Skip to content

Jaya Ancol Akan Kembangkan Kawasan Hunian Mewah

15/05/2018

Hidupgaya – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, pengelola kawasan properti dan rekreasi Ancol Taman Impian, terus berbenah. Untuk menunjang pertumbuhan bisnis, perusahaan telah menjalin kerja sama dengan salah satu perusahaan pengembang asal Australia dalam mengembangkan kawasan hunian vertikal mewah di area Ancol Barat dengan mengusung konsep water front living.

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, C. Paul Tehusijarana mengatakan perusahaan menargetkan dapat menuntaskan pembangunan Coasta Villa Tahap 3. “Kalau sudah bisa terjual 40 unit, nanti kami bangun. Pemasaran untuk produk Ocean Breeze juga sudah dimulai, demikian juga dengan kerja sama operasional pada pengembangan area Ancol Barat,” kata Paul dalam paparan publik di Jakarta, Senin (14/5).

Saat ini perusahaan juga tengah melakukan renovasi Putri Duyung Ancol. Paul menyebut, langkah tersebut diharapkan bisa turut mendorong pendapatan perusahaan.

Untuk mendorong peningkatan kinerja, pengelola kawasan properti dan rekreasi Ancol itu akan merealisasikan beberapa inovasi yang sudah dimulai sejak 2017 dan fokus mengembangkan segmen properti dan rekreasi di tahun 2018.

“Harapannya pertumbuhan revenue di 2018 bisa mencapai 10 persen, dengan perolehan laba bersih di kisaran 24-25 persen,” ditambahkan Wakil Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Teuku Sahir Syahali dalam kesempatan yang sama.

Pendapatan Jaya Ancol selama 2017 menurun 3,48%, dari Rp1,28 triliun pada 2016 menjadi Rp1,24 triliun. Namun demikian, laba malah melejit 68,33%, dari Rp130,82 miliar di tahun 2016 menjadi Rp220,22 miliar pada 2017.

Beberapa hal yang mendukung antara lain adalah peningkatan pertumbuhan pengunjung di tahun 2017 sebesar 3,47% dari 18,1 juta di tahun 2016 menjadi 18,7 juta di 2017. Selain itu, kenaikan laba ini juga dikontribusikan penurunan beban lain-lain hingga 79% dibanding tahun sebelumnya.

Pada 2017, segmen rekreasi membukukan pendapatan sebesar Rp1.152 miliar, naik 5% dari 2016 yang sebesar Rp1.096 miliar. Rekreasi juga masih menjadi tulang punggung bisnis dengan mendominasi sebesar 92% dari total pendapatan.

“Wahana Dufan dan Atlantis di 2018 diharapkan bisa tumbuh 10% pendapatannya. Tahun lalu kita Dufan dan Atlantis sumbang pendapatan Rp1,1 triliun. Jadi tahun ini harus tumbuh 10% dari itu,” ungkap Sahir.

Paul optimistis dapat mencapai target pertumbuhan karena beberapa inovasi 2017 yang akan dioperasikan tahun ini, seperti pembukaan restoran pertama Kafe Hoax di Pantai Lagoon, penambahan dua seluncuran baru di Atlantis Water Adventure dan juga pencanangan konsep baru Pulau Bidadari yaitu The Soul of Batavia. (HG)

Iklan

From → Money Talk

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: