Skip to content

Cara Mudah Mengenalkan Makan Buah untuk Si Kecil

11/05/2018

Hidupgaya – Masyarakat Indonesia tergolong minim mengonsumsi buah-buahan. Ini sungguh ironis mengingat Indonesia kaya dengan buah lokal yang padat nutrisi.

Data dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (2011) menyebut konsumsi buah-buahan masyarakat Indonesia hanya 34,55 kilogram per kapita per tahun. Angka yang tak jauh beda juga terjadi pada konsumsi sayuran (sebagai salah satu sumber serat bagi kesehatan, selain buah)hanya 40,35 kilogram per kapita per tahun.

dr Conny Tanjung SpA(K) menjelaskan pentingnya mengenalkan makan buah untuk Si Kecil (dok. Milna)

Jumlah konsumsi buah ini jauh sekali dibandingkan dengan rekomendasi Organisasi Pangan Dunia (FAO) sebesar 73 kilogram per kapita per tahun.

Data Balitbang Kementan 2011 menunjukkan, Indonesia adalah negara konsumsi buah terendah di regional Asia, dibandingkan dengan Singapura, China, Vietnam, dan Kamboja.

Dalam data tersebut terlihat bahwa China menjadi negara terbanyak mengonsumsi buah dengan capaian lebih dari 250 kilogram buah per kapita per tahun. Disusul dengan Singapura dan Vietnam, lalu Kamboja. Indonesia tidak sampai 50 kiloram per kapita per tahun.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan pada 2013 menyatakan bahwa sekitar 93 persen anak di atas 10 tahun mengalami kekurangan konsumsi buah dan sayur. Data tersebut terkumpul sejak 2007 hingga 2013 dari seluruh provinsi di Indonesia.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara umum menganjurkan anak balita dan anak usia sekolah untuk mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 300-400 gram per orang per hari dan remaja hingga dewasa sebanyak 400-600 gram per orang per hari. Sekitar dua-pertiga dari jumlah anjuran konsumsi tersebut disarankan dalam porsi sayur.

Kurang asupan buah dan sayur tak bisa dianggap remeh, mengingat konsumsi buah dan sayur merupakan penyuplai utama dari serat dan mikronutrien seperti vitamin, mineral, dan beberapa enzim yang membantu pencernaan.

Penyakit tidak menular kronis seperti jantung, stroke, dan kanker itu salah satunya disebabkan oleh kelainan faktor biologis seperti obesitas, gula darah, tekanan darah, dan lipid darah. Kelainan itu terjadi karena salah satunya dengan gaya hidup yang salah seperti kurang mengonsumsi buah.

Riset yang dipublikasikan pada Medicine Journal 2016 menyebut, semakin tinggi konsumsi buah per hari dapat menurunkan rasio risiko kematian dari berbagai sebab seperti penyakit kardiovaskular, koroner, iskemik, dan stroke.

Berapa banyak harus konsumsi buah dan sayur untuk penuhi kebutuhan nutrisi harian? National Health and Medical Research Council (NHMRC) merekomendasikan konsumsi buah dan sayuran sebaiknya dua jenis buah dan lima jenis sayuran setiap harinya. Kementerian Kesehatan RI menyarankan buah-buahan dikonsumsi dua hingga tiga porsi per hari.

Harus diakui, sayur dan buah memang bukan makanan favorit anak-anak pada umumnya. Bukan hanya di Indonesia, namun data statistik menunjukkan hal ini juga terjadi di negara lain. Salah satu alasan anak-anak tak menyukai buah dan sayur antara lain karena rasa pahit atau asam pada buah dan sayur yang disebabkan oleh kandungan vitamin C dan serat.

Berbeda dengan orang dewasa, rasa pahit adalah rasa yang asing bagi anak-anak. Rasa manis dan asin lebih akrab karena demikianlah rasa ASI ataupun asupan Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Menurut dokter spesialis anak (konsultan) Conny Tanjung, anak-anak dapat dikenalkan rasa buah dan sayur sejak dini, yaitu saat mereka mulai mendapatkan MPASI. “Mengenalkan buah dan sayur untuk Si Kecil perlu dilakukan, karena keduanya mengandung karbohidrat, vitamin, mineral dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Berbagai penelitian meta-analisis telah menunjukkan manfaat positif sayur dan buah untuk mencegah dan menurunkan insiden sobesitas dan penyakit degeneratifkronis seperti penyakit jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain,” ujar Conny.

Meskipun sayur dan buah memiliki peran yang cukup penting, tetapi untuk anak, khususnya di saat mulainya pemberian MPASI, perlu diketahui beberapa batasan pemberian sayur dan buah, karena di saat ini dibutuhkan makanan padat energy untuk menunjang pertumbuhan yang pesat.

“Belum ada acuan kecukupan serat pada bayi di bawah usia 1 tahun, namun berbagai penelitian membuktikan bahwa paparan terhadap sayur dan buah secara berulang membuat penerimaan terhadap sayur dan buah menjadi lebih mudah di masa selanjutnya,” bebernya.

Milna Nature Delight: Cara Mudah Makan Buah

Milna sebagai salah satu brand unggulan Kalbe Nutritionals, tahun ini meluncurkan Milna Nature Delight, sebagai solusi untuk cara mudah makan buah Si Kecil.

Brand Manager Milna Christofer Samuel Lesmana mengatakan Milna Nature Delight adalah fruit puree dalam kemasan pouch yang sangat ideal dalam memperkenalkan rasa buah, dengan mudah, kepada Si Kecil sejak dini. “Terbuat dari 100% buah asli dengan 3 varian rasa yang akan digemari dengan ukuran dan bentuk kemasan yang nyaman untuk digenggam Si Kecil. Sangat praktis untuk dibawa serta tidak mengandung pengawet ataupun gula tambahan,” jelasnya.

Dia menambahkan, varian rasa Milna Nature Delight telah disesuaikan dengan kebutuhan buah Si Kecil yang terdiri dari varian Carrot Apple Pumpkin, varian Banana Strawberry Apple dan varian Apple Peach.

1St Bite Day

1st Bite Day untuk Si Kecil dengan makanan MPASI berupa meal dan snack yang seimbang dan bergizi bagi tumbuh kembangnya, merupakan kampanye rutin yang diadakan Milna dalam mengedukasi orangtua.

Meal sebaiknya terdiri dari lauk pauk hewani atau nabati dan makanan pokok lainnya yang menghasilkan energy dan mampu menjaga kekebalan tubuh, sementara snack sebagai makanan pendamping, sebaiknya kaya akan vitamin dan mineral.

Business Unit Head Nutrition for Infant and Baby, Kalbe Nutritionals, Helly Oktaviana menambahkan, dengan jargon “Ahlinya Makanan Bayi” Milna juga memahami bahwa pemberian MPASI yang optimal bukan sekadar apa yang harus dipersiapkan untuk memenuhi Angka Kecukupan Gizi, tapi juga kapan, karena jika kebutuhan akan zat gizi tidak terpenuhi dengan baik pada waktu yang tepat, maka tumbuh kembang anak akan kurang optimal.

“Idealnya, pemberian MPASI diawali dengan meal yang boleh diikuti dengan pemberian snack 1-2 kali sehari. Jadwal pola makan untuk anak usia 6 sampai 8 bulan terdiri dari 2 kali meal dan 2 kali snack dan seiring dengan bertambahnya usia anak, frekuensi dan porsi pemberian meal dan snack juga akan bertambah. Untuk untuk anak usia 10-12 bulan, sudah boleh diberikan 3 kali meal dan 2 kali snack.

“Dengan memahami pengaturan jadwal makan Si Kecil serta memperkenalkannya dengan berbagai rasa baru sejak dini, diharapkan ia bisa cepat akrab dengan buah dan sayur sehingga zat gizinya seimbang dan terpenuhi dengan baik. Di sini, Milna Nature Delight hadir sebagai solusi untuk Bunda dalam mempersiapkan snack dengan mudah dan praktis, serta solusi bagi Si Kecil untuk bisa menikmati snack sehat,” tandas Helly. (HG)

Iklan

From → Diet & Nutrition

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: