Lanjut ke konten

Merayakan Ramadan dan Lebaran dengan Sentuhan Etnis Batik Betawi

28/05/2018

Hidupgaya – Ramadan dan Lebaran identik dengan busana kaftan. Namun itu kurun beberapa tahun silam. Beberapa tahun belakangan, pakem busana Ramadan dan Lebaran agak lebih cair. Batik misalnya, jika dulu identik dengan suasana resmi, namun kini bisa tampil lebih kasual.

Hal ini disambut oleh label Elemwe, yang identik dan konsisten dalam mengangkat batik betawi. Label yang digawangi oleh Lily Mariasari menonjol dengan batik yang mendapat sentuhan penanda Jakarta, seperti bajaj, Monas, tanjidor, bahkan Patung Pancoran juga Kota Tua.

“Saya ingin memasukkan batik betawi ke arah ready to wear yang modern, agar anak-anak muda milenial bisa mengenakan batik ini,” kata Lily saat berbincang dengan Hidupgaya usai pergelaran busana Fuschia Market di Kota Kasablanka, Sabtu (26/5).

Lily diminta Indonesia Fashion Chamber (IFC) untuk mengisi slot di Fuschia Market yang berlangsung 25-27 Mei 2018. “Waktunya singkat. Hanya ada 2 bulan untuk mempersiapkan. Saat mendapat tawaran itu saya sedang di luar negeri, yaitu Jepang. Jadilah ide untuk koleksi Ramadan ini terinspirasi suasana musim gugur,” jelasnya.

Lily berusaha menerjemahkan batik menjadi sesuatu yang kasual tanpa kehilangan ciri khas batik. “Look busana saya buat modern yang memiliki keunikan dengan batik, dimana saya tetap menonjolkan batiknya dengan ciri khas Betawi. Misalnya warna oranye untuk bajaj, ungu untuk museum Kota Tua,” bebernya.

Label Elemwe menghadirkan ragam busana asimetris untuk koleksi Ramadan dan Lebaran kali ini. “Model asimetris memang tengah disukai karena kesannya modern,” imbuh Lily seraya menambahkan memakai batik bukan berarti kuno, namun juga bisa bergaya kekinian.

Ciri busana asimetris memiliki pola atau bentuk yang tidak sama antara sisi kanan dan kiri. Detail ini memberikan kesan yang keren saat digunakan. Detail asimetris bisa untuk acara formal atau ready to wear. Bisa untuk atasan, terusan atau outer.

Garis-garis asimetris ini ditawarkan oleh label Elemwe, berupa garis sejajar, mendatar, horizontal atau vertikal atau diagonal. Bukan motifnya, akan tetapi lebih kepada lipatan kainnya dalam busana tersebut.  “Untuk detailnya, saya buat lengan bervolume dan potongan asimetris yang kini masih terus disukai konsumen karena berkesan dinamis,” jelas Lily yang membuat koleksinya dari batik tulis, batik cap atau campuran antara tulis dan cap dengan teknik colet.

Untuk koleksi Ramadan dan Lebaran, Lily banyak menggunakan materi katun untuk busana, dengan paduan kerudung berbahan organza. Busana bermotif batik betawi didominasi oleh rok, kulot, celana, gaun dan bolero serta blazer.

Motif khas Betawi yang ditampilkan dalam koleksi Ramadan kali ini mencakup kepala ondel-ondel, bajaj, dan batik pesisir Pulau Seribu yang menampilkan motif kerang laut dan kura-kura. Batik Elemwe ditawarkan mulai harga Rp1 juta. (HG)

 

Iklan

From → Fashion Spread

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: