus mendukung cita-cita anaknya. Kalau mau jadi atlet esport, silakan, asalkan bersungguh-sungguh, jujur, sportif, kerja keras, dan bertanggung jawab.”

Giring tak takut anaknya kecanduan main game online karena dia telah menanamkan konsep bertanggung jawab pada hak dan kewajiban. “Anak harus tahu dulu kewajiban dia apa. Kalau sudah belajar, sudah mengaji, sudah les piano, anak saya baru saya bolehkan bermain game,” ujarnya.

Giring mengaku di akhir pekan sering menghabiskan waktu bersama anak-anaknya untuk bermain game. (HG)

 

Iklan

From → What's Happening

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: